Perusahaan manufaktur tanpa bill of materials

Seorang teman bertanya, pernah masuk ke perusahaan X? Punya bill of materials-nya? Mana mungkin saya punya bill of material produk suatu perusahaan. Kalau pun perusahaan saya adalah salah satu pemasok, tidak mungkin bill of materials utuh yang dibagi,  pasti hanya sub-komponen saja. Dan kalaupun saya memiliki bill of materials sub-komponen tersebut tidak mungkin saya akan membocorkannya ker perusahaan lain.

Rupanya perusahaan teman saya ini sedang mengalami kerugian sekitar 200 milyar. Salah satu sebabnya ia tidak memiliki bill of materials terhadap produk-produknya. What?! Ini milenium kedua, masih ada perusahaan besar tidak memiliki bill of materials?!

Bill of Materials, biasa disingkat BoM, adalah daftar menyeluruh dan lengkap yang berisi semua komponen-komponen yang membentuk produk. Pada sebagian BoM juga terdapat informasi jumlah waktu, tenaga kerja dan jenis/lokasi mesin untuk memproduksinya.

Mengapa BoM ini sangat penting?

  1. Sebagai dasar penghitungan harga jual produk. Darimana kita tahu bahwa harga jual suatu produk memberikan keuntungan atau kerugian? Tentu saja setelah kita mengetahui biaya penyusun suatu produk yang terdiri dari bahan baku (BoM) ditambah dengan biaya-biaya lainnya.
  2. Sebagai dasar perencanaan kebutuhan bahan baku. Daria mana kita tahu bahwa komponen A harus dipesan dua kali lipat daripada komponen B? Tentu saja dari BoM. Di dalam BoM disebutkan bahwa produk kita tersusun dari 2A + B.
  3. Menghindari shortage atau kehabisan bahan baku. Misalkan saja pada saat proses produksi ternyata komponen B memiliki banyak reject sehingga stok komponen B digudang terpakai lebih banyak daripada biasanya untuk menggantikan komponen yang reject. Ketika kita memiliki BoM yang terintegrasi dengan perangkat lunak ERP (Enterprise Resource Planning) maka kita bisa mengatur reminder atau pengingat ketika stoksebuah komponen mencapai level tertentu.
  4. Sebagai acuan perbaikan produk. Kita bisa melakukan perbaikan produk jika kita memiliki data menyeluruh dan rinci tentang bahan-bahan penyusun produk kita. Misalkan produk kita yang tersusun dari 2A + B tadi bahan bakunya adalah plastik ABS. Setelah dilakukan analisa dan penelitian ternyata komponen B bisa diganti dengan plastik Polipropilen yang harganya lebih murah tetapi fungsinya tidak terganggu dengan penggantian material tadi.
  5. Menyatukan berbagai fungsi di dalam perusahaan. Jika sebuah perusahaan memiliki BoM maka akan lebih mudah baginya untuk mengkomunikasikan produk antar departemen terkait seperti produksi, riset & pengembangan, pembelian, kontrol mutu, dan sebagainya karena bahasa yang dipakai sama, bahasa BoM.

Bagi kita yang masih awam dengan konsep bill of materials ini bisa berkunjung ke situs berikut:

  1. Manufacturing Global
  2. Bill of Materials

Contoh Bill of materials untuk produk Drilling Jig

 

Tampilan 3D dari drilling jig dari beberapa sudut

Lapangan Terbang di sekitar Jakarta

Mereka yang terbiasa bepergian dengan pesawat udara tentu tidak asing dengan Bandara Sukarno-Hatta dan Halim Perdanakusumah, dua bandara yang menjadi urat nadi transportasi Jakarta dan area di sekitarnya. Selain kedua bandara tersebut, terdapat sejumlah Lapangan Terbang (airstrip) yang keberadaanya kurang populer, bahkan banyak orang yang tidak mengetahuinya.

Lapangan Terbang Pondok Cabe

Lapangan Terbang Pondok Cabe adalah lapangan terbang milik Pelita Air, anak perusahaan Pertamina. Secara administratif terletak di Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan.

Selain melayani operasional Pelita Air, Lapangan Terbang Poncok Cabe juga digunakan untuk perawatan pesawat milik Pelita Air, pangakalan Penerbang Angkatan Darat (Penerbad) dan pangkalan Polisi Air dan Udara (Polairud).

Lapangan Terbang Pondok Cabe

Lapangan Terbang Budiarto

Lapangan Terbang Budiarto adalah lapangan terbang milik Kementerian Perhubungan RI. Terletak di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Bandara ini merupakan sarana pendidikan dan latihan bagi Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia.

Lapangan Terbang Budiarto

Lapangan Terbang Rumpin

Lapangan Terbang Rumpin adalah lapangan terbang milik TNI Angkatan Udara. Lapangan terbang ini merupakan peninggalan dari masa pendudukan Jepang pada masa Perang Dunia II. Lapangan terbang ini bisa dipastikan yang paling tidak dikenal dari dua lapangan terbang yang tidak terkenal di atas karena selain lokasinya paling dan jauh dari lalu lintas utama, lapangan terbang ini lama terbengkalai sebelum direvitalisasi.

Sejak tahun 2012 lapangan terbang ini kembali beroperasional sebagai lapangan terbang darurat, pelatihan dan markas Detasemen Bravo Paskhas.

Lapangan Terbang Rumpin

 

Lokasi Lapangan Terbang (Airstrip) di sekitar Jakarta

Snack dan makanan ringan halal di Ho Chi Minh City (Saigon)

Malam itu setelah belanja di Ben Thanh Market kami coba mampir ke Family Mart untuk melihat-lihat snack dan makanan ringan ala Vietnam. Kami menemukan Indomie Goreng seharga 6000 dong. Penasaran kami coba untuk melihat-lihat mie jenis lain. Ternyata ada juga mie buatan Vietnam yang berlabel halal.

Label Halal pada Mie Ngon Ngon

Ngon Ngon – Halal noodles

Setelah itu kami menemukan beberapa snack lain, salah satunya Green Peas alias kacang polong hijau dengan Label Halal. Pada Label Halal tertulis “Islamic Community of HCMC VN”.

Halal Green Peas – Vietnam

Berpindah-pindah pekerjaan – Banyak keuntungannya

Kemarin sempat mengobrol dengan teman seorang HR di perusahaan Jepang. Dia bercerita betapa sulitnya mencari seorang cost estimator. Refleks, otak ini langsung bekerja memilah-milah profil dari beberapa teman yang  cocok untuk posisi ini. Nihil. Tidak ada satupun. Selain teman HR tadi, sebelumnya ada dua teman lain yang masing-masing sedang membutuhkan production engineer dan sales.

Sore ini bertemu dengan teman lama, dulu sering gowes bersama. Bahkan kami pernah menggowes rute-rute yang cukup ekstrim dari segi jarak dan beratnya medan. Salah satunya bahkan digowes hanya berdua saja. Dari jam 7 pagi sampai jam 11 malam!

Teman gowes ini bercerita tentang pekerjaannya setelah keluar dari perusahaan tempat kami bekerja dulu. Mulai dari marketing, sales, sampai cost estimating. Setidaknya sudah lima perusahaan ia jelajahi dengan pengalaman meliputi produksi, control vendor, industrial engineering dan marketing tadi.

Dengan melihat luasnya pengalaman teman gowes tadi dan kesesuaiannya dengan profil yang dibutuhkan teman-teman kerja, artinya teman gowes ini memenuhi kriteria dari ketiga lowongan tersebut, production engineer, cost estimator dan sales. Seandainya teman gowes tadi seumur hidupnya hanya di bidang produksi maka pilihanya banyak. Tetapi karena ia pernah memegang dan mengeksekusi berbagai jenis pekerjaan berbeda maka ketika terdapat lowongan jenis-jenis pekerjaan tersebut dia layak untuk menjadi kandidat.

Kutu loncat bukan hal buruk dan negatif. Terutama jika di masing-masing dahan tempat ia hinggap ia berhasil meninggalkan legacy, prestasi ataupun achievments yang terukur dan diakui.

Kopi “O” khas Batam

Saya sudah berkunjung ke Batam tiga kali. Di tiap kunjungan tersebut saat makan siang atau malam, tak lupa selalu memesan Kopi “O”. Salah satu alasan karena di Bekasi atau Jakarta kopi murah didominasi oleh kopi sachet. 

Nahh di Batam kopi non-sachet tersebut dijual dengan harga yang masuk akal. Kisarannya 6-10 ribu per cangkir. Dan hampir semua warung makan menyediakan kopi tersebut. Sementara di Bekasi atau Jakarta kopi non-sachet biasanya hanya ada di kafe. Tahu sendiri kan harga makanan dan minuman di kafe kurang ramah bagi kantong.

Rasa kopinya kental dibanding kopi hitam sachetan merek terkenal. Gulanya tidak terlalu banyak dan selalu dibiarkan dalam kondisi belum teraduk alias masih mengendap di bagian bawah cangkir/gelas. Jika kita suka kopi pahit sebaiknya tidak usah diaduk.

Bekerja ditemani kopi O

Kopi O dan Mie Tarempa

Perpustakaan Keliling Bunda

Ketika melihat buku-buku bocah semakin banyak terpikir untuk berbagi dengan anak-anak di sekitar rumah. Kebetulan di sore hari Bunda mengantar Kamilah dan Emil mengaji. Nahh buku-buku tersebut bisa dibawa lalu saat anak-anak istirahat dari mengaji mereka bisa membacanya di emperan masjid.

Dipilihlah beberapa buku yang tidak terlalu tebal dan banyak gambar. Alasannya supaya anak- anak bisa segera menyelesaikan bacaannya dan buku-buku bergambar lebih menarik.

Ternyata buku-buku yang dibawa Bunda laris dan disukai anak-anak. Beberapa anak yang belum menyelesaikan bacaannya berpesan agar besok dibawa lagi.

Sebagian koleksi perpustakaan keliling Bunda

Membaca buku saat istirahat mengaji

Produk berteknologi tinggi dan industri dalam negeri

Ketika sebuah produk manufaktur dibuat, bias dipastikan sebagian besar bahan baku dan bahan penunjang proses produksinya memakai bahan-bahan yang tersedia di dekat fasilitas produksi. Dengan kata lain memakai bahan-bahan domestik karena lebih dekat dan biasanya lebih murah. Pada saat pengembangan produk, lebih mudah untuk bekerja sama dengan produsen bahan-bahan baku dan penunjang domestik daripada produsen dari negara lain (impor). Kecuali bahan-bahan tersebut tidak tersedia di daam negeri.

Efeknya adalah ketika produk manufaktur tersebut selesai dibuat, service manual dari produk tersebut biasanya mencantumkan bahan-bahan domestik yang telah dipakai dalam proses pengembangan maupun produksinya.

Bagaimana jika produk manufaktur tersebut adalah sebuah pesawat terbang yang terdiri dari ribuan komponen berteknologi tinggi yang proses perawatannya harus mengikuti service manual tanpa ada toleransi sedikitpun?

Maka ketika pesawat terbang tersebut telah terbang ke negara lain selama ia dipakai maka akan tetap memberikan pasar bagi industri di negara asalnya karena proses perawatannya “harus” memakai bahan-bahan dari negara asal. Mungkin saja bahan-bahan untuk perawatan pesawat tersebut memiliki padanan dari negara lain akan tetapi selama ia tidak direkomendasikan dalam service manual maka kecil kemungkinannya akan dipakai .