Pemborosan dari sebutir nasi

Menurut reference.com berat sebutir beras adalah 1/64 gram atau 0.015gram. Jika ada setengah milyar manusia yang meninggalkan sebutir nasi setiap kali makan, dan ia makan nasi tiga kali sehari maka akan ada 0.015 gram x 500.000.000 x 3 = 75.000.000 gram nasi terbuang setiap hari. 75.000.000 gram = 75.000 kilogram = 75 ton.

Jika harga 1 kilogram beras = 10.000 rupiah maka nilai pemborosan perhari adalah 75.000 x 10.000 = 750.000.000 rupiah. Hampir satu milyar rupiah !!!

Pada kenyataannya, banyak orang yang menyisakan makanannya lebih dari sebutir nasi. Puluhan bahkan mungkin ratusan butir nasi yang tidak ia makan dan terbuang menjadi sampah.

Tak sebutir nasi pun tersisa

Sungguh mulia Rasulullah saw yang empat belas abad silam mengajarkan kita agar tidak menyia-nyiakan harta (termasuk makanan) dan selalu menghabiskan makanan yang kita ambil.

Sebagian orang Jawa menganggap bahwa orang yang menghabiskan makanan di piringnya adalah orang yang rakus. Ini adalah anggapan yang teramat sangat keliru dan harus diberantas. Saya pun besar di lingkungan orang-orang yang berpandangan seperti itu. Akan tetapi setelah dewasa saya buang jauh-jauh pandangan keliru tersebut. Hasilnya? Bisa dilihat gambar piring di atas. Gelas di kanan yang masih tersisa sedikit teh adalah bekas orang lain. Gelas saya tak menyisakan teh sedikitpun.

Di bawah ini adalah contoh kebiasaan buruk orang Indonesia saat makan. Boros! Tidak tuntas! Bisa jadi saat bekerja pun pekerjaannya tidak tuntas.

boros makanan

Advertisements

Snack dan makanan ringan halal di Ho Chi Minh City (Saigon)

Malam itu setelah belanja di Ben Thanh Market kami coba mampir ke Family Mart untuk melihat-lihat snack dan makanan ringan ala Vietnam. Kami menemukan Indomie Goreng seharga 6000 dong. Penasaran kami coba untuk melihat-lihat mie jenis lain. Ternyata ada juga mie buatan Vietnam yang berlabel halal.

Label Halal pada Mie Ngon Ngon

Ngon Ngon – Halal noodles

Setelah itu kami menemukan beberapa snack lain, salah satunya Green Peas alias kacang polong hijau dengan Label Halal. Pada Label Halal tertulis “Islamic Community of HCMC VN”.

Halal Green Peas – Vietnam

Kopi “O” khas Batam

Saya sudah berkunjung ke Batam tiga kali. Di tiap kunjungan tersebut saat makan siang atau malam, tak lupa selalu memesan Kopi “O”. Salah satu alasan karena di Bekasi atau Jakarta kopi murah didominasi oleh kopi sachet. 

Nahh di Batam kopi non-sachet tersebut dijual dengan harga yang masuk akal. Kisarannya 6-10 ribu per cangkir. Dan hampir semua warung makan menyediakan kopi tersebut. Sementara di Bekasi atau Jakarta kopi non-sachet biasanya hanya ada di kafe. Tahu sendiri kan harga makanan dan minuman di kafe kurang ramah bagi kantong.

Rasa kopinya kental dibanding kopi hitam sachetan merek terkenal. Gulanya tidak terlalu banyak dan selalu dibiarkan dalam kondisi belum teraduk alias masih mengendap di bagian bawah cangkir/gelas. Jika kita suka kopi pahit sebaiknya tidak usah diaduk.

Bekerja ditemani kopi O

Kopi O dan Mie Tarempa

Produk bermerek lebih mahal

Saya mempunyai langganan warung nasi kuning di Deltamas, Cikarang Pusat. Sepiring nasi kuning harganya 10.000 rupiah. Isinya antara lain nasi kuning, orek tempe, oseng kentang, bihun, telur bulat, kerupuk dan sambal. Cukup murah untuk isian yang komplit seperti itu. Makanan dan warungnya bersih dan nyaman. Saya suka berlama-lama jika makan di situ karena bisa bersandar di kursinya. Warung tersebut tidak bermerek.

Nasi kuning - Deltamas

Nasi kuning – Deltamas

Pagi ini warung langganan saya itu tidak berjualan. Rupanya ia libur di hari Minggu. Saya pun beralih ke warung di sebelahnya, Nasi Uduk Betawi – Aseli Tomang. Menu saya nasi uduk dengan telur bulat, oseng kentang+petai cina, orek tempe, bihun, sambal dan kerupuk. Serupa dengan menu nasi kuning langganan saya. Harganya ternyata berbeda jauh. Sepiring nasi uduk harganya 15.000 rupiah. Yang membedakan hanyalah air minum di warung nasi uduk ini selalu hangat. Merek, air minum hangat dan petai cina  ternyata bisa mendongkrak harga sampai 5.000 rupiah. Merek memang mahal. Jika ingin berhemat sebaiknya membeli produk-produk generik. 😀

Nasi uduk Betawi - Deltamas

Nasi uduk Betawi – Deltamas

Bubur Manado atau Nasi Manado?

Maksud hati ingin membuat bubur Manado akan tetapi ternyata penanak nasiku tidak memiliki kemampuan untuk menanak nasi hingga menjadi bubur. Sensornya bimetalnya sudah diatur sedemikian rupa sehingga setelah mencapai suhu dan waktu tertentu maka mode memasak akan berganti dengan menghangatkan saja.

Pada saat pertama kali membuat bubur Manado kupikir jumlah airnya kurang banyak. Hari ini jumlah air kutambah lebih banyak dari kemarin tetapi hasilnya sama saja. Nasi tak kunjung menjadi bubur.

Anyway, rasa bubur/nasi Manado ini tidak mengecewakan. Lezat malah. Sesuai dengan seleraku yang menyukai sayuran dan makanan yang spicy. Untuk mencegah agar tekstur sayuran tidak rusak karena dimasak terlalu lama maka kali ini kol, buncis, tomat daun seledri dan daun bawang kumasukkan di pertengahan. Ketika nasi masak sayur-sayuran tersebut tidak kehilangan tekstur dan warnanya sehingga menarik untuk dipandang.

Apa saja komposisi nasi Manado ini? Beras, jagung muda, dan wortel adalah bahan-bahan yang dimasak sejak awal. Di pertangahan bisa ditambahkan kol, buncis muda, daun seledri, daun bawang, merica/lada dan garam.

Bubur Manado - Nasi Manado

Bubur Manado – Nasi Manado