Tahap-tahap pengembangan dan pembuatan pesawat terbang

Jika anda diminta mendesain pesawat terbang ringan yang berkapasitas 2 orang penumpang, tahapan apa saja yang perlu diperhatikan untuk mendesain pesawat? Jelaskan dan beri contoh desain anda!

Pertanyaan itu merupakan salah satu soal latihan pada sebuah buku teks untuk mata kuliah Optimasi Desain Produk.

Jawabannya ada pada sebuah bahan kuliah (lecture notes) yang ditulis oleh Schijve pada tahun 1982 dan diajarkan di ITB, Lecture Notes on Static Tesile Strength and Stress Corrosion of Aircraft Materials ans Structures .

Desain pesawat terbang melibatkan dan mencakup banyak bidang, a.l.:

  • Dimensi dan bentuk-bentuk aerodinamis (pengujian terowongan angin)
  • Stabilitas dan performa pesawat terbang
  • Berbagai macam sistem (mesin, undercarriage, sistem kontrol, elektronika/avionik, sistem hidrolik, dll)
  • Tata letak struktur dan pemilihan material

Daftar tersebut bisa diperpanjang dan dibuat lebih detil.

Desain pesawat terbang adalah salah satu bidang ilmu teknik yang paling maju dan berkembang. Meski demikian, ia tidak bisa dilakukan tanpa adanya pengujian-pengujian. Pengujian adalah aktivitas pelengkap dan penyempurna untuk menganalisa, menghitung, memprediksi dan mengestimasi. Hal ini biasanya dilakukan saat pengujian terowongan angin. Sangat ceroboh dan gegabah jika desain pesawat terbang tanpa program pengujian di dalam terowongan angin. Sangat mungkin bahwa sifat-sifat aerodinamis sangat berbeda dengan yang diharapkan. Begitu juga ketidakpastian tentang kekuatan statis dan sifat kelelahan dalam fase desain bisa djelaskan oleh pengujian pada komponen-kompnen yang menjadi spesimen.

Gambar 1. Tahap pengembangan dan pembuatan pesawat terbang

Gambar 1. Tahap pengembangan dan pembuatan pesawat terbang

Setalah desain ditetapan, produksi bisa berjalan. Sebagian dari pesawat-pesawat produksi pertama akan dipakai untuk proses pengujian. Pengembangan pesawat-pesawat oderen saat ini membutuhkan pengujian-pengujian sbb:

  • Pengujian terbang untuk memeriksa stabilitas dan kinerja pesawat terbang
  • Pengujian statis dengan struktur berskala penuh
  • Pengujian kelelahan dengan struktur berskala penuh
  • Pengujian fungsional pada sistem-sistem dalam pesawat terbang

Pengujian terbang membutuhkan pesawat dengan peralatan lengkap. Untuk pengujian statis dan kelelahan, cukup dilakukan dengan struktur pesawat tanpa sistem-sistem terpasang. Pengujian fungsional dapat dilakukan pada komponen-komponen yang relevan seperti sistem pelipatan roda pendarat, sistem operasi flap, dll).

Mengapa pengujian-pengujian yang mahal ini dibutuhkan? Yang utama, hal ini harus dilakukan untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya terhadap sifat-sifat dan perilaku pesawat terbang. Kedua, pengujian dapat mengungkap permasalahan tersembunyi yang terabaikan. Kita harus yakin bahwa pesawat terbang selain ekonomis juga aman. Ketiga, pengujian disyaratkan oleh otoritas keselamatan penerbangan.

Pesawat yang beroperasi harus selalu berada dalam kondisi bagus selama beberapa tahun tanpa perawatan berlebihan. Meski demikian, sangat dimungkinkan akan muncul beberapa masalah di kemudian hari. Yang paling utama dan penting adalah kelelahan, korosi, keausan, kerusakan, dll. Sangat memungkinkan untuk mencegah masalah-masalah tersebut dengan memperbaiki desain pesawat terbang atau dengan teknik produksi yang lebih baik. Tanggung jawab bagian desain pesawat sangat besar akan tetapi kualitas produksi juga sangat berpengaruh. Pada gambar di atas, garis putus-putus mengindikasikan informasi umpan balik yang berguna untuk memperbaiki desain.

Jika kita membatasi dan mefokuskan gambar 1 pada struktur dan bahan pesawat terbang maka gambarnya akan menjadi:

Gambar 2. Tata letak struktur dan pemilihan bahan dalam desain pesawat terbang

Gambar 2. Tata letak struktur dan pemilihan bahan dalam desain pesawat terbang

10 Manfaat ISO bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

Judul asli:  10 Good Things for SMEs – what SMEs are saying.

Sebelumnya telah telah dijelaskan manfaat dan keuntungan penerapan standar ISO (salah satunya dan yang paling populer Sistim Manajemen Mutu ISO 9001) bagi perusahaan mikro, kecil dan menengah. Poin-poin yang dijelaskan tersebut masih bersifat teoritis atau peluang.

Berikut ini adalah manfaat yang benar-benar diperoleh oleh UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) setelah menerapkan standar ISO.

  1. Membantu peningkatan kualitas barang dan jasa. “Menjalankan bisnis yang memberikan layanan khusus (specialized) membutuhkan pengetahuan yang mendalam dan teliti tentang standar-standar teknis seperti ISO/IEC 17025 dan ISO 1996, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas produk-produk kami. Komitmen kami terhadap proses standarisasi memberikan peluang kepada perusahaan kami untuk berkontribusi kepada pengembangan standar-standar dan memberikan jaminan kepada pelanggan t erhadap mutu jasa-jasa yang kami tawarkan. Krisdany Cavalcante – dB-Laboratorie de Engenharia Acustica – Brazil
  2. Standar ISO membantu pertumbuhan, mengurangi biaya dan meningkatkan keuntungan bisnis. Standar ISO membantu kami memperoleh pasar baru untuk produk-produk kami dan menjadikan produksi dan penanganan bahan-bahan nano lebih aman. Faktor keamanan yang baru ditemukan saat ini telah membawa pertumbuhan yang signifikan. Menjadi salah satu perusahaan pertama yang mengadopsi dan menerapkan standar ISO untuk teknologi dan bahan nano (ISO/TS 12025, ISO/TR 13121 dan ISO/TR 13), membantu Avanzare mengamankan posisinya sebagai pemimpin di pasar bahan-bahan nano. Umumnya, penerapan standar akan menambah biaya, akan tetapi hal ini akan segera terbayar oleh terciptanya produk-produk baru dan penerapan proses-proses baru yang sejalan dengan panduan standar. Sekarang adalah waktu bagi pertumbuhan internasional yang tinggi, sehingga mengambil bagian pada komite nasional (AENOR) dan ISO menjadikan produk-produk kami mampu beradaptasi terhadap peraturan-peraturan internasional di masa mendatang. Julio Gomez – Avanzare – Spain.
  3. Standar ISO membuat bisnis anda memiliki keunggulan kompetitif. Pada saat bisnis ini dibangu pada tahun 2000, sudah menjadi pemahaman saya bahwa sebuah standar yang teruji bagi produk-produk dan layanan-layanan kami. Kami selalu bekerja dengan standar tinggi dan kami ingin pelanggan-pelanggan kami mengetahui dan mengerti hal tersebut. Pada suatu saat, kami mencoba untuk mendapatkan dan bekerja dengan sebuah klien besar yang mensyaratkan bukti-bukti teraudit terhadap metode-metode dan standar-standar pekerjan kami. Itu adalah saat di mana kami telah disertifikasi BS EN ISO 9001:2008. Keputusan tersebut telah menempatkan kami pada puncak keunggulan selain karena kualitas produk dan layanan kmi, sehingga hal tersebut menjaga hubungan baik dengan pelanggan, kepercayaan bisnis dan keuntungan. Mike Chilman – MC Fire Protection – United Kingdom.
  4. Standar ISO membuka pasar ekspor bagi produk dan jasa anda. Standar yang seragam dan harmonis membuat akses ke pasar lebih mudah, terutama bagi UMKM, karena mengurangi biaya dan waktu. Lebih dari itu, standar meningkatkan kepopuleran merek karena pelanggan mendapat jaminan. Nanotron mendapatkan teknologi yang dilindungi paten untuk solusi  sistim pemosisian lokal (Local Positioning System), yang melengkapi dan menyempurnakan GPS di dalam dan luar ruangan. Teknologi tersebut mengikuti standar ISO/IEC 24730-5 untuk pelacakan aset global yang meliputi essential IP untuk pemosisian yang teliti dan mantap. Keunggulan rasio kinerja terhadap harga pada solusi kami memungkinkan akses terhadap pasar real-time location system yang tumuh pesat. Meski demikian, penetrasi terhadap pasar global membutuhkan standarisasi. Jens Albers – Nanotron Technologies Ltd. – Germany
  5. Standar ISO membukakan pintu bagi pelanggan baru dan memperkuat bisnis yang sedang berjalan. Standar ISO memberikan pndasi yang kuat bagi bisnis kecil yang ingin memperluas basis pelanggannya. Dengan penerapan sistim manajemen mutu ISO 9001 kami memperbaiki proses-proses dan menurunkan biaya yang diakibatkan pekerjaan-pekerjaan yang tidak efisien. Hal tersebut mendatangkan peluang bisnis yang tidak mungkin terjadi seandainya kami tidak menerapkan sistim manajemen mutu yang terverifikasi. Meskipun Moselli Industries Ltd. hanya memiliki lima karyawan tetap dan dua pekerja paruh waktu, kami mampu menerapkan dan mendapatkan keuntungan dari standar ISO. Moses Maina – Moselli Industries Ltd. – Kenya.

    10 Manfaat ISO bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah

    10 Manfaat ISO bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah

  6. Standar ISO membantu anda berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan besar. Sebagai perusahaan kecil (jumlah karyawan 20 orang) yang hanya memiliki pesaing besar, Conematic harus menghasilkan kualitas yang mengungguli  persaingan yang sedang berjalan. Saat ini kami sedang memasuki pasar Amerika Serikat dimana kami berharap akan ada lonjakan permintaan. Kemampuan peningkatan kapasitas produksi harus dimiliki jika bersaing dengan perusahaan besar dan standar ISO 9001 memberikan kami proses untuk melakukan hal tersebut. Kami mengontrol lebih banyak hal dibanding 10 tahun lalu. Pada masa tersebut kami menghabiskan 75% jam kerja untuk produksi dan perakitan. Kini dengan jumlah yang sama kami bisa memproduksi lima kali lipat. ISO 9001 adalah perangkat yang paling tepat untuk mengelola pelipatgandaan kapasitas (scalability) dalam rantai pasok, membantu kami meningkatkan produktivitas dan keunggulan. Doug Smith – Conematic Heating Systems – Canada
  7. Standar ISO meningkatkan kredibilitas dan mejaga kepercayaan pelanggan. Sebagai produsen mie berbasis pengetahuan, kami membagi keajaiban kelezatan cita rasa melalui kreativitas dan inovasi produk dan layanan terus menerus. Dengan menerapkan sistem menyeluruh seperti ISO 22301berdasarkan manajemen kesinambungan bisnis, HACCP dan sertifikasi bebas pengenyal, kami bercita-cita membangun bisnis yang lebih kuat, ulet, dan lestari untuk menjaga kepentingan pelanggan dan pemangku kepentingan. Kami yakin dengan sertifikasi ISO 22301 dan kesiapan beroperasi dalam situasi genting akan meningkatkan kredibilitas kami sebagai pemasok unggulan dan memberikan rasa aman bagi pelanggan saat berbisnis dengan kami. Raymond Tan – Tan Seng Kee Food Pte. Ltd. – Singapore
  8. Standar ISO mempertajam proses bisnis dan meningkatkan efisiensi. Rentes Genevoises telah lama berkecimpung di dalam proses pengembangan berkesinambungan melalui berbagai macam aktivitas bisnisnya terutama dalam hal investasi real estate. Meski demikian saat itu kami belum memiliki perangkat untuk meningkatkan kredibilitas dan menunjukkan komitmen kami. Berkat sertifikasi ISO 50001, kami berhasil mencapai tujuan tersebut dan melibatkan mitra, pemasok dan penyewa kami dalam tujuan yang sama. Hal ini berfungsi sebagai katalis yang memungkinkan kami untuk menyusun dan mengintegrasikan semua pemagku kepentingan dalam visi jangka panjang untuk pengelolaan energi lestari. Pierre Zumwald – Rentes Genevoises – Switzerland
  9. Standar ISO memperkuat jurus pemasaran anda. Sebagai penyedia sistim spesifikasi bagi industri konstruksi Selandia Baru, Masterspec melambangkan tolok kualitas penting bagi pemilik dan pemakai bisnis konstruksi. Penggunaan berbagai macam standar domestik dan internasional, yang bermaksud mendefinisikan pemenuhan terhadap semua aspek kesehatan, keamanan dan kinerja, telah menjadi bagian terpenting bagi kesuksesan ini. Komponen kuncinya adalah ISO 9001 yang diadopsi di Australi dan Selandia Baru sebagai AS/NZS 9001. Standar tersebut, yang membantu mempertemukan antara kebutuhan pelanggan dan pemerintah, mendukung pendekatan pemasaran Masterspec untuk selalu meletakkan kualitas dan pelanggan di tempat teratas. Hal tersebut memperkuat penjualan dalam lingkungan yang kompetitif. Rolf Huber – Masterspec Construction Information Limited – New Zealand.
  10. Standar ISO membantu anda dalam mematuhi peraturan/perundangan. Standar ISO tidak hanya membantu anda dalam mematuhi peraturan, ia juga menujukkan kepada calon pelanggan potensial maupun otoritas bahwa kita bekerja sesuai peraturan dan menyediakan produk dan jasa berkualitas. Dalam bisnis kami, yang mengkhsuskan diri di bidang pelatihan penyelaman rekreasional dan instruktur penyelaman, ketiadaan standar nasional khusus menyebabkan banyak negara menerima standar ISO di bidang penyelaman (ISO 24801) sebagai peraturan yang harus diikuti. Ssalahsatu negara yang menjadikan standar ISO tersebut sebagai persyaratan legal bagi pusat-pusat penyelaman, mencatat angka penurunan kecelakaan penyeaman sebesar 24% selama periode dua tahun. Martin Denison – Scuba Schools Tauchausbildung – Austria.

Diterjemahkan dari: 10 Good Things for SMEs – what SMEs are saying (http://www.iso.org/iso/10goodthings.pdf)

Ledakkan bisnis Alih Daya – Outsourcing’s business booming

Judul asli: Outsourcing’s booming business – by Mary Ritchie on 6 January 2015

Alih daya adalah strategi bisnis yang bagus. Ia meningkatkan efisiensi, memangkas biaya, mempercepat pengembangan produk, dan memungkinan perusahaan berfokus kepada kompetensi intinya. Dengan bantuan standar ISO ia memiliki masa depan yang cerah.

Bagi banyak orang, alih daya adalah saran yang menakutkan. Namun model bisnis baru ini, dimana sudah diadopsi di berbagai belahan dunia baik oleh sektor publik maupun swasta, menawarkan banyak keuntungan. Ia memungkinkan organisasi mencapai tujuan-tujuan bisnis, menambah nilai, membuka jalan kepada sumberdaya utama dan mengurangi resiko. Dengan kata lain, dari bagian individual hingga pengelolaan sistem, keputusan untuk memilih penyedia eksternal memungkinkan perusahaan atau organisasi mengalihdayakan sebuah pekerjaan untuk berfokus kepada keunggulannya.

Masalah-masalah yang timbul biasanya berasal dari kurang dan buruknya praktik-praktik pengontrolan oleh para pelaku (governance).

Sementara sebagian besar publik memandang secara stereotip terhadap alih daya sebagai penghematan biasa dengan mengambil keuntungan dari upah buruh murah di negara lain, alih daya juga bisa dilakukan di dalam negeri. Ia juga bisa memberikan pengalih daya keahlian dan level produktivitas yang tidak bisa diperolehnya. Ketika terjadi defisit keahlian atau produktivitas (seringkali di bidang teknologi informasi) dan penyedia layanan bisa memberikan perbaikan, maka alih daya bisa menjadi solusi yang memnuhi kebutuhan kedua belah pihak.

Data statistik alih daya menunjukkan hal yang mencengangkan. Firma konsultasi manajemen dan akuntansi Deloitte, baru-baru ini menerbitkan Survei Global Outsourcing dan Insourcing 2014, yang meliputi implikasi bidang politik, regulasi, tujuan alih daya, teknologi dan pengelolaan vendor. Sebagai contoh, program kursus online udemy.com, menerbitkan statistik tahun 2013 dimana 43% sektor Teknologi Informasi telah dialihdayakan. Angka ini melonjak tajam menjadi 60% di tahun 2014. Deloitte juga memprediksi alih daya akan terus berkembang dengan pertumbuhan 12% sampai 26%.

Skala Ekonomis

Meski bapak alih daya -ahli ekonomi Britania, David Ricardo- telah mencetuskan sejak abad 19 dengan prinsip ekonomi “keunggulan komparatif”, baru pada tahun 1989 perusahaan layanan citra, Eastman Kodak mengambil langkah yang kemudian menjadi revolusioner dengan mengalihdayakan sistem teknologi informasinya.

Sampai waktu tersebut, model bisnis ideal adalah dengan memiliki perusahaan besar yang terintegrasi dengan baik, mengelola dan mengontrol secara langsung aset-asetnya. Tetapi perusahaan-perusahaan besar kemudian mendapati dirinya tidak mempu berkompetisi dalam persaingan global dikarenakan struktur manajemen yang membengkak merintangi fleksibilitas. Diversifikasi kemudian menjadi istilah yang digunakan untuk mendorong perluasan basis perusahaan dan mengambil keuntungan dari skala ekonomis. Bagi banyak perusahaan besar, hal ini kemudian melahirkan strategi yang memusatkan pada bisnis dan kompetensi inti, menentukan apa yang genting dan apa yang tidak bagi bagi pertumbuhan perusahaan di masa depan.

Mengukur resiko dan peluang

Sementara alih daya terlihat sebagai solusi ideal bagi entitas yang menginginkan biaya overhead selalu serendah mungkin dan jumlah pekerja internal sesedikit mungkin, ada hal-hal beresiko yang harus dihindari. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mempelajari pro dan kontra tentang alih daya. Booz Allen Hamilton, konsultan teknologi dan manajemen ternama, mengeluarkan laporan pada tahun 2014 yang menggambarkan “sebuah laporan beragam dari alih daya tadisional”. Meski demikian ia menyatakan: “Penghematan dihasilkan karena penyedia alih daya bisa mengakses tenaga kerja yang murah dan fleksibel, dan teknologi mutakhir yang paling efisien. Perusahaan-perusahaan melaporkan bahwa mereka bisa menghemat biasa sampai 15% melalui alih daya.”

Datamark Incorporated, yang melayani manajemen konten perusahaan bag perusahaan-perusahaan di dalam klub Fortune 500, mendukung klaim tersebut. Pada laporan tahun 2014, ia melakukan analisa setahun dan beberapa tahun terhadap “komponen tunggal” proses bisnis yang diputuskan untuk dialihdayakan. Dengan mengambil sampel yang cukup mewakili bisnis-bisnis yang sedang dipelajari, Datamark menemukan penghematan sebesar 33%. Hal ini secara nyata menunjukkan penurunan yang sangat signifikan dalam pengeluaran bagi beberapa bisnis dan memberikan dorongan bagi bisnis lainnya untuk mengikuti model bisnis yang sangat menarik ini.

Bagaimana ISO membantu model binis ini?

ISO 37500 membicarakan isu-isu fleksibilitas dalam perencanaan dan persiapan alih daya.

Adrian Quayle, ketua dari komite proyek ISO/PC 259 tentang Alih daya yang sedang berjalan dan Dr. Gargi Keeni dari Tata Consultancy Services berkata kepada ISO Focus. Quayle menerangkan bahwa menjadi jelas bahwa penyusun standar harus membahas isu-isu yang muncul pratik bisnis ini. ISO/PC 259 dibentuk sebagai respon terhadap metodologi yang sangat luas yang dikembangkan pada permulaan lahirnya industri alih daya.

Menindaklanjuti survei yang dilakukan dilakukan oleh badan standar Belanda (NEN), dibuatlah sebuah proposal untuk mengembangkan sebuah standar internasional ISO. Para pelaku alih daya mencari kosakata umum bagi semua sektor industri, termasuk konsep-konsep tipikal aih daya, untuk meningkatkan pemahaman dari semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengelolaan siklus hidup alih daya.

Hal ini pada akhirnya mengarah kepada pengkonsepan dan publikasi ISO37500:2014 Alih daya, dimana penyusunnya adalah pelaku-pelaku alih daya yang berpengalaman dari berbagai belahan dunia. Usaha tak kenal lelah dilakukan untuk memastikan bahwa standar memberikan landasan independen (dari pengaruh jenis industri) dan umum, sehingga di masa depan memungkinkan untuk dilakukan penambahan dan penyesuaian untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri tertentu.

Semangat kerjasama.

Dari semua pakar yang diundang, Dr, Keeni adalah kontributor kunci. Sebagaimana yang diberitahukan kepada ISO Focus, “Tantangannya adalah mengakomodasi pandangan-pandangan semua pemangku kepentingan, dar sektor publik maupun swasta.” Meski demikian, ia berharap semangat kerja sama dari semua pihak, yang mana merupakan kunci dari pemecahan pusat-pusat konflik pandangan akibat kebutuhan dan keinginan yang rumit, khususnya berkenaan dengan apakah novasi dan perbaikan berkesinambungan harus dimasukkan dalam siklus hidup, atau pentingnya  ketaatan terhadap kebutuhan-kebutuhan kotraktual agar lebih diutamakan .

Quayle menerangkan, “Sebagaimana berfokus kepada proses-proses umum dan praktik-praktik terbaik agar sukses, tim ini meletakkan cara pengontrolan oleh pelaku sebagai jantung dari standar. Pengalaman menunjukkan banyak masalah yang timbul akibat praktik-praktik pengontrolan oleh laku yang kurang atau buruk.”

ISO 37500 membahas isu-isu fleksibilitas dalam penyusunan alih daya, mengakomodasi perubahan kebutuhan-kebutuhan bisnis. Risiko yang ada dalam praktik alih daya dikonfrontasi untuk memungkinkan hubungan kerja saya yang saling menguntungkan.

Semua pihak dalam bisnis alih daya diundang untuk berpartisipasi dalam penulisan standar. Meski demikian, dokumen standar tidak terikat sektor industri dan membahas alih daya secara independen terlepas dari ukuran organisasi, pengalaman-pengalaman yang diperoleh para pakar dari berbagai industri termasuk manufaktur dan layanan berbasi teknologi informasi sangat berharga saat meletakkan standar bersama-sama. Tidak diragukan lagi, saat ISO 37500 mendapatkan polularitas dan pijakannya, akan semakin banyak sektor yang menyumbang dan  menambahkan pengetahuan untuk revisi standar selanjutnya.

Masa depan yang cerah.

Selama lebih dari 25 tahun, industri alih daya telah tumbuh dari nol menjadi bisnis dunia yang bernilai trilyunan dolar. Sebagai konsekuensinya, ISO akan memerlukan ekpansi keterliatannya untuk mencakup beragam cara bisnis alih daya diimplementasikan.

Skala eknomis, keuntungan finansial, begitu juga fleksibilitas dan peningkatan produktivitas yang dijanjikan alih daya, akan menjadi komoditas panas pada tahun-tahun mendatang, sebagaimana halnya lonjakan luar biasa alih saya mempengaruhi setiap segmen masyarakat.

Awalnya berpusat pada tingginya tanggapan proses-proses back-office atau layanan-layanan kurang penting, alih daya sekarang merambah fungsi-fungsi strategis, dengan beberapa perusahaan mengambil alih keseluruhan segmen rantai pasok.

Lalu apakah yang dipegang masa depan? Sebagaimana alih daya menyebar secara eksponensial ke seluruh penjuru dunia, isu-isu yang belum muncul ke permukaan pasti akan datang. Peranan ISO kemudian adalah mengamati pengembangan dan tren dan menciptakan solusi terstandarisasi untuk membantu pemangku kepentingan menemukan jalan keluar dari hambatan-hambatan yang menghadang jalan mereka.

*) Diterjemahkan dari: Outsourcing’s business booming. (Diakses: 24 Februari 2015)

Bagaimana anda akan menilai kehidupan anda?

How Will You Measure Your Life” by Clayton M. Christensen

Kelas saya di Harvard Business School dirancang untuk membantu mahasiswa memahami bagaimana teori manajemen yang bagus dan bagaimana ia dibangun. Saya menambahkan teori-teori dan model-model yang berbeda sehingga membantu mahasiswa berpikir tentang berbagai dimensi tugas seorang manajer umum dalam merangsang pertumbuhan dan inovasi. Pada setiap sesi kami mengamati sebuah perusahaan memakai kacamata teori-teori tersebut untuk menerangkan bagaimana perusahaan mendapatkan situasi tertentu dan menguji bagaimana tindakan-tindakan manajerial akan memberikan hasil yang diinginkan.

Di akhir sebuah perkuliahan, saya meminta mahasiswa saya untuk menerapkan kacamata teori-teori tersebut kepada diri mereka sendiri, untuk menemukan tiga jawaban meyakinkan terhadap tiga pertanyaan: Pertama, bagaimana saya bisa yakin bahwa saya akan bahagia dengan karir saya? Kedua, bagaimana saya bisa yakin bahwa hubungan saya dengan pasangan saya dan keluarga akan berakhir bahagia? Ketiga, bagaimana saya bisa menjauhi penjara? Meskipun pertanyaan ketiga terkesan bercanda, kenyataannya tidak demikian. Dua dari 32 mahasiswanya saya di Rhodes menghabiskan sebagian hidupnya di penjara. Jeff Skilling yang terkenal dengan skandal Enron adalah teman kuliah saya di Harvard Business School. Mereka dulunya adalah orang-orang baik, akan tetapi sesuatu dalam hidup mereka telah mendorong mereka ke arah yang salah.

Saat mahasiswa saya berdiskusi menemukan jawaban terhadap pertanyaan tersebutm saya membuka kehidupan saya sebagai studi kasus singkat, untuk menggambarkan bagaimana mereka bisa menggunakan teori-teori dari kelas bisnis mereka untuk memandu keputusan-keputusan hidup mereka.

Satu dari sekian teori-teori yang memberikan pemahaman pada pertanyaan pertama -bagaimana kita yakin bahwa kita akan bahagia bersama karir kita- berasal dari Frederick Herzberg, yang menyatakan bahwa uang bukanlah motivator paling kuat dalam hidup, melainkan kesempatan untuk belajar, berkembang dalam tanggungjawab, berkontribusi pada orang lain, dan penghargaan terhadap prestasi-prestasi.

“You could see a shift happening at HBS. Money used to be number one in the job search. When you make a ton of money, you want more of it. Ironic thing. You start to forget what the drivers of happiness are and what things are really important. A lot of people on campus see money differently now. They think, ‘What’s the minimum I need to have, and what else drives my life?’ instead of ‘What’s the place where I can get the maximum of both?’”

Patrick Chun, Harvard Business School, Class of 2010

Saya bercerita kepada mahasiswa saya secara singkat tentang visi yang saya miliki ketika saya menjalankan perusahaan yang saya dirikan sebelum menjadi dosen. Berdasarkan pengamatan saya, saya melihat salah satu manajer meninggalkan pekerjaannya di pagi hari dengan merasa dihargai dan percaya diri. Lalu saya membayangkan 10 jam berikutnya ia pulang ke rumahnya dengan perasaan tidak dihargai, tidak berguna dan rendah diri. Saya membayangkan betapa besarnya pengaruh perasaan tidak berharga yerhadap cara ia berinteraksi dengan anak-anaknya. Kemudian gambaran di pikiran saya bergerak cepat ke hari yang lain di mana saat pulang ke rumah ia merasa telah mempelajari banyak hal, dihargai karena mencapai hal-hal bernilai, dan memegang peranan penting terhadap keberhasilan beberapa inisiatif penting. Kemudian saya menggambarkan betapa positifnya pengaruh yang ia berikan kepada pasangan dan anak-anaknya.

Kesimpulan saya: Manajemen adalah profesi yang sangat mulia ketika ia dipraktikkan dengan benar. Tidak ada pekerjaan lain yang menawarkan beragam cara untuk membantu orang lain belajar dan berkembang, mengambil tanggungjawab, dihargai karena berprestasi dan berperan dalam kesuksessan tim. Dari hari ke hari semakin banyak mahasiswa MBA mendatangi kampus dan berpikir bahwa karis dalam bisnis berarti membeli, menjual dan berinvestasi dalam perusahaan. Ini adalah kemalangan.  Melakukan hal-hal tersebut tidak akan menghasilkan penghargaan mendalam seperti yang berasal dari pengembangan manusia.

Saya berharap mahasiswa saya menginggalkan kelas dengan pemahaman tersebut.

Sebuah teori yang membantu menjawab pertanyaan kedua -Bagaimana saya yakin bahwa hubungan saya dengan pasangan dan keluarga akan berakhir bahagia?- perhatikan bagaimana strategi dirumuskan dan diimplementasikan. Pengertian utamanya adalah strategi perusahaan ditentukan oleh tipe-tipe inisiatif dimana manajemen menanamkan modalnya. Jika alokasi sumberdaya perusahaan tidak dikelola dengan ahli, apa yang dihasilkan darinya bisa sangat berbeda dengan apa yang diinginkan manajemen. Karena sistem pengambilan keputusan perusahaan dirancang untuk mengarahkan investasi pada inisiatif-inisiatif yang memberikan hasil terukur dan cepat, perusahaan memberikan sedikit investasi pada inisiatif-inisiatif yang penting bagi strategi jangka panjang mereka.

Selama bertahun-tahun saya menyaksikan nasib dari teman-teman kuliah saya di HBS sejak tahun 1979, semakin banyak yang hadir di acara reuni tidak bahagia, bercerai atau terasing dari anak-anak mereka. Saya menjamin tidak satupun dari mereka lulus dengan strategi yang sengaja mendorong perceraian dan menjadi asing dengan anak-anak mereka. Nyatanya banyak dari mereka sedang menerapkan strategi tersebut. Alasannya? Mereka tidak menempatkan tujuan hidup (yang mulia) sebagai fokus saat mereka menghabiskan waktu, bakat dan energi mereka.

Cukup mengejutkan bahwa sejumlah besar dari 900 mahasiswa Harvard yang berasal dari berbagai belahan dunia  memberikan sedikit pemikiran pada tujuan hidup mereka. Saya memberi tahu mereka bahwa bisa jadi Harvard adalah kesempatan terakhir mereka untuk merefleksikan secara mendalam pertanyaan di atas. Jika mereka berpikir bahwa mereka akan memiliki lebih banyak waktu dan energi untuk merefleksikannya kemudian, mereka pasti gila, karena hidup akan semakin penuh dengan tuntutan: Anda mengambil berbagai macam kredit sehingga harus bekerja 70 jam seminggu; anda memiliki pasangan dan anak-anak.

Bagi saya, memiliki tujuan hidup yang jelas sangat penting. Tetapi itu adalah hal yang saya pikirkan dengan keras dan dalam jangka waktu yang lama sebelum saya memahaminya. Ketika saya masih berstatus mahasiswa, saya tergila-gila dengan perkuliahan dan belajar, mencoba untuk  menjejalkan studi tambahan di Oxford. Saya memutuskan untuk menghabiskan satu jam setiap malam untuk membaca, berpikir dan berdoa kenapa Tuhan menciptakan saya ke dunia. Itu adalah komitmen yang sangat menantang, karena setiap jam ketika saya melakukan hal tersebut maka saya tidak mempelajari ekonometrik. Terjadi pertentangan apakah saya bisa menghabiskan waktu tersebut selain untuk belajar, tetapi saya melanjutkannya dan akhirnya berhasil menemukan tujuan hidup saya.

Andai saja saya menghabiskan tiap jam tersebut mempelajari teknik-teknik mutakhir untuk memperdalam masalah-masalah korelasi otomatis dalam analisa regresi, pasti saya akan menghabiskan hidup saya dengan buruk. Saya menerapkan perangkat eknometrik hanya beberapa kali dalam setahun tetapi saya menerapkan tujuan hidup saya setiap hari. Ini adalah satu hal yang paling berharga yang pernah saya pelajari. Saya menjamin mahasiswa saya jika mereka menyempatkan diri untuk menemukan tujuan hidup mereka, merek akan melihat di kemudian hari bahwa itu adalah salah satu hal paling penting yang mereka temukan di Harvard. Jika mereka tidak menemukannya, mereka hanya akan berkelanan tanpa arah dan terperangkap dalam samudera kehidupan yang keras. Jelasnya tujuan hidup mereka akan memudahkan pengetahuan tentang pembiayaan berbasis aktivitas, keseimbangan scorecard, kompetensi inti, inovasi penuh terobosan, empat P dan five forces (Michael H Potter).

Tujuan hidup saya berasal dari keyakinan dalam agama saya. Tetapi agama bukan satu-satunya hal yang memberikan arah bagi manusia(**). Sebagai contoh, salah satu dari mantan mahasiswa saya memutuskan bahwa tujuan hidupnya adalah membawa kejujuran dan kemakmuran ekonomi bagi negaranya, membesarkan anak-anak yang berkomitmen dan ingin mengajari orang lain tentang kejujuran dan kemakmuran, seperti hal yang ia lakukan.

Tujuan hidupnya terpusat pada keluarga dan orang-orang, seperti halnya tujuan saya.

Pemilihan dan memburu kesuksesan profesi adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan tersebut. Tetapi tanpa adanya tujuan, hidup akan terasa hampa.

Kita diajari di dalam ekonomi dan keuangan bahwa ketika kita mengevaluasi investasi-investasi alternatif, sebaiknya kita mengabaikan sunck cost dan fixed cost dan memutuskan berdasarkan marginal cost dan marginal revenue dari tiap alternatif. Kita mempelajari dalam kuliah kita bahwa doktrin ini telah membiaskan apa yang mereka lakukan/letakkan untuk sukses di masa lalu, bukannya memandu mereka untuk menciptakan kemampuan yang mereka butuhkan di masa depan. Jika kita tahu bahwa masa depan akan sama persis dengan masa lalu maka pendekatan terbuat baik-baik saja. Tetapi jika masa depan berbeda -dan sepertinya akan selalu begitu- maka itu adalah kesalahan jika dilakukan.

Teori ini menerangkan pertanyaan ketiga -bagaimana hidup dengan integritas (menjauhi penjara). Secara tidak sadar, kita sering memnfaatkan doktrin marginal cost dalam kehidupan pribadi kita ketika kita akan memilih anta yang benar dn yang salah. Kata hari kita, “Lihatlah, aturannya seharusnya orang-orang tidak melakukan hal ini. Tetapi dalam kasus  ini agak ringan, hanya kali ini saja, ini OK”. Marginal cost untuk melakukan hal yang salah “hanya kali ini” seolah-olah terlihat tidak seberapa godaannya. Tetapi ia akan menarikkita semkain dalam, dan kita bahkan tidak mampu melihat ke arah mana tujuan akhir kita dan harga total yang harus kita bayar saat memilih melakukan hal tersebut. Pembenaran intuk semua wujud kecerobohan dan ketidakjujuran yang mereka lakukan terletak pada ilmu ekonomi tentang marginal cost “hanya kali ini saja”.

* Diterjemahkan (sebagian) dari: “How Will You Measure Your Life” buah pikiran Clayton M. Christensen. Artikel tersebut merupakan bagian dari “HBR’s 10 Must Reads on Managing Yourself

** Sebagai muslimin/at kita justru meyakini bahwa Islam adalah satu-satunya jalan memperoleh keselamatan dunia dan akhirat. Itulah tujuan hidup yang hakiki.  (pent.)

Kembangkan jati diri dan identitas anda

“Diversify Yourself” by Peter Bregman (*)

Baru-baru ini seorang perempuan yang bekerja di France Telecom mengirim email ke ayahnya. Setelah itu ia melangkah ke jendela di lantai empat gedung ia berkantor, ia membukanya, melewatinya dan melompat untuk bunuh diri.

Emailnya tertulis: “Saya memutuskan untuk bunuh diri malam ini… Saya tidak bisa menerima reorganisasi perusahaan yang baru dilakukan.”

Jika ini hanya terjadi pada seorang perempuan yang depresi dan tidak mampu menghadapi perubahan, kita bisa mengabaikannya. Tetapi sejauh ini 24 orang karyawan France Telecom sudah bunuh diri sejak setahun yang lalu. Jumlah yang melakukan percobaan untuk bunuh diri lebih dari itu. Bahkan ada kasus eorang laki-laki menikam dirinya sendiri pada saat meeting.

Ketika dikonfrontasi dengan angka bunuh diri yang tinggi, manajemen France Telecom mengklaim dengan jumlah karyawan yang demikian besar angka tersebut tidak terlalu mengejutkan. Tetapi ada penyimpangan yang sedang terjadi, dan bukan hanya di France Telecom. Menurut Biro Statistik Buruh Amerika, bunuh diri terkait pekerjaan meningkat 28% antara tahun 2007 – 2008.

Mudah untuk serta-merta menyalahkan perusahaan. Sebuah artikel bagus di The Economist mengulas beragam hal – peningkatan produktivitas, resesi yang mengakibatkan PHK, komunikasi manajemen yang buruk – yang berkontribusi kepada lingkungan kerja yang menekan dan tidak memberikan harapan. Artikel tersebut berkesimpulan bahwa “perusahaan harus melakukan usaha lebih banyak daripada sekedar lip service terhadap sisi kemanusiaan dari manajemen. Tentu semua orang setuju. Memang banyak hal-hal yang bisa dan harus dilakukan pemimpin perusahaan untuk menangani buruhnya dengan perhatian, welas asih dan penghormatan.

Tetapi masalahnya lebih dalam dan rumit daripada sekedar manajemen yang tidak berperasaan yang tidak peduli apapun kecuali laba.

Masalah itu juga terletak pada kita. Bagaimana kita melihat dan mengartikan jati diri kita, identitas kita.

Pertanyaan yang selalu kita sampaikan ketika pertama kali bertemu dengan seseorang adalah “Kerja di mana?” atau “Apa pekerjaan anda?” Kita menjadi pekerjaan kita, profesi kita. Terhubung 24 jam 7 hari dengan smartphone, terobsesi mengecek mailbox dan voice mail, kita tidak menyisakan ruang untuk hal-hal lain bagi diri kita

Jika kita menghabiskan sebagian besar waktu kita untuk bekerja, bepergian dalam rangka kerja, selalu memikirkan pekerjaan, selalu berkomunikasi maslah pekerjaan, maka kita akan melihat diri kita hanya sebagai pekerja, tidak lebih dari itu. Selama perkerjaan berjalan dengan lancar dan perusahaan juga sehat, tidak ada masalah dengan itu.

Tetapi ketika kita kehilangan pekerjaan atau pekerjaan kita terancam – hampir semua orang mengalaminya saat ini – maka eksistensi kita yang sebenarnya dalam pertanyaan. Menetapkan identitas kita hanya pada pekerjaan hanya membatasi dan mempersempit jati diri kita, dan membuat kita rentan depresi, merasa kurang berharga, kehilangan tujuan ketika pekerjaan terancam.

Dr. Paul Rosenfield, Assistant Clinical Professor of Psychiatry at Columbia University, memberi tahu saya dalam perbincangan terakhir. Siapakah saya jika anda engambil pekerjaan saya? Itu adalah sebuah pertanyaan yang sebaiknya kita memiliki sebuah jawaban mantap terhadapnya. Untungnya, sekali kita menyadari hal ini kita bisa melakukan sesuatu terhadap pertanyaan tersebut.

Kita bisa mengembangkan diri, memiliki beberapa jati diri.

Sehingga ketika salah satu identitas atau jati diri kita gagal atau hilang, kita masih memiliki identita atau jati diri lainnya, yang hidup. Jika anda kehilangan pekerjaan tetapi anda mengidentifikasi diri anda dengan kuat sebagai seorang ayah atau ibu, anda akan baik-baik saja. Jika anda seorang pemeluk agama yang kuat atau memandang diri anda sebagai seorang seniman, anda akan baik-baik saja. Jika anda melihat diri anda sebagai seorang atlit, atau sekedar seorang sahabat yang baik dan setia, anda akan baik-baik saja.

Menurut Dr. Rosenfield, ini adalah masalah kesehatan mental. “Orang-orang yang memiliki masalah kesehatan mental sering merasa bahwa identitasnya berkurang dan menjadi sakit mental. Salah satu cara penyembuhannya adalah dengan memperoleh kembali bagian-bagian lain dari identitas mereka- menjadi seorang sahabat, relawan, seniman, pecinta binatang, mahasiswa, dll.

Dibutuhkan usaha yang sungguh-sungguh untuk mengatasi perasaan berkurangnya identitas sebagai akibat dari perawatan dan pengobatan karena terganggunya kesehatan mental. Salah satu dokter berkata, “anda harus menerima kenyataan bahwa kesehatan mental anda memburuk” tanpa berkata “tetapi saya yakin anda lebih baik dari masalah kesehatan anda, dan anda masih memiliki potensi dan harapan untuk melakukan banyak hal di dunia”.

Bagian sulitnya: Tidak cukup hanya dengan membayangkan diri kita menjadi sesuatu tanpa kita berusaha mewujudkannya. Tidak akan membantu kita membayangkan diri kita sebagai seorang ayah tetapi kita jarang meluangkan waktu bersama anak-anak. Atau jika agama merupakan bagian terbesar identitas kita tetapi kita jarang melakukan ibadah.

Salah satu hambatan lainnya adalah Uang. Bagi sebagian besar orang, obsesi terhadap pekerjaan adalah keinginan untuk mendapatkan banyak uang agar bisa memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya. Bagaimana kita bisa sedikit bekerja dan tetap bertahan.

Boleh jadi, satu-satunya jalan tidak hanya bertahan tetapi berkembang. Seperti yang pernah saya tulis tentang hal itu sebelumnya, mengambil jarak dan jeda terhadap pekerjaan bisa menjadi kunci peningkatan produktivitas kita.

Dan memiliki beragam identitas akan membantu peningkatan performa kita pada masing-masing identitas kita. Jadi semakin banyak kita menginvestasikan diri kita pada identitas beragam, semakin sedikit peluang kita untuk kehilangan salah satunya.

Bahkan seandainya kita kehilangan salah satunya, kita masih memiliki yang lainnya.

Jika anda masih mempercayai bahwa hanya pekerjaan anda yang mampu mendukung gaya hidup kita, maka sebaiknya anda mengurangi gaya hidup anda, sehingga anda tidak membunuh diri anda sendiri untuk mempertahankan gaya hidup tersebut.

Menjauhlah dari email dan makan malam lah bersama keluarga. Tinggalkan pekerjaan lebih cepat dan bermain lah bersama teman-teman. Pilihlah kegiatan keagamaan yang berarti bagi anda dan lakukan dengan tekun (**). Yang terpenting, konsisten, istiqomah – melakukan hal yang sama secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama akan memperkuat identitas kita.

Seorang sahabat saya kehilangan pekerjaannya setahun yang lalu. Saya meneleponnya dan menawarkan bantuan agar ia bisa mendapatkan pekerjaan baru secepatnya. Saya tahu ia keuangannya sedang sulit.

Saya terkejut akhirnya. Dia memberi tahu saya bahwa dia menunda mencari pekerjaan baru untuk beberapa bulan. Dia sedang hamil dan inginberfokus pada kehamilan untuk beberapa waktu. Dia terlalu sibuk membentuk identitasnya sebagai seorang ibu untuk menyamai identitasnya sebagai seorang pekerja.

Akhirnya saya menerima email dari dia membertahaukan bahwa ia telah bekerja lagi. “Saya menyukai pekerjaan ini”, ia memberi tahu saya. “Pekerjaan ini memberikan banyak kesempatan untuk mengasuh anak”.

 

*Diterjemahkan dari: “Diversify Yourself” ditulis Peter Bregman, CEO dari Bregman Partners  (https://hbr.org/2009/10/diversify-yourself&cm_sp=Article-_-Links-_-Top%20of%20Page%20Recirculation)

** Artikel ini mewakili pandangan kebanyakan orang Eropa bahwa agama adalah bagian terpisah dari manusia. Manusia boleh hidup tanpa agama. Sedangkan dalam Islam manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah swt. Secara otomatis muslimin/at (pemeluk Islam) yang taat tidak akan mengalami krisis identitas atau jati diri semacam ini. (pent.)

 

Belajar Strategi Inovasi (Terbuka) dari Kraft

iTRIZ - TRIZ dalam Bahasa Indonesia

Kraft adalah salah satu merek paling kuat dalam industri makanan. Kraft, Oreo, Toblerone, Ritz dan Jacobs adalah contoh dari beberapa merek yang mendunia dan menguasai pangsa pasar di berbagai negara.

Tercatat 9 merek dengan nilai masing-masing di atas 1 milyar dolar, 50 mereka bernilai di atas 100 juta dolar dan 40 merek di antaranya berusia lebih dari seratus tahun.

Kraft Kraft

Lalu di mana kunci atau rahasia Kraft dalam menguasai industri makanan? Jawabannya adalah INOVASI. Inovasi merupakan bahan bakar yang mendorong laju pertumbuhan Kraft. Kraft menggabungkan kekuatan inovasi dari dalam dan luar perusahaan.

Kraft berinovasi dengan dukungan lebih dari 2.000 ilmuwan dan lebih dari 100.000 pekerja di seluruh dunia. Meski memiliki tadisi riset yang kuat, dari total seluruh Kekayaan Intelektual (KI) terkait pengolahan makanan Kraft hanya menguasai 2%. Sisanya sebanyak 98% dihasilkan oleh riset-riset di luar Kraft.

Potensi KI internal dan eksternal tersebut kemudian digabungkan dengan Jaringan Inovasi di luar perusahaan…

View original post 252 more words

Manajemen Rantai Pasok|Supply Chain Management

Mengapa ada organisasi bisnis atau perusahaan? Perusahaan dibuat untuk menghasilkan laba dengan cara menciptakan nilai bagi konsumen. Sebagai contoh, buah strawberry tidak memiliki nilai sampai ia dikonsumsi oleh manusia atau konsumen. Nilai bagi strawberry tercipta ketika ia dikirimkan kepada konsumen pada waktu dan tempat yang sesuai dengan harga yang pantas.

Mungin kita berpikir proses tersebut biasa-biasa saja, tetapi untuk menghadirkan produk ke lokasi dan waktu yang sesuai dengan harga yang pantas bukanlah pekerjaan mudah. Proses tersebut membutuhkan banyak aktivitas, fungsi dan pelaku. Ini adalah pekerjaan yang rumit dan sulit.

Meski demikian perusahaan dituntut agar proses penciptaan nilai tersebut dilakukan secara efektif agar dapat menghasilkan laba dan menikmati keuntungan. Jadi Manajemen Rantai Pasok adalah penciptaan nilai bagi konsumen dengan cara mengelola semua aktivitas, fungsi, pelaku dan entitas yang membentuk rantai pasok (supply chain) dengan rantai nilai (value chain).nilai

Kenyataannya, nilai ditentukan oleh konsumen/pasar. Maka perusahaan harus mengetahui apa yang diinginkan oleh konsumen/pasar. Dari situ perusahaan menciptakan produk atau jasa yang memenuhi kebutuhan konsumen/pasar.

Jadi Manajemen Rantai Pasok membantu manajer, perusahaan ataupun pelaku bisnis untuk mengelola dan mengkoordinasikan semua fungsi, aktivitas, entitas dan pelaku secara efektif untuk menciptakan dan memaksimalkan nilai bagi konsumen/pasar.

* Diterjemahkan dari Supply Chain Management – A Learning Perspective by Prof. Bowon Kim, KAIST Business School