Review film Jason Bourne

30 Juli 2016, di Cinemaxx Orange County Lippo Cikarang

Setelah menunggu sekian lama akhirnya tetralogi Bourne menjadi kenyataan. Komentar saya: resep lama, alur yang hampir serupa, lokasi yang tidak jauh berbeda.

Di Jason Bourne kita disuguhi cyber-intelligence dan cyber-army yang semakin canggih. Bagian ini sudah ada sejak Bourne Identity. Melalui bagian ini kita bisa melihat perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan jaringan mulai jaman monitor tabung sampai ke monitor sentuh.

Setting lokasi juga masih berkisar di Langley Virginia, Berlin, London dan tambahan lokasi baru di Athena, Reykjavik, Israel dan sedikit di perbatasan Albania-Yunani.

Komentar terakhir. Film ini cukup mengobati kerinduan penggemar Bourne tetapi tidak ada kejutan baru yang berarti. Bourne Legacy justru memberi warna baru terutama pada segmen di Alaska ketika berjibaku melawan drone.

Oh ya, tokoh favorit saya Heather Lee alias Alicia Vikander. She looks smart and innocent meski bagian akhir film ini justru menunjukkan betapa berbahayanya ia .

Selamat menonton!

 

Berkomunikasi dengan email – Ditampilkan atau dilampirkan?

Dalam dunia kerja saat ini dimana arus informasi  melalui email  berupa permintaan, balasan, pemberitahuan, peringatan, dan lain-lain mengalir begitu deras, seringkali membuka lampiran (attachment) pada sebuah surat elektronik menjadi terasa merepotkan. Untuk membuka suatu berkas/data terlampir diperlukan upaya double click, lalu perangkat lunak yang sesuai dengan ektensi berkasnya akan membuka berkas tersebut dan itu membutuhkan waktu beberapa detik sampai beberapa menit.

Bukankan itu suatu pemborosan? Kenapa tidak terpikir oleh si pengirim email untuk menampilkan informasi atau datanya pada tubuh email daripada menjadikannya sebuah lampiran (attachment)? Terutama untuk data/informasi singkat yang seringkali hanya berupa gafik, tabel perbandingan, tabel perhitungan, daftar, dll.

Untuk membantu penerima email kita yang sekedar perlu mengetahui data/informasi tersebut kita bisa menampilkan datanya pada tubuh email dengan cara copy-paste (salin tempel) memakai Snipping Tool yang merupakan aplikasi bawaan Windows. Penerima email jenis ini tidak perlu bersusah payah membuka lampiran berkas sekedar untuk membaca data/informasi. Bagi mereka yang membutuhkan data/informasi tersebut untuk diedit maka mereka bisa membuka berkasnya.

Dalam dunia kerja, orang-orang yang terlibat pertukaran informasi dalam sebuah email atau surat elektronik terbagi menjadi dua kelompok seperti di atas yaitu, orang yang sekedar butuh mengetahui informasi dan orang membutuhkan informasi tersebut sekaligus data mentahnya. Untuk orang kategoti pertama, data/informasi cukup kita tampilkan dalam tubuh email. Untuk orang kategori kedua, data/informasi berkasnya kita lampirkan dalam email.

Karena penerima email kita seringkali terdiri dari kedua jenis orang tersebut maka akan lebih baik jika data/informasi tersebut kita tampilkan dalam tubuh email sekaligus berkasnya kita lampirkan. Jika kita membiasakan diri untuk melakukan hal ini maka kita akan terlihat profesional.

Lembaran Baru – Ertebe

Lirik di bawah ini tidak dinyanyikan dengan irama mendayu-dayu dan melambai. Lirik romantis puitis tersebut justru diiringi dengan musik rock gegap gempita dengan riff guitar yang tebal dan melodi yang meraung. Nyatanya dengan konsep tersebut lagunya tidak kehilangan pesan bahkan terksesan dewasa dan jantan.

Lagu-lagu dari era 90-an memang terkenal dengan kualitas musik dan lirik yang bagus. Pada era tersebut tampang dinomerlimakan. Yang paling utama adalah musikalitas dan kualitas.

Lembaran Baru yang dibawakan grup Ertebe dari Surabaya berada dalam album kompilasi 10 Finalis Festival Rock Indonesia ke-6.

 

Ertebe – Lembaran Baru

Waktu telah berlalu begitu lama

Sejak engkau berdiam dalam ingatan

Setumpuk kekecewaan

Berbagai cobaan sudah selesai

 

Kini segalanya terlihat jelas

Tirai yang semu telah tersingkap

Takdir sudah berpesan

Dua jiwa saling membutuhkan

 

Terimalah seluruh jiwa ragaku

Tertitip salam mesra penuh rindu

Hari yang baru menunggu

Penuh keyakinan… Arungi kehidupan

 

Kini kau tak lagi sendiri… Menyusuri jalan yang sepi

Hari baru mulai… Helai demi helai

Lembaran baru…. !!

fri ke-6

 

Andromedha – Konser Rock (CD)

Konon, album Konser Rock ini Original Master – Never Released on CD.

Saya menemukannya di Harika Music Lippo Cikarang. Harganya 40.000, lebih mahal dibanding harga rata-rata CD musik Indonesia. Mungkin karena masuk kategori Collector Series 🙂 Meski agak mahal saya berpendapat pricing-nya sudah tepat. Penggemar musik jenis ini adalah mereka yang sudah mapan dan berusia 30-40 tahun. Selisih 5.000 bukan hal besar bagi mereka.

Bagaimana isinya? Editingnya kurang bagus karena di setiap awal lagu ada bunyi klek! seperti saat kita menyalakan cassette player di jaman dahulu. Agak mengganggu memang. Kualitas audionya juga tidak merata. Sepertinya lagu-lagu mereka direkam di studio musik yang berbeda-beda.

Andromeda - Konser Rock

Andromeda – Konser Rock

Meski demikian usaha Harpa Records untuk menghadirkan kembali album-album dari grup rock jadul dalam bentuk CD harus dihargai. Dengan format digital maka kualitasnya akan terjaga dan mempermudah para penggemar untuk memutarnya dibanding format cassette.

Beberapa single Andromeda yang populer seperti Lamunan dan Doa Yang Terlupa dijadikan bonus dalam CD ini. Sayang, lagu Prestasi yang merupakan lagu favorit penggemar musik rock tidak ada dalam CD ini.

Aparatur Sipil Negara (ASN) membutuhkan sumber daya manusia berkualitas

Bertambah lagi daftar kekecewaan saya terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Kartu Keluarga (KK) milik saya memiliki banyak kesalahan penulisan nama, tempat dan nomer. Kesalahan tersebut antara lain dua buah kesalahan nama untu isteri dan anak, satu kesalahan nama tempat lahir, dan satu kesalahan nomer KTP.

Luar biasa bukan? Dalam satu Kartu Keluarga terdapat begitu banyak kesalahan. Bagaimana sebenarnya cara kerja ASN kita?

Saya curiga Kartu Keluarga tersebut dikerjakan oleh dua orang. Satu orang bertugas membaca berkas isian data, satu orang lainnya bertugas menginput data ke databasse kependudukan melalui komputer. Akhirnya yang terinput adalah apa yang terdengar, bukan apa yang tertulis di berkas isian.

Kesalahan seperti itu juga pernah terjadi ketika isteri mendaftarkan nama saya ke Kartu Keluarga di Sidrap. Ada lagi yang lebih aneh ketika kakak ipar hendak mendaftar sebagai calon jemaah haji. Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah membawa Kartu Keluarga. Anehnya Kartu Keluarga yang baru justru tidak ada di database. Ketika dperiksa ternyata database kependudukan masih memakai data Kartu Keluarga yang lama.

Maka, saya pun angkat topi terhadap beberapa orang rekan kerja yang akhirnya berpindah profesi dari karyawan swasta ke ASN. Saya berharap mereka menularkan etos kerja, ketrampilan dan wawasan selama menjadi karyawan ke lingkungan kerja ASN.

Info dari salah satu teman, seorang rekan yang  sekarang menjadi ASN, ketika menjadi karyawan terbiasa membuat laporan maka saat menjadi ASN laporannya termasuk yang paling bagus. Akhirnya kepala bagiannya selalu memberikan tugas pembuatan laporan kepadanya.

Ada juga seorang rekan yang memiliki istri ASN, ia sering berbagi tips-tips saat bekerja dengan MS Office (Excel & Words). Si isteri akhirnya menjadi rujukan teman-temannya ketika menemui permasalahan seputar Excel dan Words saat bekerja.

Harus diakui ketrampilan dan etos kerja karyawan swasta memang di atas rata-rata ASN.

 

Terobosan Jepang untuk menarik wisatawan Muslim – Heartfelt hospitality for Muslim travellers

Kekhawatiran yang banyak menghinggapi para wisatawan, pelajar ataupun pebisnis ketika mengunjungi negara-negara Asia Timur (terutama Jepang dan Korea Selatan) adalah cara mendapatkan makanan yang halal. Kekhawatiran tersebut cukup beralasan dibanding ketika melakukan perjalanan ke RRC di mana di negara tersebut banyak terdapat komunitas muslim Hui dan mereka relatif banyak menyebar ke penjuru RRC. Dengan menyebarnya mereka maka ikut menyebar pula berbagai restoran atau rumah makan yang menyediakan makanan halal.

Sementara itu di Jepang dan Korea Selatan hal serupa tidak terjadi. Komunitas muslim di kedua negara tersebut sangat sedikit dan hanya berada di kota-kota besar. Meski demikian kini di Jepang komunitas muslim mulai bertambah banyak. Selain itu pemerintah Jepang juga mulai memberikan perhatian kepada kekhawatiran yang menghinggapi para pelancong/musafir muslim.

Meski awalnya lebih banyak didorong oleh faktor binis pariwisata, dalam rangka menarik lebih banyak wisatawan dari negara-negara yang banyak berpenduduk muslim, perhatian pemerintah Jepang kepada pariwisata yang ramah terhadap muslim memberikan banyak efek positif bagi para pebisnis, pelajar, dan muslim lainnya yang memiliki urusan di Jepang.

Tipikal orang Jepang, ketika mengadopsi hal baru maka mereka akan melakukannya dengan serius. Demikian juga halnya dengan turisme halal ini. Jepang bergerak aktif dan proaktif dalam mengadopsi konsep makanan halal. Kini mereka mulai mendorong semua pihak terkait dalam dunia pariwisata untuk menyediakan makanan halal ataupun memiliki sertifikasi halal.

Upaya Jepang untuk menarik wisatawan muslim pun dilakukan dengan gencar. Selain mensuplai media-media di negara-negara muslim dengan perkembangan turisme halal, mereka juga aktif berkampanye di dunia maya. Salah satunya melalui Youtube. Jangan heran jika akhir-akhir ini di Youtube anda mendapatkan iklan seperti ini:

Heartfelt hospitality for muslim travellers

Heartfelt hospitality for muslim travellers

Jika kita klik iklan tersebut maka akan mengarah kepada situs berikut:

JNTO

JNTO

Bagi muslim hal ini tentu perkembangan yang menggembirakan. Selain mempermudah perjalanan ataupun wisata mereka ke Jepang, kita berharap hal ini bisa menjadi sarana dakwah di Jepang. Turisme halal bisa menjadi awal bagi masyarakat Jepang untuk mengenal kemuliaan ajaran Islam.

Masyarakat Jepang yang terkenal sangat rasional semoga segera menyadari bahwa dibalik penekanan makanan halal terdapat manfaat kesehatan luar biasa. Bahwa daging dari hewan yang disembelih secara Islami jauh lebih sehat dibanding daging dari hewan disetrum atau ditusuk, karena berbagai zat berbahaya yang terkandung di dalam darah hewan sudah dikeluarkan sebelum dikonsumsi.

Dalam rangka menarik wisatawan muslim, Selandia Baru kini juga mulai melakukan usaha-usaha serupa.

Mudah, murah dan sederhananya pemakaman dalam Islam

Pemakaman almarhum Raja Abdullah dari Arab Saudi yang simple dan sederhana semoga menyadarkan dan membuka mata kaum muslimin dan muslimat yang selama ini masih gemar bermegah-megahan terhadap makam nenek moyang mereka.

Makam Raja Abdullah dari Saudi Arabia

Makam Raja Abdullah dari Saudi Arabia

Beberapa kali istri saya bercerita tentang komplain dari beberapa famili terkait makam bapak (mertua) yang “dibiarkan begitu saja”. Karena merasa almarhum bapak adalah saudara tertua mereka berharap makamnya bisa diperbaiki setara dengan makam saudara-saudaranya. Makam bapak hanya berupa dua buah nisan. Sebagai penanda pada nisan yang berada di kepala mayit terukir namanya M. Saleh.

Pemakaman dalam Islam sangatlah sederhana. Tidak ada aksesoris megah dan mewah yang disematkan kepada mayit kecuali lembaran kain yang sangat murah, kain kafan. Tidak ada sesajen ataupun hantaran yang dibawa ke kuburan. Tidak ada masa berkabung berlarut-larut yang sampai menguras lumbung dan rajakaya.

Islam bahkan melarang peninggian dan pembangunan makam karena dikhawatirkan akan menjadi lokasi pemujaan. Betapa mulianya ajaran Islam yang selalu menjaga kemurnian tauhid.

Sesungguhnya perbaikan apapun terhadap makam atau kubur seseorang tidak akan memberikan manfaat apapun bagi almarhum/ah. Pahala seseorang akan terputus dan terhenti ketika ia meninggal dunia kecuali tiga hal yaitu, ilmu yang bermanfaat, amal jariyah dan do’a dari anak sholih/ah (Juga do’a kebaikan orang lain untuk si mayit tersebut tetap bermanfaat, insya Allah. Oleh karena itu, kaum muslimin disyari’atkan melakukan shalat jenazah terhadap mayit lalu mendo’akan mayit tersebut walaupun mayit itu bukan ayahnya).

Karena itu jika kita ingin berbakti dan memuliakan nenek moyang kita yang sudah meninggal hendaknya selalu beramal sholih dan rajin mendoakannya.

Makam sederhana

Makam sederhana

Andai kita hidup di jaman batu, megalitikum, yang masih menganut animisme dan dinamisme terbayang betapa susahnya prosesi pemakaman seseorang karena memakai tetek bengek seperti menhir, dolmen, sarkofagus, dan lain sebagainya yang mesti dibuat dari batu. Belum lagi  masih ditambah ritual pemakaman yang memakan biaya sangat besar karena biasanya selalu menyertakan persembahan berupa sesajen dan hantaran yang menguras lumbung dan rajakaya.

Jika lumbung dan rajakaya yang dikuras itu milik sendiri dan berlimpah pasti efeknya sedikit. Bagaimana jika lumbung dan rajakaya itu hanya sedikit sehingga mengharuskan mereka berhutang?

Itulah yang terjadi pada beberapa etnik yang masih berpegang kepada animisme/dinamisme. Dengan keyakinan bahwa arwah orang yang meninggal tidak bisa mencapai surga sebelum mereka memberikan sesajen dan persembahan maka mereka bersusah payah menggelar pesta berkabung yang menghabiskan dana sampai ratusan juta bahkan milyaran rupiah.