10 Manfaat ISO bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

Judul asli:  10 Good Things for SMEs – what SMEs are saying.

Sebelumnya telah telah dijelaskan manfaat dan keuntungan penerapan standar ISO (salah satunya dan yang paling populer Sistim Manajemen Mutu ISO 9001) bagi perusahaan mikro, kecil dan menengah. Poin-poin yang dijelaskan tersebut masih bersifat teoritis atau peluang.

Berikut ini adalah manfaat yang benar-benar diperoleh oleh UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) setelah menerapkan standar ISO.

  1. Membantu peningkatan kualitas barang dan jasa. “Menjalankan bisnis yang memberikan layanan khusus (specialized) membutuhkan pengetahuan yang mendalam dan teliti tentang standar-standar teknis seperti ISO/IEC 17025 dan ISO 1996, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas produk-produk kami. Komitmen kami terhadap proses standarisasi memberikan peluang kepada perusahaan kami untuk berkontribusi kepada pengembangan standar-standar dan memberikan jaminan kepada pelanggan t erhadap mutu jasa-jasa yang kami tawarkan. Krisdany Cavalcante – dB-Laboratorie de Engenharia Acustica – Brazil
  2. Standar ISO membantu pertumbuhan, mengurangi biaya dan meningkatkan keuntungan bisnis. Standar ISO membantu kami memperoleh pasar baru untuk produk-produk kami dan menjadikan produksi dan penanganan bahan-bahan nano lebih aman. Faktor keamanan yang baru ditemukan saat ini telah membawa pertumbuhan yang signifikan. Menjadi salah satu perusahaan pertama yang mengadopsi dan menerapkan standar ISO untuk teknologi dan bahan nano (ISO/TS 12025, ISO/TR 13121 dan ISO/TR 13), membantu Avanzare mengamankan posisinya sebagai pemimpin di pasar bahan-bahan nano. Umumnya, penerapan standar akan menambah biaya, akan tetapi hal ini akan segera terbayar oleh terciptanya produk-produk baru dan penerapan proses-proses baru yang sejalan dengan panduan standar. Sekarang adalah waktu bagi pertumbuhan internasional yang tinggi, sehingga mengambil bagian pada komite nasional (AENOR) dan ISO menjadikan produk-produk kami mampu beradaptasi terhadap peraturan-peraturan internasional di masa mendatang. Julio Gomez – Avanzare – Spain.
  3. Standar ISO membuat bisnis anda memiliki keunggulan kompetitif. Pada saat bisnis ini dibangu pada tahun 2000, sudah menjadi pemahaman saya bahwa sebuah standar yang teruji bagi produk-produk dan layanan-layanan kami. Kami selalu bekerja dengan standar tinggi dan kami ingin pelanggan-pelanggan kami mengetahui dan mengerti hal tersebut. Pada suatu saat, kami mencoba untuk mendapatkan dan bekerja dengan sebuah klien besar yang mensyaratkan bukti-bukti teraudit terhadap metode-metode dan standar-standar pekerjan kami. Itu adalah saat di mana kami telah disertifikasi BS EN ISO 9001:2008. Keputusan tersebut telah menempatkan kami pada puncak keunggulan selain karena kualitas produk dan layanan kmi, sehingga hal tersebut menjaga hubungan baik dengan pelanggan, kepercayaan bisnis dan keuntungan. Mike Chilman – MC Fire Protection – United Kingdom.
  4. Standar ISO membuka pasar ekspor bagi produk dan jasa anda. Standar yang seragam dan harmonis membuat akses ke pasar lebih mudah, terutama bagi UMKM, karena mengurangi biaya dan waktu. Lebih dari itu, standar meningkatkan kepopuleran merek karena pelanggan mendapat jaminan. Nanotron mendapatkan teknologi yang dilindungi paten untuk solusi  sistim pemosisian lokal (Local Positioning System), yang melengkapi dan menyempurnakan GPS di dalam dan luar ruangan. Teknologi tersebut mengikuti standar ISO/IEC 24730-5 untuk pelacakan aset global yang meliputi essential IP untuk pemosisian yang teliti dan mantap. Keunggulan rasio kinerja terhadap harga pada solusi kami memungkinkan akses terhadap pasar real-time location system yang tumuh pesat. Meski demikian, penetrasi terhadap pasar global membutuhkan standarisasi. Jens Albers – Nanotron Technologies Ltd. – Germany
  5. Standar ISO membukakan pintu bagi pelanggan baru dan memperkuat bisnis yang sedang berjalan. Standar ISO memberikan pndasi yang kuat bagi bisnis kecil yang ingin memperluas basis pelanggannya. Dengan penerapan sistim manajemen mutu ISO 9001 kami memperbaiki proses-proses dan menurunkan biaya yang diakibatkan pekerjaan-pekerjaan yang tidak efisien. Hal tersebut mendatangkan peluang bisnis yang tidak mungkin terjadi seandainya kami tidak menerapkan sistim manajemen mutu yang terverifikasi. Meskipun Moselli Industries Ltd. hanya memiliki lima karyawan tetap dan dua pekerja paruh waktu, kami mampu menerapkan dan mendapatkan keuntungan dari standar ISO. Moses Maina – Moselli Industries Ltd. – Kenya.

    10 Manfaat ISO bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah

    10 Manfaat ISO bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah

  6. Standar ISO membantu anda berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan besar. Sebagai perusahaan kecil (jumlah karyawan 20 orang) yang hanya memiliki pesaing besar, Conematic harus menghasilkan kualitas yang mengungguli  persaingan yang sedang berjalan. Saat ini kami sedang memasuki pasar Amerika Serikat dimana kami berharap akan ada lonjakan permintaan. Kemampuan peningkatan kapasitas produksi harus dimiliki jika bersaing dengan perusahaan besar dan standar ISO 9001 memberikan kami proses untuk melakukan hal tersebut. Kami mengontrol lebih banyak hal dibanding 10 tahun lalu. Pada masa tersebut kami menghabiskan 75% jam kerja untuk produksi dan perakitan. Kini dengan jumlah yang sama kami bisa memproduksi lima kali lipat. ISO 9001 adalah perangkat yang paling tepat untuk mengelola pelipatgandaan kapasitas (scalability) dalam rantai pasok, membantu kami meningkatkan produktivitas dan keunggulan. Doug Smith – Conematic Heating Systems – Canada
  7. Standar ISO meningkatkan kredibilitas dan mejaga kepercayaan pelanggan. Sebagai produsen mie berbasis pengetahuan, kami membagi keajaiban kelezatan cita rasa melalui kreativitas dan inovasi produk dan layanan terus menerus. Dengan menerapkan sistem menyeluruh seperti ISO 22301berdasarkan manajemen kesinambungan bisnis, HACCP dan sertifikasi bebas pengenyal, kami bercita-cita membangun bisnis yang lebih kuat, ulet, dan lestari untuk menjaga kepentingan pelanggan dan pemangku kepentingan. Kami yakin dengan sertifikasi ISO 22301 dan kesiapan beroperasi dalam situasi genting akan meningkatkan kredibilitas kami sebagai pemasok unggulan dan memberikan rasa aman bagi pelanggan saat berbisnis dengan kami. Raymond Tan – Tan Seng Kee Food Pte. Ltd. – Singapore
  8. Standar ISO mempertajam proses bisnis dan meningkatkan efisiensi. Rentes Genevoises telah lama berkecimpung di dalam proses pengembangan berkesinambungan melalui berbagai macam aktivitas bisnisnya terutama dalam hal investasi real estate. Meski demikian saat itu kami belum memiliki perangkat untuk meningkatkan kredibilitas dan menunjukkan komitmen kami. Berkat sertifikasi ISO 50001, kami berhasil mencapai tujuan tersebut dan melibatkan mitra, pemasok dan penyewa kami dalam tujuan yang sama. Hal ini berfungsi sebagai katalis yang memungkinkan kami untuk menyusun dan mengintegrasikan semua pemagku kepentingan dalam visi jangka panjang untuk pengelolaan energi lestari. Pierre Zumwald – Rentes Genevoises – Switzerland
  9. Standar ISO memperkuat jurus pemasaran anda. Sebagai penyedia sistim spesifikasi bagi industri konstruksi Selandia Baru, Masterspec melambangkan tolok kualitas penting bagi pemilik dan pemakai bisnis konstruksi. Penggunaan berbagai macam standar domestik dan internasional, yang bermaksud mendefinisikan pemenuhan terhadap semua aspek kesehatan, keamanan dan kinerja, telah menjadi bagian terpenting bagi kesuksesan ini. Komponen kuncinya adalah ISO 9001 yang diadopsi di Australi dan Selandia Baru sebagai AS/NZS 9001. Standar tersebut, yang membantu mempertemukan antara kebutuhan pelanggan dan pemerintah, mendukung pendekatan pemasaran Masterspec untuk selalu meletakkan kualitas dan pelanggan di tempat teratas. Hal tersebut memperkuat penjualan dalam lingkungan yang kompetitif. Rolf Huber – Masterspec Construction Information Limited – New Zealand.
  10. Standar ISO membantu anda dalam mematuhi peraturan/perundangan. Standar ISO tidak hanya membantu anda dalam mematuhi peraturan, ia juga menujukkan kepada calon pelanggan potensial maupun otoritas bahwa kita bekerja sesuai peraturan dan menyediakan produk dan jasa berkualitas. Dalam bisnis kami, yang mengkhsuskan diri di bidang pelatihan penyelaman rekreasional dan instruktur penyelaman, ketiadaan standar nasional khusus menyebabkan banyak negara menerima standar ISO di bidang penyelaman (ISO 24801) sebagai peraturan yang harus diikuti. Ssalahsatu negara yang menjadikan standar ISO tersebut sebagai persyaratan legal bagi pusat-pusat penyelaman, mencatat angka penurunan kecelakaan penyeaman sebesar 24% selama periode dua tahun. Martin Denison – Scuba Schools Tauchausbildung – Austria.

Diterjemahkan dari: 10 Good Things for SMEs – what SMEs are saying (http://www.iso.org/iso/10goodthings.pdf)

Ledakkan bisnis Alih Daya – Outsourcing’s business booming

Judul asli: Outsourcing’s booming business – by Mary Ritchie on 6 January 2015

Alih daya adalah strategi bisnis yang bagus. Ia meningkatkan efisiensi, memangkas biaya, mempercepat pengembangan produk, dan memungkinan perusahaan berfokus kepada kompetensi intinya. Dengan bantuan standar ISO ia memiliki masa depan yang cerah.

Bagi banyak orang, alih daya adalah saran yang menakutkan. Namun model bisnis baru ini, dimana sudah diadopsi di berbagai belahan dunia baik oleh sektor publik maupun swasta, menawarkan banyak keuntungan. Ia memungkinkan organisasi mencapai tujuan-tujuan bisnis, menambah nilai, membuka jalan kepada sumberdaya utama dan mengurangi resiko. Dengan kata lain, dari bagian individual hingga pengelolaan sistem, keputusan untuk memilih penyedia eksternal memungkinkan perusahaan atau organisasi mengalihdayakan sebuah pekerjaan untuk berfokus kepada keunggulannya.

Masalah-masalah yang timbul biasanya berasal dari kurang dan buruknya praktik-praktik pengontrolan oleh para pelaku (governance).

Sementara sebagian besar publik memandang secara stereotip terhadap alih daya sebagai penghematan biasa dengan mengambil keuntungan dari upah buruh murah di negara lain, alih daya juga bisa dilakukan di dalam negeri. Ia juga bisa memberikan pengalih daya keahlian dan level produktivitas yang tidak bisa diperolehnya. Ketika terjadi defisit keahlian atau produktivitas (seringkali di bidang teknologi informasi) dan penyedia layanan bisa memberikan perbaikan, maka alih daya bisa menjadi solusi yang memnuhi kebutuhan kedua belah pihak.

Data statistik alih daya menunjukkan hal yang mencengangkan. Firma konsultasi manajemen dan akuntansi Deloitte, baru-baru ini menerbitkan Survei Global Outsourcing dan Insourcing 2014, yang meliputi implikasi bidang politik, regulasi, tujuan alih daya, teknologi dan pengelolaan vendor. Sebagai contoh, program kursus online udemy.com, menerbitkan statistik tahun 2013 dimana 43% sektor Teknologi Informasi telah dialihdayakan. Angka ini melonjak tajam menjadi 60% di tahun 2014. Deloitte juga memprediksi alih daya akan terus berkembang dengan pertumbuhan 12% sampai 26%.

Skala Ekonomis

Meski bapak alih daya -ahli ekonomi Britania, David Ricardo- telah mencetuskan sejak abad 19 dengan prinsip ekonomi “keunggulan komparatif”, baru pada tahun 1989 perusahaan layanan citra, Eastman Kodak mengambil langkah yang kemudian menjadi revolusioner dengan mengalihdayakan sistem teknologi informasinya.

Sampai waktu tersebut, model bisnis ideal adalah dengan memiliki perusahaan besar yang terintegrasi dengan baik, mengelola dan mengontrol secara langsung aset-asetnya. Tetapi perusahaan-perusahaan besar kemudian mendapati dirinya tidak mempu berkompetisi dalam persaingan global dikarenakan struktur manajemen yang membengkak merintangi fleksibilitas. Diversifikasi kemudian menjadi istilah yang digunakan untuk mendorong perluasan basis perusahaan dan mengambil keuntungan dari skala ekonomis. Bagi banyak perusahaan besar, hal ini kemudian melahirkan strategi yang memusatkan pada bisnis dan kompetensi inti, menentukan apa yang genting dan apa yang tidak bagi bagi pertumbuhan perusahaan di masa depan.

Mengukur resiko dan peluang

Sementara alih daya terlihat sebagai solusi ideal bagi entitas yang menginginkan biaya overhead selalu serendah mungkin dan jumlah pekerja internal sesedikit mungkin, ada hal-hal beresiko yang harus dihindari. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mempelajari pro dan kontra tentang alih daya. Booz Allen Hamilton, konsultan teknologi dan manajemen ternama, mengeluarkan laporan pada tahun 2014 yang menggambarkan “sebuah laporan beragam dari alih daya tadisional”. Meski demikian ia menyatakan: “Penghematan dihasilkan karena penyedia alih daya bisa mengakses tenaga kerja yang murah dan fleksibel, dan teknologi mutakhir yang paling efisien. Perusahaan-perusahaan melaporkan bahwa mereka bisa menghemat biasa sampai 15% melalui alih daya.”

Datamark Incorporated, yang melayani manajemen konten perusahaan bag perusahaan-perusahaan di dalam klub Fortune 500, mendukung klaim tersebut. Pada laporan tahun 2014, ia melakukan analisa setahun dan beberapa tahun terhadap “komponen tunggal” proses bisnis yang diputuskan untuk dialihdayakan. Dengan mengambil sampel yang cukup mewakili bisnis-bisnis yang sedang dipelajari, Datamark menemukan penghematan sebesar 33%. Hal ini secara nyata menunjukkan penurunan yang sangat signifikan dalam pengeluaran bagi beberapa bisnis dan memberikan dorongan bagi bisnis lainnya untuk mengikuti model bisnis yang sangat menarik ini.

Bagaimana ISO membantu model binis ini?

ISO 37500 membicarakan isu-isu fleksibilitas dalam perencanaan dan persiapan alih daya.

Adrian Quayle, ketua dari komite proyek ISO/PC 259 tentang Alih daya yang sedang berjalan dan Dr. Gargi Keeni dari Tata Consultancy Services berkata kepada ISO Focus. Quayle menerangkan bahwa menjadi jelas bahwa penyusun standar harus membahas isu-isu yang muncul pratik bisnis ini. ISO/PC 259 dibentuk sebagai respon terhadap metodologi yang sangat luas yang dikembangkan pada permulaan lahirnya industri alih daya.

Menindaklanjuti survei yang dilakukan dilakukan oleh badan standar Belanda (NEN), dibuatlah sebuah proposal untuk mengembangkan sebuah standar internasional ISO. Para pelaku alih daya mencari kosakata umum bagi semua sektor industri, termasuk konsep-konsep tipikal aih daya, untuk meningkatkan pemahaman dari semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengelolaan siklus hidup alih daya.

Hal ini pada akhirnya mengarah kepada pengkonsepan dan publikasi ISO37500:2014 Alih daya, dimana penyusunnya adalah pelaku-pelaku alih daya yang berpengalaman dari berbagai belahan dunia. Usaha tak kenal lelah dilakukan untuk memastikan bahwa standar memberikan landasan independen (dari pengaruh jenis industri) dan umum, sehingga di masa depan memungkinkan untuk dilakukan penambahan dan penyesuaian untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri tertentu.

Semangat kerjasama.

Dari semua pakar yang diundang, Dr, Keeni adalah kontributor kunci. Sebagaimana yang diberitahukan kepada ISO Focus, “Tantangannya adalah mengakomodasi pandangan-pandangan semua pemangku kepentingan, dar sektor publik maupun swasta.” Meski demikian, ia berharap semangat kerja sama dari semua pihak, yang mana merupakan kunci dari pemecahan pusat-pusat konflik pandangan akibat kebutuhan dan keinginan yang rumit, khususnya berkenaan dengan apakah novasi dan perbaikan berkesinambungan harus dimasukkan dalam siklus hidup, atau pentingnya  ketaatan terhadap kebutuhan-kebutuhan kotraktual agar lebih diutamakan .

Quayle menerangkan, “Sebagaimana berfokus kepada proses-proses umum dan praktik-praktik terbaik agar sukses, tim ini meletakkan cara pengontrolan oleh pelaku sebagai jantung dari standar. Pengalaman menunjukkan banyak masalah yang timbul akibat praktik-praktik pengontrolan oleh laku yang kurang atau buruk.”

ISO 37500 membahas isu-isu fleksibilitas dalam penyusunan alih daya, mengakomodasi perubahan kebutuhan-kebutuhan bisnis. Risiko yang ada dalam praktik alih daya dikonfrontasi untuk memungkinkan hubungan kerja saya yang saling menguntungkan.

Semua pihak dalam bisnis alih daya diundang untuk berpartisipasi dalam penulisan standar. Meski demikian, dokumen standar tidak terikat sektor industri dan membahas alih daya secara independen terlepas dari ukuran organisasi, pengalaman-pengalaman yang diperoleh para pakar dari berbagai industri termasuk manufaktur dan layanan berbasi teknologi informasi sangat berharga saat meletakkan standar bersama-sama. Tidak diragukan lagi, saat ISO 37500 mendapatkan polularitas dan pijakannya, akan semakin banyak sektor yang menyumbang dan  menambahkan pengetahuan untuk revisi standar selanjutnya.

Masa depan yang cerah.

Selama lebih dari 25 tahun, industri alih daya telah tumbuh dari nol menjadi bisnis dunia yang bernilai trilyunan dolar. Sebagai konsekuensinya, ISO akan memerlukan ekpansi keterliatannya untuk mencakup beragam cara bisnis alih daya diimplementasikan.

Skala eknomis, keuntungan finansial, begitu juga fleksibilitas dan peningkatan produktivitas yang dijanjikan alih daya, akan menjadi komoditas panas pada tahun-tahun mendatang, sebagaimana halnya lonjakan luar biasa alih saya mempengaruhi setiap segmen masyarakat.

Awalnya berpusat pada tingginya tanggapan proses-proses back-office atau layanan-layanan kurang penting, alih daya sekarang merambah fungsi-fungsi strategis, dengan beberapa perusahaan mengambil alih keseluruhan segmen rantai pasok.

Lalu apakah yang dipegang masa depan? Sebagaimana alih daya menyebar secara eksponensial ke seluruh penjuru dunia, isu-isu yang belum muncul ke permukaan pasti akan datang. Peranan ISO kemudian adalah mengamati pengembangan dan tren dan menciptakan solusi terstandarisasi untuk membantu pemangku kepentingan menemukan jalan keluar dari hambatan-hambatan yang menghadang jalan mereka.

*) Diterjemahkan dari: Outsourcing’s business booming. (Diakses: 24 Februari 2015)

Product Life Cycle Management (PLM) – Kenapa industri manufaktur dan jasa sangat membutuhkannya?

PLM adalah kesatuan pengontrolan dan pengelolaan semua data dan proses yang berhubungan dengan produk atau jasa sepanjang siklus hidup produknya (dari tahap desain sampai pejualan dan pemakaian oleh konsumen). Secara teknis, PLM menyatukan semua aplikasi tunggal yang menunjang proses pembuatan produk seperti CAD, CAE, CAM dan PDM dan aplikasi-aplikasi terkait seperti Enterprise Resource Planning (ERP), Manufacturing Execution Systems (MES), atau Supply Chain Management (SCM) di dalam sebuah sistem yang lengkap.(sumber)

Pada sebuah perusahaan elektronik dari Korea Selatan, semua aplikasi tunggal dan aplikasi pendukung yang jumlahnya puluhan disatukan dalam PLM (memakai Enovia dari Dassault System) dan hanya diperlukan satu akun pengguna dan satu password untuk mengaksesnya yang diistilahkan dengan Single Sign On.

3ds enovia

Kenapa perusahaan manufaktur ataupun jasa membutuhkan PLM?
Saat ini industri manufaktur maupun jasa menghadapi tantangan dan persaingan yang sangat besar. Siklus hidup produk yang semakin pendek, produk yang makin bervariasi dan terkustomisasi, pesaing yang semakin kompetitif, regulasi yang semakin ketat dan operasi yang yang mencakup berbagai negara membuat kebutuhan akan sebuah sistem yang mampu mengelola timbunan data dari setiap tahap pembuatan produk maupun aplikasi-aplikasi pendukung menjadi sangat mendesak.

Indikasi paling mudah sebuah perusahaan membutuhkan PLM jika mereka menghadapi salah satu atau lebih permasalahan seperti ini,
– engineer kesulitan mencari gambar produk revisi terakhir,
– pertukaran data antar departemen tidak lancar
– butuh waktu lama untuk mencari sebuah dokumen ataupun gambar produk
– gambar produk tidak terintegrasi dengan bill of materials (BOM)
– perubahan desain produk tidak terimplementasikan pada manual konsumen
– sering terjadi kesalahan informasi teknis maupun gambar produk
– produk menjadi semkin kompleks sehingga data-data produk tidak memungkinkan dikelola secara manual
– pada saat audit mengalami kesulitan dalam menunjukkan dokumen-dokumen ataupun catatan-catanan yang disyaratkan dalam klausul Sistem Manajemen Mutu

Berdasarkan pengalaman, sebuah peruasahaan yang tidak mengaplikasikan PLM maka ia akan membutuhkan waktu tigal kali lebih lama (bahkan lebih, tergantung hafalan atau ingatan engineer) untuk mengakses gambar produk dibanding perusahaan yang meimplementasikan PLM. Peluang untuk terjadinya kesalahan informasi sangat besar. Ini bukan sekedar teori tetapi benar-benar terjadi, sebuah perusahaan elektronik dari Jepang salah membuat mold karena gambar yang dikirim ke moldmaker ternyata bukan versi terbaru sehingga ada perbedaan dimensi produk sebesar 5 mm. Akibatnya harus dibuat core-cavity baru pada mold sehingga proyek mengalami kemunduran dan terkena biaya tambahan dari moldmaker. Masih di perusahaan yang sama, terjadi kesalahan dimensi radius pada pada pembuatan mold kedua ternyata radius produk yang dihasilkan dari mold hanya 6 mm padahal produk aktual dari mold pertama radiusnya 12 mm.

Pada kasus lain, seorang engineer merevisi gambar sebuah komponen tetapi hasil revisi tersebut hanya disimpan di folder PC-nya bukan di sebuah folder bersama yang biasa dijadikan tempat menyimpan gambar-gambar komponen. Pada saat engineer tersebut tidak masuk dan dibutuhkan revisi pada komponen tersebut maka engineer lain mengakses gambar komponen dari folder bersama yang sebenarnya tidak terupdate. Setelah gambar tersebut dikirim ke suplier lalu dicoba pada lini assembly maka terjadilan masalah ketidaksesuaian assembly.

Semua permasalahan di atas terjadi karena perusahaan terebut mengelola gambar produknya secara manual. Mereka masih memakai gambar 2D meskipun proses desainnya memakai gambar 3D. Alasannya gambar 2D lebih mudah direvisi dibanding gambar 3D. Sebuah alasan yang tidak pas sebenarnya. Karena pada perangkat CAD 3D mereka memiliki sifat asosiatif, artinya perubahan pada gambar 3D akan terimplementasikan secara otomastis pada gambar 2D.

Jadi proses desain pada perusahaan tersebut adalah gambar 3D -> gambar 2D (memakai aplikasi Creo Element) -> gambar 2D (memakai aplikasi Auto CAD). Dari proses tersebut bisa kita lihat dengan mudah terjadi pemborosan akuisisi perangkat lunak. Jika mereka memakai perangkat lunak 3D Creo sebenarnya tidak diperlukan lagi perangkat lunak 2D AutoCAD.
Dalam perjalanan produksi masal, gambar terakhir dalam format Auto CAD 2D inilah yang dijadikan data dan direvisi. Padahal kita tahu saat membuat mold kita membutuhkan gambar 3D. Bisa kita bayangkan seandainya telah terjadi revisi gambar sebanyak lima kali dan itu semua hanya dilakukan pada gambar 2D AutoCAD tanpa menyentuh sama sekali gambar 3D maka gambar 3D tidak terupdate sama sekali. Pada saat dibutuhkan mold kedua karena kapasitas mold pertama tidak mencukupi maka kita akan kelimpungan karena revisi-revisi gambar tidak dilakukan pada gambar 3D. Maka data gambar 3D menjadi usang .

Product Lifecycle Management (sumber: http://www.vui-inc.com/vui/consultingServicesBus.php)

Product Lifecycle Management (sumber: http://www.vui-inc.com/vui/consultingServicesBus.php)

Jika perusahaan terbut mengimplementasikan PLM atau minimal PDM kesalahan seperti itu tidak akan terjadi karena pada saat mengakses gambar, sistem PLM atau PDM akan memastikan bahwa gambar yang ditampilkan atau diunduh adalah versi terbaru. Dengan sistem PLM pula dipastikan hanya ada sebuah data tunggal untuk setiap komponen (sistem check-in dan check-out memastikan hanya ada satu orang yang bisa mengedit data pada waktu yang sama). Tidak akan terjadi kasus di mana revisi terakhir ada di sebuah PC lokal sementara pada folder data bersama tidak terrevisi.

Dengan sistem PLM pula setiap engineer yang mengakses bill of materials bisa langsung mendapatkan gambar sebuah komponen tanpa harus menyusuri folder demi folder secara manual. Cukup dengan klik dua kali pada nomer komponen pada bill of materials.

10 Keuntungan penerapan Standar-Standar ISO bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah

Standar Internasional ISO memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan-perusahaan di dunia, baik di negara maju maupun negara berkembang. Meski demikian  keuntungan-keuntungan itu tidak hanya untuk korporasi-korporasi besar dan bisnis-bisnis berskala besar saja.

Standar-standar ISO juga membantu perusahaan-perusahaan berskala kecil dan menengah. Sebagai contoh, standar-standar ISO telah mendorong pencapaian tertinggi bagi spesifikasi produk dan jasa. Standar-standar tersebut mampu meningkatkan efisiensi proses-proses. Mereka  membantu UMKM meningkatkan kualifikasi agar bisa berpartisipasi dalam jaringan pemasok global.

Ringkasnya,  standar-standar ISO bisa membantu UMKM berkompetisi dengan peluang-peluang bisnis besar di pasar global. Standar-standar ISO adalah kunci untuk membuka peluang-peluang di masa depan.

10 Good Things for SMEs

10 Good Things for SMEs

10 keuntungan yang diberikan standar-standar ISO bagi UMKM

1. Standar-standar membantu UMKM untuk berkompetisi di bidang yang sama dengan perusahaan-perusahaan besar

2. Standar-standar membuka pasar ekspor bagi produk-produk dan jasa-jasa yang ditawarkan UMKM

3. Standar-standar membantu menemukan praktik bisnis terbaik

4. Standar-standar menuju kepada efisiensi operasi-operasi bisnis

5. Standar-standar memberikan kredibilitas dan kepercayaan bagi pelanggan

6. Standar-standar membuka peluang-peluang bisnis dan penjualan baru

7. Standar-standar memberikan keunggulan kompetitif

8. Standar-standar membuat merek atau nama perusahaan dikenal secara internasional

9. Standar-standar membantu perkembangan perusahaan

10. Standar-standar memungkinkan pemakaian bahasa yang seragam dan baku antar berbagai sektor industri

Versi lengkap dan kisah-kisah sukses SME yang menerapkan standar-standar ISO bisa anda unduh dari 10 Good Things