Selotip (lakban) dalam kehidupan sehari-hari

Aktif jual beli online? Pasti akrab dengan aktivitas pengepakan atau minimal pernah membuka packing jika kita sebagai konsumen. Pada sebagian besar packing pasti memakai lakban atau selotip.

Menjelang puasa biasanya penjualan kulkas meningkat karena orang-orang membutuhkan minuman dingin untuk berbuka puasa. Jika kita membeli kulas baru pada sebagian besar dalamannya, tray, pocket, case dan rak akan diikat dengan strapping tape berwarna biru. Gunanya agar selama perjalanan tray, pocket, case dan rak tidak berhamburan/tetap pada tempatnya.

Strapping tape di dalam kulkas

Suka minum kopi sachet? Atau minuman penyegar dengan rasa buah-buahan? Bahan pembungkus kopi dan minuman tersebut biasa disebut flexible packaging. Flexible packaging tersebut dibuat dengan mesin cetak dan mesin laminasi berkecepatan tinggi sampai dengan 300meter/menit. Bahan bakunya berupa gulungan plastik/film. Pada proses printing, ketika satu gulungan sudah habis maka rol baru harus diumpankan tanpa menurunkan kecepatan mesin. Rol baru tersebut disambungkan ke rol lama yang sudah habis secara otomatis (splicing) untuk itu diperlukan selotip sebagai penyambung antara rol lama dan rol baru.

Sedang menyusun tesis, skripsi atau makalah dan dicetak di kertas HVS ukuran A4? Kertas-kertas tersebut melalui serangkaian proses seperti calendering, coating, slitting, rewinding dan sheeting. Proses-proses tersebut membutuhkan selotip untuk menyambung bahan baku kertas yang berbentuk gulungan roll besar. Pada sebagian proses, kecepatannya sangat tinggi sampai 1200 meter/menit. Proses penyambungan tersebut tidak boleh menurunkan kecepatan apalagi sampai putus di tengah jalan karena bisa mengakibatkan downtime yang cukup lama.

Kapan terakhir naik pesawat? Di beberapa bagian pesawat juga memakai selotip khusus. Pada galley dan lavatory biasanya pada bagian lantai dilapisi selotip untuk mencegah tumpahan cairan/air menembus lantai dan mencapai struktur rangka pesawat yang dapat mengakibatkan korosi. Pada ruangan kargo di bawah kabin, celah-celah antar panel ditutup dengan selotip dari bahan serat kaca yang dianyam berbentuk kain sehingga di sebut glass cloth tape. Fungsi dari selotip ini adalah sebagian pengaman agar ketika terjadi kebakaran di ruang kargo tidak mencapai kabin.

Celah-celah antar panel-panel dinding pada ruang kargo ditutup dengan glass cloth tape

Di darat, selotip banyak dipakai pada pengecatan bagian-bagian mobil yang memiliki dua warna atau lebih. Selotip dipakai untuk menutup bagian yang tidak boleh terkena cat dari warna lain pada saat proses pengecatan. Selotip ini biasanya disebut masking tape. Bahan masking tape ini bermacam-macam, ada dari kertas, polyethylene, PVC dan polyester.

Beberapa produk furniture yang dirancang untuk bertahan lama, catnya biasa memakai powder coating. Pada proses pengecatan ini, pengeringannya dilakukan di dalam oven bersuhu tinggi sampai 200 derajat Celcius. Jika terdapat bagian-bagian yang tidak boleh ter-coating maka pada bagian tersebut harus ditutup dengan masking tape. Masking tape ini memakai jenis khusus karena harus tahan suhu tinggi tadi. Biasanya memakai bahan polyester dan perekatnya dari bahan silicone.

Masih merokok? Pada proses pembuatan rokok juga dibutuhkan banyak jenis selotip. Mulai pada saat pembuatan kertas rokok, selotip dibutuhkan pada saat penutupan gulungan kertas, roll closing. Lalu pada saat pembuatan batang rokok, cigarette making, selotip dari bahan UHMW PE dibutuhkan pada mesin cigarette maker agar tembakau yang berkecepatan tinggi tidak mampet. Selotip dari bahan UHMW PE ini membuat lintasan tembakau selalu licin. Ada yang tahu berapa kecepatan produksi mesin cigarette maker ini? 9000 batang/menit.

Uang kertas kita sobek? Biasanya bagian yang sobek tersebut kita satukan lagi dengan selotip bening agar ketika jual beli tidak ditolak. Atau poster, dokumen dan bahan cetak lain ada yang robek? Biasanya kita selalu mencari selotip untuk menyambung bagian yang robek tersebut.

Sebenarnya masih banyak lagi pemakaian selotip dalam kehidupan sehari-hari, tapi yang satu ini sangat unik dan menarik. Konon, Magic Tape 810 dari 3M bisa dipakai untuk menyalin sidik jari kita. Gunanya apa? Nitip absen di mesin pembaca sidik jari. Jangan ditiru, ya!

Advertisements

Group yang selalu benar

Siapakah group yang selalu benar? Group sebelah.

Kenapa bisa begitu? Karena orang-orang dengan gampangnya melakukan “copas dari group sebelah” tanpa pernah melakukan verifikasi kebenaran informasi atau isi tulisannya.

Bukankah ada smartphone yang bisa membantu? Pemakai smartphone belum tentu cukup cerdas untuk menggunakan smartphone-nya untuk menyaring informasi.

Bukankah google sudah menjadi default mesin pencari di sebagian besar smartphone? Sebagian besar orang terlalu malas untuk sekedar mengetik beberapa kata kunci dan menekan tombol Enter. Apalagi memilah-milah dan menganalisa hasil pencarian tersebut.

Pernahkah menemukan “copas dari group sebelah” lalu ditambahkan dengan “menurut analisa dan verifikasi yang saya lakukan, informasi ini bisa dipercaya“?

Pernahkan terpikir, ketika kita membagi informasi yang salah atau hoax, bisa beurujung fitnah atau celaka bagi orang yang mempercayai informasi tersebut?

Yang kita butuhkan adalah solusi. Bukan sekedar produk

Ini cerita tentang sebuah industri manufaktur yang sedang mencari solusi untuk merakit dua buah komponen menggunakan adhesive/lem. Yang dibutuhkan adalah adhesive yang cepat kering dan memiliki toughness dan peel strength yang bagus.

Kenapa industri tersebut harus beralih ke adhesive untuk merakit komponennya? Karena tuntutan tren dan teknologi yang membuat komponen-komponen yang harus dirakit menjadi semakin tipis dan luas bidang kontak untuk proses perakitan menjadi semakin sempit sehingga tidak bisa lagi dirakit dengan double tape.

Perusahaan saya menawarkan solusi menggunakan PUR (polyurethane reactive) adhesive yang memiliki karakteristik seperti yang diinginkan customer di atas.  Aplikasi PUR adhesive tersebut harus menggunakan dispensing machine dan kami menyarankan agar memakai produk dari partner kami yang sudah berpengalaman dalam liquid dispensing machine dan telah berkolaborasi dengan perusahaan kami dalam waktu yang lama.

Merasa bahwa harga yang ditawarkan partner kami terlalu mahal mereka berusaha mendapatkan mesin dari China. Bahkan tawaran demo dan trial gratis dari kami tidak mereka manfaatkan dengan alasan mereka sudah terbiasa dan berpengalaman dengan berbagai mesin otomasi. Begitu juga berbagai opsi mesin dari partner kami dengan harga yang lebih kompetitif mereka abaikan.

Karena secara prinsip adhesive tersebut bisa dipakai menggunakan mesin apa saja asal sesuai kami memberi kebebasan kepada mereka. Bahkan kami memberikan beberapa sample untuk dicoba pada mesin yang akan mereka beli.

Selang beberapa minggu tiba-tiba mereka kembali mengontak partner kami dan meminta penawaran. Beberapa hari kemudian bahkan mereka sudah mengeluarkan order pembelian mesin (PO).

Konon harga mesin dari China yang murah tersebut adalah harga mesin saja. Sementara untuk training mereka harus mengeluarkan biaya lagi. Tidak ada distributor atau perwakilan di Indonesia. Ketersediaan suku cadang juga mengkhawatirkan karena mereka bukan pemain global dan order suku cadang harus ditujukan ke China.

Dari kasus ini bisa kita simpulkan bahwa seringkali yang kita butuhkan bukan sekedar produk akan tetapi juga solusi dan layanan purna jual. Untuk apa memiliki sebuah produk jika untuk memakainya kita mengalami kesulitan karena harus belajar sendiri. Ataupun jika mereka memberikan fasilitas training karena tidak ada partner lokal maka akan ada kendala bahasa? Bagaimana jika tiba-tiba ada kerusakan dan membutuhkan sparepart? tentu akan lebih mudah jika ada support dari lokal untuk mengatasi hal itu dibanding support dari luar negeri yang lead time-nya juga lama.

Perbedaan teh Jawa dengan teh Sunda

Biasanya jika seseorang di Jatim dan Jateng menawarkan dan menghidangkan teh maka yang dimaksud adalah teh manis. Sedangkan di Jabar, jika seseorang menawarkan dan menghidangkan teh maka yang dimaksud adalah teh tawar. Bagi orang-orang yang merantau dari Jatim dan Jateng ke Jabar untuk pertama kali pasti akan mengalami hal ini saat makan di Warung Tegal maupun Warung Sunda. Maksud hati ingin mendapatkan teh manis, yang dihidangkan malah teh tawar 🙂

Penasaran dengan hal tersebut saya menduga-duga apakah ini disebabkan oleh (dulu) perbedaan kemudahan distribusi gula dan populasi pabrik gula di masing-masing daerah. Jadi premisnya adalah karena di Jateng dan Jatim gula lebih mudah didistribusikan dan pabriknya lebih banyak maka gula lebih mudah didapatkan sehingga dari jaman dahulu orang terbiasa menambahkan gula ke dalam teh seduh.

Setelah bertanya ke om Google dengan kata kunci “peta lokasi pabrik gula di indonesia” kemungkinan besar premis saya tadi ada benarnya. Dari situs http://pabrikgula-baru.blogspot.sg – milik orang yang berkecimpung di industri gula, ternyata pabrik gula di Indonesia memang terkonsentrasi di Jatim dan Jateng.

Peta lokasi pabrik gula di Pulau Jawa

Peta lokasi pabrik gula di Pulau Jawa

Berbekal peta di atas, kemungkinan di jaman dulu gula lebih sulit didapatkan atau harganya cukup mahal di Jabar sehingga orang lebih memilih untuk meminum teh tawar. Kebiasaan tersebut terbawa sampai saat ini.

Agar plastik menempel kuat

Mengapa sebagian besar plastik sulit menempel atau licin? Karena sebagian besar plastik merupakan bahan dengan surface energy rendah (low surface energy material). Contoh lain dari bahan dengan surface enery rendah adalah Wajan Teflon. Sebagian besar plastik gaya tarik molekulernya sangat rendah sehingga ketika ditetesi air, air pun akan tetap menggumpal bukannya membasahi. Bahan-bahan dengan surface energy rendah tidak akan menempel dengan kuat ketika disatukan, diikat atau dilem dengan adhesive.

Tabel surface energy

Misalkan kita punya lem epoxy dimana surface energy-nya sekitar 40mJ/m2 lalu kita pakai untuk menempelkan Polystyrene dimana surface energynya 36mJ/m2 maka hasil penempelan tersebut tidak akan kuat karena surface energy lem di atas surface energy bahan. Dalam konteks daun talas atau wajan teflon tadi, lem epoxy tidak akan membasahi permukaan polystyrene. Atau dengan kata lain molekul-molekul di permukaan bahan polystyrene tidak mampu menarik molekul-molekul  epoxy karena surface energynya lebih rendah.

Agar bahan-bahan dengan surface energy rendah bisa ditempel dengan kuat harus diberikan perlakuan khusus kepada permukaan baik secara mekanik ataupun kimia. Metode perlakuan permukaan secara kimia lebih banyak dipakai karena cepat dan murah tidak membutuhkan perlakuan khusus, yaitu dengan memberikan adhesion promoter (primer) pada permukaan yang akan ditempel atau dilem. Contoh adhesion promoter untuk permukaan plastik yang banyak dipakai adalah 3M Primer 94.

Adhesion promoter (3M Primer 94)

Aplikasinya sangat mudah. Agar primer tidak banyak menguap sebaiknya dipindahkan ke cawan atau kaleng kecil dan kaleng besarnya ditutup. Aplikasi primer bisa memakai busa/foam atau kuas. Permukaan plastik yang akan ditempel cukup dioles tipis dan merata. Setelah primer mengering (2 – 5 menit) maka permukaan plastik siap ditempel dengan adhesive ataupun double tape.

Anamnesa dan kepo ala engineer

Tidak semua pelanggan memberi akses kepada para pemasoknya untuk melihat dan mengamati proses produksinya. Karena itu sering kali dalam usaha memberikan solusi kepada pelanggan hanya berdasarkan wawancara interogatif saja (kadang-kadang gaya wawancara engineer lapangan itu  melebihi interogasi ala polisi :P). Wawancara ini sangat penting untuk mendapatkan semua data yang dibutuhkan untuk mengetahui kebutuhan sebenarnya (exact needs) dari pelanggan sehingga solusi yang diberikan pun tepat sasaran.

Jika dipikir-pikir proses wawancara ini mirip dengan anamnesa yang dilakukan dokter kepada pasiennya. Menurut dr. Razi, anamnesa adalah suatu tehnik pemeriksaan yang dilakukan lewat suatu percakapan antara seorang dokter dengan pasiennya secara langsung atau dengan orang lain yang mengetahui tentang kondisi pasien, untuk mendapatkan data pasien beserta permasalahan medisnya.

Nahh… sebagai technical service engineer, application engineer, field service engineer atau engineer apapun yang sering keluyuran dan jalan-jalan  ke pelanggan, kami juga melakukan hal serupa. Kami pasti cerewet dan kepo saat bertemu pelanggan.

Contoh ke-kepo-an kami saat bertemu pelanggan seperti ini (tentunya setelah melalui serangkaian basa yang tidak basi):

  1. Proses pre-treatment-nya terdiri dari apa saja, Pak?
  2. Masing-masing dilakukan di suhu berapa?
  3. Dip coating dilakukan di suhu berapa?
  4. Pengeringan memakai oven? Pada suhu berapa? Berapa lama?
  5. Kenapa proses masking tidak dilakukan setelah pre-treatment?

Dari proses anamnesa tersebut akhirnya saya dapatkan data pre-treatment terdiri dari proses pencelupan Basa (70C) – Asam (suhu ruang) – Basa (50C). Dip coating (kondisi basa) dilakukan pada suhu ruang. Pengeringan memakai oven pada suhu 100C selama 10 menit. Proses masking tidak dilakukan setelah pre-treatment karena memakai lini produksi kontinyu yang tidak bisa diinterupsi.

Artinya, produk masking yang  ditawarkan akan disiksa pada kondisi basa-asam-basa-basa lalu dipanggang pada suhu 100C.  Dengan kondisi ekstrim seperti itu maka tidak banyak masking tape yang bisa bertahan. Senangnya ketika bertemu aplikasi ekstrim adalah tidak banyak pemainnya 🙂

Dip coating

Kepo ala engineer ini sekarang diganti dengan bahasa yang lebih keren, voice of customerVoice of the Customer is a market research technique that produces a detailed set of customer wants and needs.

 

 

Review film Jason Bourne

30 Juli 2016, di Cinemaxx Orange County Lippo Cikarang

Setelah menunggu sekian lama akhirnya tetralogi Bourne menjadi kenyataan. Komentar saya: resep lama, alur yang hampir serupa, lokasi yang tidak jauh berbeda.

Di Jason Bourne kita disuguhi cyber-intelligence dan cyber-army yang semakin canggih. Bagian ini sudah ada sejak Bourne Identity. Melalui bagian ini kita bisa melihat perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan jaringan mulai jaman monitor tabung sampai ke monitor sentuh.

Setting lokasi juga masih berkisar di Langley Virginia, Berlin, London dan tambahan lokasi baru di Athena, Reykjavik, Israel dan sedikit di perbatasan Albania-Yunani.

Komentar terakhir. Film ini cukup mengobati kerinduan penggemar Bourne tetapi tidak ada kejutan baru yang berarti. Bourne Legacy justru memberi warna baru terutama pada segmen di Alaska ketika berjibaku melawan drone.

Oh ya, tokoh favorit saya Heather Lee alias Alicia Vikander. She looks smart and innocent meski bagian akhir film ini justru menunjukkan betapa berbahayanya ia .

Selamat menonton!