Beragam fungsi dari sebuah tape (selotip/lakban)

Di era pasar elektronik/e-commerce, orang-orang semakin sering berbelanja dari penjual-penjual yang sebagian besar berbeda lokasi sehingga barang-barang yang dibeli harus dikirim dengan kurir. Barang-barang tersebut tentu harus dibungkus dengan aman agar tidak rusak dan selamat dari tangan-tangan usil. Pembungkus yang seringkali dipakai (bagian terluar) adalah selotip atau lakban.

Kenapa disebut selotip? Karena dulu bahan utama dari lakban ini adalah cellophane. Cellophane tape kemudian disingkat menjadi cello-tape dan ketika diIndonesiakan menjadi selotip. Akan tetapi selotip atau lakban yang kita kenal sekarang tidak lagi memakai bahan cellophane karena terlalu mahal. Selotip atau lakban (terutama yang dipakai untuk proses pengemasam/pengepakan) saat ini terbuat dari bahan polipropilen (PP).

OPP dan BOPP

OPP atau Oriented Polypropylene merupakan pengembangan dari Polypropylene dimana serat atau arah rantai polimernya dibuat searah dengan gulungan (lateral) sehingga tidak mudah putus saat dipakai untuk pengemasan dan pengepakan. BOPP atau Biaxially-Oriented Polypropylene merupakan pengembangan lebih lanjut dari OPP dimana arah seratnya tidak hanya lateral tetapi juga axial sehingga didapat tape yang tidak mudah putus dan robek.

Masking Tape

Selain dari bahan OPP yang sering kita jumpai tape/single tape juga dibuat dari berbagai macam bahan lainnya tergantung kebutuhan. Sebagai contoh masking tape yang dipakai pada proses pengecatan bahannya terbuat dari kertas, baik itu crepe (berkerut) ataupun flat (rata). Ketika masking itu diperlukan pada proses pengecatan dengan pengeringan memakai oven bersuhu tinggi dimana kertas tidak bisa bertahan maka dibuatlah masking tape dengan bahan poliester (PET), glass cloth atau bahkan poliamida (PI).

Masking tape pada proses pengecatan (sumber: 3M Masking and Surface Protection)

Metal Foil Tape

Single tape dari bahan logam biasa dipakai untuk proses masking yang harus memiliki ketahanan terhadap bahan kimia. Logam aluminium banyak dipakai untuk fungsi ini. Salah satu pemakaiannya adalah masking untuk pesawat pada proses paint stripping (pengupasan cat di bodi pesawat). Paint stripping pada pesawat memakai bahan kimia yang disemprotkan. Agar kaca pesawat tidak rusak maka kaca-kaca tersebut ditutup dengan Aluminum Foil Tape.

Selain untuk masking, aluminum foil tape banyak dipakai untuk aplikasi heat shielding & conduction (pemantul dan penghantar panas), light reflection (pemantul cahaya) dan vibration & sound dampening (peredam getaran dan suara) dengan prinsip constraint layer damper.

Selain aluminium, jenis logam lain yang banyak dipakai untuk single tape adalah tembaga dan baja tahan karat. Tembaga (copper) biasa dipakai untuk shielding atau perisai agar gelombang elektromagnetik tidak bocor atau menyebar. Sedangkan baja tahan karat biasa dipakai untuk aplikasi perlindungan korosi.

Ragam jenis bahan untuk membuat tape bisa dilihat pada tabel di bawah sekaligus menunjukkan fungsinya.

Bahan pembuat tape/tape backing materials (sumber: 3M Masking and Surface Protection)

Advertisements

Pemborosan dari sebutir nasi

Menurut reference.com berat sebutir beras adalah 1/64 gram atau 0.015gram. Jika ada setengah milyar manusia yang meninggalkan sebutir nasi setiap kali makan, dan ia makan nasi tiga kali sehari maka akan ada 0.015 gram x 500.000.000 x 3 = 75.000.000 gram nasi terbuang setiap hari. 75.000.000 gram = 75.000 kilogram = 75 ton.

Jika harga 1 kilogram beras = 10.000 rupiah maka nilai pemborosan perhari adalah 75.000 x 10.000 = 750.000.000 rupiah. Hampir satu milyar rupiah !!!

Pada kenyataannya, banyak orang yang menyisakan makanannya lebih dari sebutir nasi. Puluhan bahkan mungkin ratusan butir nasi yang tidak ia makan dan terbuang menjadi sampah.

Tak sebutir nasi pun tersisa

Sungguh mulia Rasulullah saw yang empat belas abad silam mengajarkan kita agar tidak menyia-nyiakan harta (termasuk makanan) dan selalu menghabiskan makanan yang kita ambil.

Sebagian orang Jawa menganggap bahwa orang yang menghabiskan makanan di piringnya adalah orang yang rakus. Ini adalah anggapan yang teramat sangat keliru dan harus diberantas. Saya pun besar di lingkungan orang-orang yang berpandangan seperti itu. Akan tetapi setelah dewasa saya buang jauh-jauh pandangan keliru tersebut. Hasilnya? Bisa dilihat gambar piring di atas. Gelas di kanan yang masih tersisa sedikit teh adalah bekas orang lain. Gelas saya tak menyisakan teh sedikitpun.

Di bawah ini adalah contoh kebiasaan buruk orang Indonesia saat makan. Boros! Tidak tuntas! Bisa jadi saat bekerja pun pekerjaannya tidak tuntas.

boros makanan

Serba-serbi structural adhesives (lem epoxy, lem acrylic)

Lem atau adhesive menawarkan kemudahan proses bonding atau pengeleman ketika kita bekerja dengan bahan-bahan yang tipis dan berbeda jenis. Saat kita bekerja dengan bahan lembaran plastik kita bisa memakai las ultrasonik untuk menyatukan beberapa komponen akan tetapi ia hanya bisa menyatukan bahan sejenis. Jika di dalamnya terdapat bahan yang berbeda maka las ultrasonik tidak bia digunakan.

Lem atau adhesive mengisi kekurangan yang terdapat pada proses las ultrasonik. Selain tidak memerlukan investasi peralatan yang mahal, lem atau adhesive bisa menyatukan atau mengikat berbagai jenis bahan berbeda, apakah logam dengan kaca, logam dengan plastik, plastik dengan kayu ataupun sesama plastik dengan jenis berbeda (misal PVS dengan ABS, ABS dengan PC, dlsb).

Lem atau adhesive bisa digolongkan menjadi structural adhesive ketika Overlap Shear Strength-nya di atas 1000psi. Artinya 1 inci persegi (6,45 sentimeter persegi) mampu menahan beban 1000 pon (450 kilogram). Beberapa jenis structural adhesive bahkan bisa mencapai 3600psi.

Structural adhesive biasanya terdiri dari dua komponen, biasa disebut komponen A dan komponen B. Komponen A biasanya merupakan base/bahan dasar lem. Komponen biasanya merupakan hardener/bahan pengeras. Adhesive akan mulai bekerja ketika base dan hardener bercampur. Pencampuran bisa dilakukan secara manual, memakai static mixing nozzle atau mixing equipment untuk pekerjaan dalam volume besar.

Beberapa istilah yang terkait structural adhesive al:

Working Life: jangka waktu sebelum adhesive yang sudah bercampur menjadi keras (adhesive masih cukup encer) di dalam nozzle sehingga masih bisa di-dispense/dikeluarkan

Pot Life: jangka waktu saat viskositas adhesive yang sudah bercampur menjadi dobel, misal viskositas awal adalah 15.000 dan menjadi 30.000 dalam waktu 5 menit maka Pot Life adalah 5 menit.

Time to handling strength: jangka waktu yang diperlukan untuk melepas jig/clamping yang digunakan untuk memposisikan atau menjepit komponen setelah proses pengeleman atau definisi lain ketika overlap shear strength mencapai 50psi.

Curing Time: waktu yang diperlukan bagi adhesive untuk mencapai kekuatan maksimal

Rate of Strength Build

Rate of Strength Build. Curing Time Acrylic Adhesive biasanya lebih cepat daripada Epoxy Adhesive

Gagal interview karena bahasa Inggris – Pentingnya bahasa Inggris bagi freshgraduate

Freshgraduate minim bahasa Inggris

Screenshot di atas adalah aktual. Curhat dari seorang freshgraduate yang gagal interview karena interview memakai bahasa Inggris sedangkan ia menawar agar dilakukan dengan bahasa Indonesia.

Jika kasus tersebut terjadi di tahun 90-an atau awal tahun 2000-an masih bisa dimaklumi. Akan tetapi jika lulusan tahun S1 tahun 2017 lalu tidak percaya diri saat diinterview dengan bahasa Inggris tentu ada yang salah. Bahkan seandainya para lulusan S1 itu bekerja di perusahaan lokal pun kemampuan berbahasa Inggris tetap dibutuhkan.

Perusahaan-perusahaan lokal kini banyak berhubungan dengan pelanggan di luar negeri. Rantai pemasok banyak melibatkan supplier dari luar negeri. Mesin-mesin canggih kebanyakan masih disuplai dariluar negeri dimana manual dan panduannya memakai bahasa Inggris. Bahkan beberapa perusahaan lokal merekrut tenaga ahli dari luar negeri. Tanpa kemampuan berbahasa Inggris mustahil kita akan survive di lingkungan seperti itu.

Di era ponsel cerdas, belajar bahasa Inggris bukan hal mewah ada beribu ragam aplikasi yang menawarkan pelajaran bahasa Inggris dengan gratis tis..tis..!! Bahkan aplikasi tersebut di dalamnya memakai bahasa Indonesia saat menjelaskan konsep pelajarannya, misalnya Hello English. Begitu juga Youtube, laman web tempat berbagi video menyediakan fasilitas subtitle sehingga ketika kita mendengar dialog dalam bahasa Inggris kita bisa tahu cara penulisannya. Meskipun tidak 100% persen akurat tetapi sangat membantu bagi kita-kita yang belum canggih pendengaran bahasa Inggrisnya, termasuk saya.

Cara lain adalah dengan membaca majalah dan buku berbahasa Inggris. Ini adalah cara yang saya lakukan mulai dari awal kuliah sampai saat ini untuk menambah kosakata bahasa Inggris. Apakah waktu kuliah saya masuk golongan mahasiswa kaya sehingga bisa membeli buku-buku dan majalah-majalah berbahasa Inggris? Tidak. Saya mahasiswa pas-pasan yang menabung uang untuk membeli buku-buku dan majalah-majalah bekas berbahasa Inggris.

Dulu di kota Malang ada “Blok M” lapak-lapak penjual buku-buku dan majalah-majalah bekas yang berlokasi di Jalan Majapahit. Di tempat itulah saya biasa membeli majalah Readers Digest berbahasa Inggris. Sebenarnya itu adalah majalah masih baru yang tidak laku terjual kemudian dijadikan majalah bekas dengan cara dipotong pojoknya atau disobek sampulnya. Bodo amat! Yang penting isinya 🙂

Cara lain mendapatkan bahan bacaan berbahasa Inggris adalah dengan rajin mendatangi bookfair atau pekan buku. Biasanya di situ ada booth Periplus yang menjual buku-buku berbahasa Inggris dengan diskon besar-besaran bahkan banyak buku hanya seharga sebungkus Nasi Padang. Bayangkan pengetahuan dan ilmu yang berharga hanya dihargai sebungkus Nasi Padang.

Saya bukanlah termasuk kategori mahasiswa yang canggih dan bagus secara akademik. Saya merasa keberhasilan saya bekerja di perusahaan multinasional salah satunya karena kemampuan bahasa Inggris saya. Saya melalui wawancara dengan percaya diri karena yakin dengan kemampuan bahasa Inggris yang saya miliki. Apakah bahasa Inggris saya nyerocos cas cis cus? Tidak juga. Akan tetapi saya memiliki kosakata setidaknya untuk menjawab pertanyaan interviewer dan kosakata untuk mengemukakan gagasan atau pendapat saya.

Di perusahaan saat ini (dari Amerika Serikat), sebenarnya posisi yang saya lamar adalah Sales Engineer. Saya gagal mendapatkan posisi tersebut karena tidak memiliki sales background. But the interviewer told me that he liked my English and he offered me another position as technical service engineer. Karena si interviewer senang dengan bahasa Inggris saya (I made a good impression) dia menawarkan posisi lain di perusahaan. Alhamdulillah saya mendapatkannya.

Buku-buku murah berbahasa Inggris di Toko Buku Periplus

30 tahun baru kesampaian menonton konser Gobless

Tahun 1988 album Semut Hitam dar Godbless keluar. Dua lagu, Kehidupan dan Semut Hitam menjadi hits dan banyak diputar di radio-radio. Saat itu saya masih kelas 4 Sekolah Dasar. Berbekal radio AM merek Sharp, selepas sholat Maghrib “nongkrong di samping radio” menunggu-nunggu lagu-lagu Godbless diputar di acara Jazz Rock Pribumi Radio Senaputra.

Suksesnya album tersebut disusul dengan serangkaian tur keliling Indonesia. Tidak ketinggalan Malang yang merupakan barometer musik rock Indonesia juga disinggahi. Karena masih murid Sekolah Dasar maka terlalu kecil dan miskin untuk menyaksikan konser tersebut. Saya tidak seberuntung beberapa orang tetangga yang cukup tajir dan sudah besar sehingga berhasil menonton konser di Godbless di puncak kejayaannya.

Tak disangka, di tahun 2017, tepat 30 tahun (kurang sedikit) saya berhasil menonton konser Godbless yang berlangsung di dekat rumah dan gratis, effortless. Yes! Konser Godbless di kota Meikarta.

Tentu saja Iyek tidak segarang dulu. Akan tetapi penampilannya cukup mengobati kerinduan terhadap band rock favorit kebanggan Indonesia. Yang menjadi tanda tanya justru posisi drummer yang semalam diisi Fajar Satritama dari Edane. Selebihnya cabikan gitar Ian Antono dan betotan bass Donny Fatah masih garang meski tidak sedetil dulu. Donny Fatah yang beberapa tahun lalu sempat sakit justru tadi malam tampak paling segar di antara semua personil Godbless.

Puas! Meski hanya menonton empat lagu Syair Kehidupan, Panggung Sandiwara, Musisi dan Semut Hitam.

Konser Godbless di Central Park Meikarta – 2017

 

Achmad Albar dan Ian Antono di konser Godbles di Meikarta – 2017

Polisi tidur alias roadbump|Masochist (senang menyiksa diri) ala orang Indonesia

Kemarin ketika berkunjung ke rumah teman kembali saya menemukan fenomena di mana warga keranjingan membuat polisi tidur alias roadbump di jalan di dalam komplek perumahan mereka. Meskipun demikian  ia tidak seekstrim salah satu blok di perumahan VMC di mana hampir tiap 10 meter ada polisi tidur.

Konon polisi tidur ini untuk membatasi laju mobil dan motor. Dengan adanya polisi tidur ini maka otomatis mobil dan motor akan mengurangi laju kendaraannya jika tidak mau terguncang-guncang atau bahkan terlempar.

Sayang pembuatan polisi tidur ini tidak ada standar baku. Yang sering terjadi adalah terlalu runcing, terlalu tinggi dan terlalu rapat. Kebanyakan polisi tidur ini tidak terlalu lebar dan hanya memiliki satu radius. Konstruksi semacam ini yang sangat mengganggu kelancaran dan kenyamanan berkendara apapun jenis kendaraannya.

Polisi tidur memang efektif mengurangi laju kendaraan tetapi ia juga sangat mengganggu, memperbesar konsumsi BBM karena setelah pengereman kendaraan butuh akselerasi plus menimbulkan polusi suara karena akselerasi membutuhkan bukaan throttle yang lebar. Bahkan anak-anak yang gemar bersepeda juga akan terganggu dengan adanya polisi tidur ini.

 

Buku murah di Toko Buku Periplus Bandara Internasional Juanda Surabaya

“Ketika harga buku hanya seharga sebungkus nasi maka tidak ada alasan untuk tidak membelinya”

Bayangkan ada sebuah buku yang harga awalnya 306.000 kemudian turun menjadi 114.000 dan masih didiskon 30% sehingga harga akhirnya adalah 79.800. Artinya harga akhir hanya 26% saja.

Itulah yang terjadi di Toko Buku Periplus Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Buku-buku yang masuk kategori bisnis dan self-help diberi diskon besar-besaran. Bahkan beberapa buku harga akhirnya hanya 51.000 rupiah saja.

Bahkan beberapa waktu lalu saya bisa mendapatkan buku Global Tilt dari Ram Charan hanya seharga 30.000 rupiah. Tiga puluh ribu rupiah adalah harga sebungkus nasi padang dengan lauk komplit.

Bayangkan hanya dengan 30.000 rupiah, kita mendapatkan buah pikiran, kebijaksanaan, pengetahuan terbaik dari para pakar yang berasal dari pusat ilmu pengetahuan (berbahasa Inggris).

Buku murah di Toko Buku Periplus Bandara Juanda

Jadi ketika anda sedang di bandara jangan lupa untuk mampir ke Toko Buku Periplus. Siapa tahu kita akan mendapatkan harta karun (buku-buku murah) di situ.