Pesona Belitung: Keindahan Alam, Kuliner, Sejarah dan Laskar Pelangi

Ketika ada survei lokasi gathering terdapat 3 pilihan Malang, Yogyakarta dan Belitung. Meski sempat memfavoritkan Malang dengan alasan sekalian pulang kampung, menjelang klik pilihan tiba-tiba pikiran ini berubah, kenapa bukan Belitung yang selama ini belum pernah dikunjungi. Dan Belitung adalah lokasi setting dari trilogi laskar Pelangi, salah satu novel favoritku. Dan aku tidak akan pernah menyesali keputusan itu.

Pantai-pantai yang landai, berpasir putih, tekstur pasir yang nyaman di kaki, air laut jernih, terumbu karang yang terjaga, ombak kecil, vegetasi rapat di beberapa pulau dan tentu saja deretan bongkahan batu granit berukuran raksasa di sebagian besar pantainya menjadi daya tarik yang tak tertahankan. Kita akan betah berlama-lama di pantainya untuk sekedar bermain air, pasir, mendayung atau snorkeling.

Dermaga Pulau Leebong

Beberapa pulau seperti Pulau Leebong menyediakan jalur trekking hutan dataran rendah dan hutan bakau. Bahkan perjalanan ke pulau-pulau dengan perahu sudah menjadi keasikan tersendiri. Karena memakai perahu kecil berkapasitas maksimal 18 orang maka jika kita duduk di depan kita bisa mencelupkan tangan ke air laut.

Batu granit raksasa sebesar pulau

Daratan Belitung juga menyimpan berbagai pesona meski belum sepopuler pantainya. Batu baginda, hewan endemik tarsius, hutan hujan tropis di perbukitan yang masih perawan, dan hutan bakau. Bagi penggemar touring ini adalah salah satu lokasi bersepeda paling bagus di dunia. Treknya relatih datar dengan beberapa rolling di bagian tengah pulau. Lalu lintas masih sepi dan vegetasi rapat, hijau sepanjang jalan.

Kamu penggemar seafood? Datanglah ke Belitung. Kamu bisa makan seafood sampai”mampus”. Berbeda dengan seafood di Jakarta dimana ikan, kepiting dan cuminya bisa mati sampai 7 kali (karena panjangnya rantai distribusi), di Belitung hanya mati 3 kali, di tangan nelayan, di tangan penjual dan di tangan juru masak. Kita akan mendapatkan seafood yang masih segar. Jika kamu berkesempatan mengunjungi Pulau Leebong, jangan lupa mencicipi pepes ikan khas Belitung. Ini adalah pepes ikan terenak di dunia.

Belitung dan Bengkulu di tahun 1800-an merupakan koloni Inggris yang kemudian ditukar dengan Singapura dan Niew Amsterdam milik Belanda. Belandan mengincar kandungan timah di Belitung di mana pada masa itu timah merupakan bahan baku utama proyektil meriam dan peluru. Sementara Inggris lebih memilih Singapura karena posisinya yang strategis di Selat Malaka.

Mercusuar peninggalan Belanda di Pulau Lengkuas (Lengkos – Lighthouse)

Sejarah Belitung lekat dengan sejarah penambangan timah. Pada masa kejayaan penambangan timah, Pulau Belitung pernah memiliki PLTD terbesar se-Asia Tenggara berkapasitas 1,6MW di awal tahun 1900-an. BHP Billiton yang pernah memgang konsesi tamabang timah di Belitung kini menjadi salah satu perusahaan pertambangan terbesar di dunia. Sayangnya kekayaan tambang itu di masa lalu sedikit yang menetes ke warga Belitung.

Berulang kali guide menuturkan tentang berkah dari trilogi novel dan film Laskar Pelangi. Novel yang menjadi best-seller dan film yang menjadi box-office menjadi sarana promosi gratis bagi Pulau Belitung. Alur cerita novel yang memikat dan menginspirasi berpadu dengan keindahan alam yang tergambar dalam film Laskar Pelangi menggoda siapa saja untuk mengunjungi Pulau Belitung. Napak tilas lokasi dalam novel dan lokasi syuting menjadi sangat menarik.

Pulau Belitung yang dulu hanya dikenal dari pelajaran Geografi karena menjadi salah satu tempat penambangan timah utama di Indonesia tiba-tiba menjadi terkenal se-Indonesia bahkan Asia Tenggara. Di Malaysia, novel Laskar Pelangi juga menjadi best-seller. Kedekatan budaya dan bahasa menjadi salah satu faktornya. Jangan heran jika kita banyak bertemu dengan wisatawan dari Singapura atau Malaysia.

Replika SD Muhammadiyah Gantung

Determinasi melawan hambatan dan keterbatasan terwakili dari replika Sekolah Muhammadiyah Gantung. Sekolah dengan dua ruang kelas yang hampir roboh sehingga harus ditopang dengan dua batang kayu gelondongan.

Museum Kata Andrea Hirata membawa pesan bahwa fiksi adalah kekuatan baru yang mampu menginspirasi. Pesan Andrea Hirata semakin menegaskan sejarah bangsa ini dimana pada masa kolonial fiksi merupakan salah satu medan perlawanan.

Museum Kata Andrea Hirata

Tidak diragukan lagi Laskar Pelangi menjadi salah satu novel moderen terpopuler Indonesia yang berhasil menginspirasi ribuan orang. Novel ini juga berhasil mengubah nasib sebuah pulau yang selama ini menggantungkan ekonominya ke sektor primer perikanan, pertambangan dan pertanian beralih ke setor tersier, pariwisata yang lebih berkelanjutan dan berkesinambungan. Tidak salah jika Belitung kini menyandang status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata. Kita berharap Belitung menjadi daerah tujuan wisata utama selain Bali, Lombok, Raja Ampat dan Danau Toba.

Hanya 50 menit penerbangan dari Jakarta, rugi besar jika kita belum pernah berkunjung ke Belitung.

Advertisements

Perbedaan teh Jawa dengan teh Sunda

Biasanya jika seseorang di Jatim dan Jateng menawarkan dan menghidangkan teh maka yang dimaksud adalah teh manis. Sedangkan di Jabar, jika seseorang menawarkan dan menghidangkan teh maka yang dimaksud adalah teh tawar. Bagi orang-orang yang merantau dari Jatim dan Jateng ke Jabar untuk pertama kali pasti akan mengalami hal ini saat makan di Warung Tegal maupun Warung Sunda. Maksud hati ingin mendapatkan teh manis, yang dihidangkan malah teh tawar 🙂

Penasaran dengan hal tersebut saya menduga-duga apakah ini disebabkan oleh (dulu) perbedaan kemudahan distribusi gula dan populasi pabrik gula di masing-masing daerah. Jadi premisnya adalah karena di Jateng dan Jatim gula lebih mudah didistribusikan dan pabriknya lebih banyak maka gula lebih mudah didapatkan sehingga dari jaman dahulu orang terbiasa menambahkan gula ke dalam teh seduh.

Setelah bertanya ke om Google dengan kata kunci “peta lokasi pabrik gula di indonesia” kemungkinan besar premis saya tadi ada benarnya. Dari situs http://pabrikgula-baru.blogspot.sg – milik orang yang berkecimpung di industri gula, ternyata pabrik gula di Indonesia memang terkonsentrasi di Jatim dan Jateng.

Peta lokasi pabrik gula di Pulau Jawa

Peta lokasi pabrik gula di Pulau Jawa

Berbekal peta di atas, kemungkinan di jaman dulu gula lebih sulit didapatkan atau harganya cukup mahal di Jabar sehingga orang lebih memilih untuk meminum teh tawar. Kebiasaan tersebut terbawa sampai saat ini.

Lapar mata versus lapar perut

Kemarin, 9 September 2017, saya mengikuti Monash University Doctoral Program Information Day di Hotel Fairmont, Jakarta. Saat lunch break saya memutuskan sholat dahulu karena waktu lunch break hanya 30 menit. Dengan dua lajur antrian dan peserta yang banyak saya pikir akan memakan waktu lama sehingga lebih efektif jika saya sholat dahulu dan mengantri ketika sudah sepi.

Ketika selesai sholat ternyata hidangan makan siang sudah habis. Saya pun mencari-cari menu yang tersisisa. Akhirnya dapat lah beberapa jenis buah dan dessert. Masih beruntung setelah buah dan dessert disantap ada sup asparagus tersisa.

Yang menyedihkan ketika saya berkeliling mencari-cari makanan yang masih tersisa, banyak piring teronggok dengan sisa-sisa makanan yang tidak termakan. Bahkan beberapa diantaranya adalah potongan lauk-pauk yang nilainya lebih berharga dibanding butiran nasi. Padahal sebutir nasi pun tidak boleh kita sia-siakan.

Inilah kebiasaan buruk orang Indonesia. Suka menyia-nyiakan dan tidak menghabiskan makanan yang ia ambil. Matanya selalu lebih lapar dibanding perutnya. Artinya porsi makanan yang diambil selalu lebih banyak daripada daya tampung perutnya karena menuruti mata(nafsu)nya.

monash university doctoral program information day

Selama ini yang selalu saya lihat adalah di jamuan makan pada acara-acara perkawinan dimana tamunya sangat beragam. Nahh ini, yang makan adalah calon-calon doktor dan master, orang-orang terdidik. Ternyata mentalnya sama saja dengan orang-orang awam dan kebanyakan. Boros!

Pemborosan dari sebutir nasi

Menurut reference.com berat sebutir beras adalah 1/64 gram atau 0.015gram. Jika ada setengah milyar manusia yang meninggalkan sebutir nasi setiap kali makan, dan ia makan nasi tiga kali sehari maka akan ada 0.015 gram x 500.000.000 x 3 = 75.000.000 gram nasi terbuang setiap hari. 75.000.000 gram = 75.000 kilogram = 75 ton.

Jika harga 1 kilogram beras = 10.000 rupiah maka nilai pemborosan perhari adalah 75.000 x 10.000 = 750.000.000 rupiah. Hampir satu milyar rupiah !!!

Pada kenyataannya, banyak orang yang menyisakan makanannya lebih dari sebutir nasi. Puluhan bahkan mungkin ratusan butir nasi yang tidak ia makan dan terbuang menjadi sampah.

Tak sebutir nasi pun tersisa

Sungguh mulia Rasulullah saw yang empat belas abad silam mengajarkan kita agar tidak menyia-nyiakan harta (termasuk makanan) dan selalu menghabiskan makanan yang kita ambil.

Sebagian orang Jawa menganggap bahwa orang yang menghabiskan makanan di piringnya adalah orang yang rakus. Ini adalah anggapan yang teramat sangat keliru dan harus diberantas. Saya pun besar di lingkungan orang-orang yang berpandangan seperti itu. Akan tetapi setelah dewasa saya buang jauh-jauh pandangan keliru tersebut. Hasilnya? Bisa dilihat gambar piring di atas. Gelas di kanan yang masih tersisa sedikit teh adalah bekas orang lain. Gelas saya tak menyisakan teh sedikitpun.

Di bawah ini adalah contoh kebiasaan buruk orang Indonesia saat makan. Boros! Tidak tuntas! Bisa jadi saat bekerja pun pekerjaannya tidak tuntas.

boros makanan

Review film Jason Bourne

30 Juli 2016, di Cinemaxx Orange County Lippo Cikarang

Setelah menunggu sekian lama akhirnya tetralogi Bourne menjadi kenyataan. Komentar saya: resep lama, alur yang hampir serupa, lokasi yang tidak jauh berbeda.

Di Jason Bourne kita disuguhi cyber-intelligence dan cyber-army yang semakin canggih. Bagian ini sudah ada sejak Bourne Identity. Melalui bagian ini kita bisa melihat perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan jaringan mulai jaman monitor tabung sampai ke monitor sentuh.

Setting lokasi juga masih berkisar di Langley Virginia, Berlin, London dan tambahan lokasi baru di Athena, Reykjavik, Israel dan sedikit di perbatasan Albania-Yunani.

Komentar terakhir. Film ini cukup mengobati kerinduan penggemar Bourne tetapi tidak ada kejutan baru yang berarti. Bourne Legacy justru memberi warna baru terutama pada segmen di Alaska ketika berjibaku melawan drone.

Oh ya, tokoh favorit saya Heather Lee alias Alicia Vikander. She looks smart and innocent meski bagian akhir film ini justru menunjukkan betapa berbahayanya ia .

Selamat menonton!

 

Berkomunikasi dengan email – Ditampilkan atau dilampirkan?

Dalam dunia kerja saat ini dimana arus informasi  melalui email  berupa permintaan, balasan, pemberitahuan, peringatan, dan lain-lain mengalir begitu deras, seringkali membuka lampiran (attachment) pada sebuah surat elektronik menjadi terasa merepotkan. Untuk membuka suatu berkas/data terlampir diperlukan upaya double click, lalu perangkat lunak yang sesuai dengan ektensi berkasnya akan membuka berkas tersebut dan itu membutuhkan waktu beberapa detik sampai beberapa menit.

Bukankan itu suatu pemborosan? Kenapa tidak terpikir oleh si pengirim email untuk menampilkan informasi atau datanya pada tubuh email daripada menjadikannya sebuah lampiran (attachment)? Terutama untuk data/informasi singkat yang seringkali hanya berupa gafik, tabel perbandingan, tabel perhitungan, daftar, dll.

Untuk membantu penerima email kita yang sekedar perlu mengetahui data/informasi tersebut kita bisa menampilkan datanya pada tubuh email dengan cara copy-paste (salin tempel) memakai Snipping Tool yang merupakan aplikasi bawaan Windows. Penerima email jenis ini tidak perlu bersusah payah membuka lampiran berkas sekedar untuk membaca data/informasi. Bagi mereka yang membutuhkan data/informasi tersebut untuk diedit maka mereka bisa membuka berkasnya.

Dalam dunia kerja, orang-orang yang terlibat pertukaran informasi dalam sebuah email atau surat elektronik terbagi menjadi dua kelompok seperti di atas yaitu, orang yang sekedar butuh mengetahui informasi dan orang membutuhkan informasi tersebut sekaligus data mentahnya. Untuk orang kategoti pertama, data/informasi cukup kita tampilkan dalam tubuh email. Untuk orang kategori kedua, data/informasi berkasnya kita lampirkan dalam email.

Karena penerima email kita seringkali terdiri dari kedua jenis orang tersebut maka akan lebih baik jika data/informasi tersebut kita tampilkan dalam tubuh email sekaligus berkasnya kita lampirkan. Jika kita membiasakan diri untuk melakukan hal ini maka kita akan terlihat profesional.

Lembaran Baru – Ertebe

Lirik di bawah ini tidak dinyanyikan dengan irama mendayu-dayu dan melambai. Lirik romantis puitis tersebut justru diiringi dengan musik rock gegap gempita dengan riff guitar yang tebal dan melodi yang meraung. Nyatanya dengan konsep tersebut lagunya tidak kehilangan pesan bahkan terksesan dewasa dan jantan.

Lagu-lagu dari era 90-an memang terkenal dengan kualitas musik dan lirik yang bagus. Pada era tersebut tampang dinomerlimakan. Yang paling utama adalah musikalitas dan kualitas.

Lembaran Baru yang dibawakan grup Ertebe dari Surabaya berada dalam album kompilasi 10 Finalis Festival Rock Indonesia ke-6.

 

Ertebe – Lembaran Baru

Waktu telah berlalu begitu lama

Sejak engkau berdiam dalam ingatan

Setumpuk kekecewaan

Berbagai cobaan sudah selesai

 

Kini segalanya terlihat jelas

Tirai yang semu telah tersingkap

Takdir sudah berpesan

Dua jiwa saling membutuhkan

 

Terimalah seluruh jiwa ragaku

Tertitip salam mesra penuh rindu

Hari yang baru menunggu

Penuh keyakinan… Arungi kehidupan

 

Kini kau tak lagi sendiri… Menyusuri jalan yang sepi

Hari baru mulai… Helai demi helai

Lembaran baru…. !!

fri ke-6