Berpindah-pindah pekerjaan – Banyak keuntungannya

Kemarin sempat mengobrol dengan teman seorang HR di perusahaan Jepang. Dia bercerita betapa sulitnya mencari seorang cost estimator. Refleks, otak ini langsung bekerja memilah-milah profil dari beberapa teman yang  cocok untuk posisi ini. Nihil. Tidak ada satupun. Selain teman HR tadi, sebelumnya ada dua teman lain yang masing-masing sedang membutuhkan production engineer dan sales.

Sore ini bertemu dengan teman lama, dulu sering gowes bersama. Bahkan kami pernah menggowes rute-rute yang cukup ekstrim dari segi jarak dan beratnya medan. Salah satunya bahkan digowes hanya berdua saja. Dari jam 7 pagi sampai jam 11 malam!

Teman gowes ini bercerita tentang pekerjaannya setelah keluar dari perusahaan tempat kami bekerja dulu. Mulai dari marketing, sales, sampai cost estimating. Setidaknya sudah lima perusahaan ia jelajahi dengan pengalaman meliputi produksi, control vendor, industrial engineering dan marketing tadi.

Dengan melihat luasnya pengalaman teman gowes tadi dan kesesuaiannya dengan profil yang dibutuhkan teman-teman kerja, artinya teman gowes ini memenuhi kriteria dari ketiga lowongan tersebut, production engineer, cost estimator dan sales. Seandainya teman gowes tadi seumur hidupnya hanya di bidang produksi maka pilihanya banyak. Tetapi karena ia pernah memegang dan mengeksekusi berbagai jenis pekerjaan berbeda maka ketika terdapat lowongan jenis-jenis pekerjaan tersebut dia layak untuk menjadi kandidat.

Kutu loncat bukan hal buruk dan negatif. Terutama jika di masing-masing dahan tempat ia hinggap ia berhasil meninggalkan legacy, prestasi ataupun achievments yang terukur dan diakui.

Advertisements