Review film Jason Bourne

30 Juli 2016, di Cinemaxx Orange County Lippo Cikarang

Setelah menunggu sekian lama akhirnya tetralogi Bourne menjadi kenyataan. Komentar saya: resep lama, alur yang hampir serupa, lokasi yang tidak jauh berbeda.

Di Jason Bourne kita disuguhi cyber-intelligence dan cyber-army yang semakin canggih. Bagian ini sudah ada sejak Bourne Identity. Melalui bagian ini kita bisa melihat perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan jaringan mulai jaman monitor tabung sampai ke monitor sentuh.

Setting lokasi juga masih berkisar di Langley Virginia, Berlin, London dan tambahan lokasi baru di Athena, Reykjavik, Israel dan sedikit di perbatasan Albania-Yunani.

Komentar terakhir. Film ini cukup mengobati kerinduan penggemar Bourne tetapi tidak ada kejutan baru yang berarti. Bourne Legacy justru memberi warna baru terutama pada segmen di Alaska ketika berjibaku melawan drone.

Oh ya, tokoh favorit saya Heather Lee alias Alicia Vikander. She looks smart and innocent meski bagian akhir film ini justru menunjukkan betapa berbahayanya ia .

Selamat menonton!

 

Advertisements

Beralih dari lampu neon ke lampu LED | Perbandingan lampu pijar – lampu neon – lampu LED

Yang paling membuat saya tergoda untuk beralih dari lampu pijar ke lampu LED adalah usianya yang bisa mencapai 15 tahun (berdasarkan tulisan yang ada di kemasan). Meskipun setelah ditelisik dengan mencari keterangan untuk tanda dua bintang (**), usia 15 tahun itu dengan pemakaian harian hanya 2,7 jam/hari. Tentu jarang sekali kita memakai lampu hanya untuk 2,7 jam/hari. Kecuali lampu kamar mandi.

Jika diasumsikan pemakaian per hari adalah 8 jam, maka usia lampu LED menjadi = (2,7/8)*15 = 5,06 tahun saja. Sebuah usia yang cukup lama dan mungkin kita tidak akan ingat kapan terakhir kali kita membeli lampu tersebut. Dengan usia lampu 5 tahun maka daya tahan lampu LED mencapai hampir 2x lipat daya tahan lampu neon.

Tetapi yang paling menarik adalah pemakaian listriknya yang sangat hemat. Untuk menghasilkan penchayaan sebesar 600 lumen (setara lampu pijar 60 watt) ia hanya membutuhkan daya listrik 7 watt. Artinya lampu LED lebih hemat listrik (lebih dari) 85% dibanding lampu pijar. Bahkan lampu neon 11 watt (Philips Genie) hanya mampu menghasilkan pencahayaan 570 lumen. Artinya lampu LED lebih hemat listrik 36% dibanding lampu neon.

Perbandingan antara lampu pijar, lampu neon dan lampu LED disajikan dalam grafik berikut ini.

Perbandingan lampu pijar - lampu neon  -lampu LED

Perbandingan lampu pijar – lampu neon -lampu LED

Cara membaca grafik di atas adalah sebagai berikut:

  • Untuk menghasilkan pencahayaan 600 lumen: lampu pijar membutuhkan daya 60 watt, lampu neon membutuhkan 11 watt, lampu LED hanya membutuhkan 7 watt
  • Tiap 1 watt daya listrik yang dikonsumsi: lampu pijar menghasilkan 10 lumen, lampu neon menghasilkan  51.8 lumen dan lampu LED menghasilkan 85,7 lumen.

Memang lampu LED lebih mahal dibanding lampu neon. Harganya sekitar 2x lipat lampu neon . Di Indomaret harganya 84.900 rupiah (Philips 7W E27 220-240V). Jika kita membeli di toko listrik atau toko elektronik harganya sekitar 69.000 rupiah. Akan tetapi itu sebanding dengan usia pakai yang lebih lama, konsumsi listrik yang hemat dan pencahayaannya yang lebih terang.

Keunggulan lampu LED

Keunggulan lampu LED (Philips)

Menjemput rejeki di pagi hari dan Sepatu safety Krushers Florida

Saya mempunyai langganan penjual nasi kuning di Ruko Palais, Delta Mas. Saat membeli nasi kuning saya memperhatikan dua toko alat-alat teknik sudah buka meskipun masih jam enam pagi. Saya kagum dengan keuletannya dalam menjemput rejeki. Tidak banyak toko-toko dengan barang dagangan serupa yang membuka diri sepagi itu. Biasanya toko alat-alat teknik dan bangunan baru buka jam 8 ke atas.

Warung nasi kuning - Ruko Palais, Delta Mas

Warung nasi kuning – Ruko Palais, Delta Mas

Jejeran sepatu safety yang dipajang di atas etalase salah satu toko (Sumber Abadi) menarik perhatian saya. Sudah lama saya menyimpan ketertarikan dan keinginan untuk memiliki sepatu jenis ini. Awalnya karena saya melihat dua teman kuliah dengan “pede”nya memakai sepatu safety ke kampus. Modelnya pun yang paling sederhana alias berwarna hitam.

Saya tertarik dengan sepatu merek Krushers. Si penjual, seorang nenek yang berusia sekita 60 tahun melayani saya dengan ramah. Suaranya lembut dan murah senyum. Dua ratus enam puluh ribu rupiah untuk sepatu safety Krushers Florida. Menurutnya harga tersebut sudah murah dan wajar. Saya merasakan kejujuran di ucapannya. Deal!

Toko Sumber Teknik dan Sumber Abadi, Ruko Palais Delta Mas

Toko Sumber Teknik dan Sumber Abadi, Ruko Palais Delta Mas

Anggaplah keuntungan yang diberikan produsen sepatu tersebut adalah 10% dari harga maka penjual tersebut mendapatkan keuntungan dua puluh enam ribu rupiah. Sebuah jumlah yang cukup besar. Dan itu ia dapatkan karena ia membuka tokonya pagi-pagi.

Saya pun membawa pulang sepatu safety Krushers Florida. Siang harinya sepatu tersebut langsung saya pakai ke kantor Samsat memperpanjang pajak sepeda motor.

Cakep! Terasa safe memakai sepatu tersebut saat bermotor meski terasa agak tebal dan feel terhadap gigi dan rem berkurang. Tinggal dibiasakan.

Sepatu safety Krushers Florida

Sepatu safety Krushers Florida

Krushers Florida

Krushers Florida

Obat generik – Murah harganya terbukti khasiatnya

Beberapa waktu lalu ketika pemerintah gencar mensosialisasikan obat generik di gerai Alfamart dan Indomart kita bisa dengan mudah mendapatkan obat-obat generik tersebut. Meski demikian saya sempat ragu dengan khasiatnya karena harganya murah sekali. Sebagai contoh parasetamol 500 mg dengan isi sekitar 8 tablet dijual hanya 1500 rupiah.

Sampai akhirnya gigi saya yang baru ditambal terasa sakit. Mungkin dokternya salah mendiagnosa sehingga tidak dirawat dulu sarafnya (tambal sementara) tetapi langsung ditambal permanen. Akhirnya balik lagi ke dokter gigi untuk berkonsultasi. Saya diminta meminum obat antibiotik (amoxicillin) dan pereda sakit (poncofen) selama 3 hari. Setelah obat habis rupanya gigi saya belum sembuh benar. Seringkali di malam hari tiba-tiba ngilu dan nyut-nyutan.

Istri saya menyarankan untuk meminum obat pereda sakit lagi. Antalgin. Ini obat lama. Dulu waktu saya masih kecil akrab sekali dengan obat ini karena sering sakit gigi.

Harga Antalgin

Harga Antalgin

Saya siapkan uang 50.000 rupiah dengan maksud membeli 2 strip tablet Antalgin. Ketika sudah di apotik dan bertanya harganya saya kaget karena hanya 5000 rupiah untuk dua strip. Setiap strip berisi 10 tablet Antalgin.

Ternyata yang dijual adalah obat generik! Setelah beberapa kali meminum obat generik ini saya merasakan khasiatnya tidak kalah dengan obat bermerek. Selama ini saya telah menyepelekan obat generik yang murah tetapi berkhasiat!

Setia dengan LG E510 – ponsel tangguh dan tahan banting

12 April 2012 ponsel LG E510 kuperoleh dengan skema cicilan 9 bulan potong gaji. Kini sudah 2 tahun 5 bulan ponsel ini menemani dan membantuk aktivitasku.

Ternyata tak semua kecerdasannya kupakai. Pemakaian sehari-hari hanya berkisar pada percakapan, pesan dan sesekali update berita. Sedikit sekali tools maupun game yang kutambahkan ke ponsel cerdas ini. Akhirnya aku menyadari bahwa aku tidak membutuhkan ponsel yang terlalu cerdas.

LG E510 - kuat dan tahan banting

LG E510 – kuat dan tahan banting

Aktivitas sehari-hariku tidak membutuhkan ponsel ber-IQ tinggi. Maka sampai saat ini aku mencukupkan diri dengan LG E510 ini. Kalau menuruti keinginan, tentunya aku ingin memiliki LG G3.

Selama 2 tahun 5 bulan ponsel ini sudah mengalami banyak insiden dan kecelakaan. Paling sering adalah terjatuh dari genggaman. Beberapa kali sampai cover dan baterai tercerai berai. Dua kali tertimpa berat badan saat di dalam tas ketika terjatuh dari sepeda dan motor.

Meski sering terjatuh, desain yang kokoh dan bahan casing yang kuat membuatnya tidak mengalami dented ataun scratch yang parah. Kaca display sampai kini masih mulus. Kekuatan Gorilla Glass dari Corning memang teruji.

Ketika ponsel Leno** milik temanku layarnya pecah karena tidak sengaja terduduki dikursi aku semakin menyadari kekuatan Gorilla Glass ini. Tak terhitung berapa kali ponsel ini terduduki ketika kutaruh di saku belakang.

Ponsel ini selalu kubawa saat ber-cross country dengan sepeda. Ponsel ini sudah melanglang buana ke berbagai trek sepeda di Jawa Barat. Beberapa momen bersepeda juga sempat kuabadikan memakai kamera ponsel ini.

Satu-satunya kelemahan yang kini kurasakan adalah menurunnya daya tahan baterai. Dalam sehari mesti mengisi baterai dua kali. Hal yang wajar mengingat ponsel ini sudah uzur. Untuk mengatasinya, setingan kecerahan layar berada pada level minimum. Akibatnya saat berada di luar ruangan gambar dan tulisan agak kabur.

It’s a robust smartphone.

Berpindah dari Speedy ke First Media

Tidak ada kontrak. Jadi jika merasa tidak puas dengan pelayanan First Media bisa berhenti kapanpun. Harga langganan sudah termasuk saluran TV dari dalam dan luar negeri. Dengan menambah 20 ribu per bulan maka bisa upgrade ke modem wifi. Total harga langganan perbulan 207.000 rupiah untuk paket Familiy Combo HD (paket paling murah).

First Media - Paket Family Combo HD

First Media – Paket Family Combo HD

Saya dikunjungi sales First Media pada hari Sabtu, 5 Juli 2014. Si sales menjanjikan besoknya, hari Minggu jaringan sudah terpasang. Hari Sabtu jam 3 sore CS First Media mengkonfirmasi saya via telepon untuk pemasangan jaringan di hari Minggu antara jam 09:00 ~ 12:00.

Esoknya di jam 10:00 dua orang teknisi dari First Media datang untuk memasang kabel jaringan. Prose pemasangan berlangsung cepat. Jam 10:45 saya sudah mempunyai akses ke internet berkecepatan tinggi dan saluran TV berbagai channnel. Modem wifi memakai Cisco DPC 2320. Set Tob Box memakai Samsung SMT-C5050. Modem dalam kondisi baru sementara STB sepertinya bekas konsumen lain yang sudah berhenti belangganan :).

Modem wifi baru - Cisco DPC2320

Modem wifi baru – Cisco DPC2320

Overall, kecepatannya lebih tinggi dibanding paket Speedy saya yang harganya 214.000 per bulan (minus saluran TV). Saya coba memutar video beresolusi 720p di Youtube tetapi masih tersendat (buffering). Tidak seperti yang dibilang salesnya, streaming tanpa buffering. Tetapi ini masih lebih bagus dibanding Speedy yang masksimal berada di 360p untuk akses video tanpa buffering. Tidak terlalu buruk untuk paket internet kecepatan agak tinggi dan akses televisi 🙂

Samsung SMT-C5050

Samsung SMT-C5050

Review Radio Panasonic RL-4249 MK3 (radio baru dengan desain retro)

Bentuknya memang mengingatkan kita kepada radio-radio dari tahun 80-an. Meski demikian ini adalah radio baru yang memakai desain lama. Bagi penggemar radio, hadirnya radio ini merupakan obat kerinduan terhadap masa-masa kejayaan radio di tahun 80-90an.

Radio Panasonic RL-4249 MK3

Radio Panasonic RL-4249 MK3

Sesuai dengan tag-nya 4 Band Supersensitivity, radio ini memang sangat sensitif menangkap gelombang. Posisi saya di Cikarang dan semua radio yang mengudara dari Jakarta (AM dan FM) bisa ditangkap dengan jernih.

Radio ini jauh lebih peka dibanding Radio Polytron milik saya dimana siaran FM yang bisa ditangkap dengan jelas hanya Radio An-Nisa dan Radio Dakta yang mengudara dari Cikarang dan Bekasi. Radio Polytron saya bahkan tidak peka terhadap siaran AM.

Radio Panasonic RL-4249 MK3 - 4 Band Super Sensitivity

Radio Panasonic RL-4249 MK3 – 4 Band Super Sensitivity

Suara Radio Panasonic RL-4249 MK3 ini sangat jernih. Karena memakai speaker berukuran besar (12 cm) maka suara bass-nya pun terdengar jelas dan mantap. Overall, saya sangat puas dengan kualitas radio yang saya dapatkan dengan harga 310.000 rupiah.

Kelemahannya ada pada bahan casingnya yang terbuat dari MDF (middle density fibreboard) yang tidak tahan air dan kelembapan tinggi. Selain itu saat diputar tombol Tuning mengeluarkan suara yang berasal dari gesekan benang tuning dan poros tombol Tuning.

Harga Radio Panasonic RL-4249 MK3 (310.000 rupiah)

Harga Radio Panasonic RL-4249 MK3 (310.000 rupiah)