30 tahun baru kesampaian menonton konser Gobless

Tahun 1988 album Semut Hitam dar Godbless keluar. Dua lagu, Kehidupan dan Semut Hitam menjadi hits dan banyak diputar di radio-radio. Saat itu saya masih kelas 4 Sekolah Dasar. Berbekal radio AM merek Sharp, selepas sholat Maghrib “nongkrong di samping radio” menunggu-nunggu lagu-lagu Godbless diputar di acara Jazz Rock Pribumi Radio Senaputra.

Suksesnya album tersebut disusul dengan serangkaian tur keliling Indonesia. Tidak ketinggalan Malang yang merupakan barometer musik rock Indonesia juga disinggahi. Karena masih murid Sekolah Dasar maka terlalu kecil dan miskin untuk menyaksikan konser tersebut. Saya tidak seberuntung beberapa orang tetangga yang cukup tajir dan sudah besar sehingga berhasil menonton konser di Godbless di puncak kejayaannya.

Tak disangka, di tahun 2017, tepat 30 tahun (kurang sedikit) saya berhasil menonton konser Godbless yang berlangsung di dekat rumah dan gratis, effortless. Yes! Konser Godbless di kota Meikarta.

Tentu saja Iyek tidak segarang dulu. Akan tetapi penampilannya cukup mengobati kerinduan terhadap band rock favorit kebanggan Indonesia. Yang menjadi tanda tanya justru posisi drummer yang semalam diisi Fajar Satritama dari Edane. Selebihnya cabikan gitar Ian Antono dan betotan bass Donny Fatah masih garang meski tidak sedetil dulu. Donny Fatah yang beberapa tahun lalu sempat sakit justru tadi malam tampak paling segar di antara semua personil Godbless.

Puas! Meski hanya menonton empat lagu Syair Kehidupan, Panggung Sandiwara, Musisi dan Semut Hitam.

Konser Godbless di Central Park Meikarta – 2017

 

Achmad Albar dan Ian Antono di konser Godbles di Meikarta – 2017

Advertisements

Godbless album Cermin – Original Master 1980

Tak disangka saat bermain ke Toko Kaset dan CD Harika di Mall Lippo Cikarang menemukan harta karun yang sudah lama dicari-cari penggemar musik rock Indonesia yaitu album Cermin dari Godbless yang dirilis pada tahun 1980. Di beberapa forum musik di dunia maya sempat diisukan jika original master dari album tersebut telah hilang.

Dengan dirilisnya album tersebut dalam format cakram padat (CD) apakah orginal masternya sudah ditemukan? Jawaban pertanyaan tersebut tidak penting. Yang terpenting kini bisa mendengarkan album tersebut dengan kualitas audio yang bagus. Lagu-lagu dari album tersebut yang beredar di dunia maya dalam format mp3 mungkin di-ripping dari kaset atau piringan hitam sehingga kualitas audionya kurang bagus.

 

Godbless Cermin 1980

Godbless Cermin 1980

 

Godbless Cermin - Rekaman 1980

Godbless Cermin – Rekaman 1980

 

Godbless Cermin - Original Master 1980

Godbless Cermin – Original Master 1980

 

Godbless Cermin – Original Master 1980

Godbless Cermin – 100% Recording 1980

Godbless Cermin – Rekaman 1980

Lembaran Baru – Ertebe

Lirik di bawah ini tidak dinyanyikan dengan irama mendayu-dayu dan melambai. Lirik romantis puitis tersebut justru diiringi dengan musik rock gegap gempita dengan riff guitar yang tebal dan melodi yang meraung. Nyatanya dengan konsep tersebut lagunya tidak kehilangan pesan bahkan terksesan dewasa dan jantan.

Lagu-lagu dari era 90-an memang terkenal dengan kualitas musik dan lirik yang bagus. Pada era tersebut tampang dinomerlimakan. Yang paling utama adalah musikalitas dan kualitas.

Lembaran Baru yang dibawakan grup Ertebe dari Surabaya berada dalam album kompilasi 10 Finalis Festival Rock Indonesia ke-6.

 

Ertebe – Lembaran Baru

Waktu telah berlalu begitu lama

Sejak engkau berdiam dalam ingatan

Setumpuk kekecewaan

Berbagai cobaan sudah selesai

 

Kini segalanya terlihat jelas

Tirai yang semu telah tersingkap

Takdir sudah berpesan

Dua jiwa saling membutuhkan

 

Terimalah seluruh jiwa ragaku

Tertitip salam mesra penuh rindu

Hari yang baru menunggu

Penuh keyakinan… Arungi kehidupan

 

Kini kau tak lagi sendiri… Menyusuri jalan yang sepi

Hari baru mulai… Helai demi helai

Lembaran baru…. !!

fri ke-6

 

Andromedha – Konser Rock (CD)

Konon, album Konser Rock ini Original Master – Never Released on CD.

Saya menemukannya di Harika Music Lippo Cikarang. Harganya 40.000, lebih mahal dibanding harga rata-rata CD musik Indonesia. Mungkin karena masuk kategori Collector Series 🙂 Meski agak mahal saya berpendapat pricing-nya sudah tepat. Penggemar musik jenis ini adalah mereka yang sudah mapan dan berusia 30-40 tahun. Selisih 5.000 bukan hal besar bagi mereka.

Bagaimana isinya? Editingnya kurang bagus karena di setiap awal lagu ada bunyi klek! seperti saat kita menyalakan cassette player di jaman dahulu. Agak mengganggu memang. Kualitas audionya juga tidak merata. Sepertinya lagu-lagu mereka direkam di studio musik yang berbeda-beda.

Andromeda - Konser Rock

Andromeda – Konser Rock

Meski demikian usaha Harpa Records untuk menghadirkan kembali album-album dari grup rock jadul dalam bentuk CD harus dihargai. Dengan format digital maka kualitasnya akan terjaga dan mempermudah para penggemar untuk memutarnya dibanding format cassette.

Beberapa single Andromeda yang populer seperti Lamunan dan Doa Yang Terlupa dijadikan bonus dalam CD ini. Sayang, lagu Prestasi yang merupakan lagu favorit penggemar musik rock tidak ada dalam CD ini.

Channel jazz Indonesia di Youtube

Tidak diragukan lagi bahwa musik Indonesia adalah salah satu yang paling maju di Asia, terutama musik jazz. Di Youtube banyak kita temukan channel-channel yang secara khusus menampilkan musisi-musisi jazz Indonesia.

Yang paling terkenal dan paling produktif tentu saja Mostly Jazz. Ada ribuan video live performance yang direkam dari Red White Jazz Lounge. Uniknya channel tersebut bukanlah official channel dari Red White Jazz Lounge tetapi channel yang dibuat dan dikelola oleh salah satu penggemar cafe jazz tersebut.

Mostly Jazz - Red White Jazz Lounge

Mostly Jazz – Red White Jazz Lounge

Yang kedua adalah Just Play. Channel-nya di Youtube memang belum sekaya dan seterkenal Mostly Jazz. Akan tetapi jika pemilik channel ini konsisten dalam mengupdate isinya dalam waktu yang tidak lama pasti akan menjadi salah satu channel favorit bagi penggemar jazz Indonesia. Jika tidak salah channel ini adalaah milik Tohpati, gitaris handal Indonesia.

Kelebihan Just Play adalah hasil rekamannya bersih dari noise (obrolan/celoteh penonton) karena direkam di studio (rumah). Sayang, pemilik channel ini belum bercerita banyak tentang channel ini. Halaman “Tentang” masih kosong.

Just Play - Indonesian Jazz Channel on Youtube

Just Play – Indonesian Jazz Channel on Youtube

Pelangi Acila|Lagu-lagu dari Ajang Cipta Lagu Anak Indonesia

Awalnya saya tertarik dengan warna sampul CD-nya yang didominasi warna kuning dan oranye. Sangat menarik perhatian di antara deretan CD-CD lainnya.

Sampul CD Pelangi Acila

Sampul CD Pelangi Acila

Meski berlabel lagu anak-anak beberapa lagu memiliki lirik dan aransemen yang agak berat. Dalam menilai berat tidaknya sebuah lirik atau lagu saya memakai sudut pandang ketika memilih lagu untuk anak-anak saya yang berusia 4,5 dan 7,5 tahun.
Di antara 13 lagu yang terdapat dalam album Pelangi Acila, lagu pertama dan ketiga yang masing-masing berjudul Kupu-Kupu dan Kau Istimewa adalah lagu-lagu yang cocok untuk usia anak 4-8 tahun.
Di tengah langkanya lagu anak-anak, hadirnya album inimesti kita apresiasi. Dengan harga hanya 25000 terbilang cukup murah untuk sebuah karya seni berkualitas yang bisa kita nikmati setiap saat. Ayo beli CD orisinil Pelangi Acila.

CD Pelangi Acila

CD Pelangi Acila

Dream Theater – Pull Me Under (cover) by Kala Scarpinski

Lagu-lagu Dream Theater memang menarik dan menantang siapapun yang serius belajar musik untuk memainkannya. Banyak di antara musisi-musisi amatir yang mengunggah  performance mereka di Youtube saat meng-cover lagu-lagu Dream Theater tetapi tidak banyak yang mendapatkan acungan jempol. Salah satu cover yang banyak mendapat apresiasi adalah cover dari lagu Pull Me Under yang dimainkan oleh anak-anak berusia belasan tahun  yang dibimbing oleh Aaron O’ Keefe.

Apresiasi terbesar diberikan kepada vokalis yang diisi oleh seorang gadis kecil berusia 11 tahun tetapi memiliki kualitas vokal yang luar biasa, Kala Scarpinski. Selain vokalnya yang utuh dan jernih, gaya/gesturnya tampak sangat natural ketika membawakan lagu ini. Jika bakatnya dipupuk dan dikembangkan dengan benar saya yakin suatu saat ia akan menjadi diva.

Setelah berhasil mengunduh videonya dari Youtube sudah berulang kali saya memutar lagu Pull Me Under yang dimainkan oleh anak-anak tersebut dan saya tidak pernah merasa bosan. Khusus untuk lagu Pull Me Under ini saya lebih suka vokal Kala Scarpinski daripada James La Brie.

Jika anda merasa penasaran dengan vokal gadis kecil ini silahkan melihat penampilannya