Dari orang pabrikan (mechanical design engineer) menjadi orang lapangan (technical service engineer)

Dalam dunia kerja posisi paling enak adalah sebagai customer. Ingat dengan motto “pembeli adalah raja”.  Dalam interaksi kerja/bisnis customer seringkali berada di atas angin. Beban psikologisnya lebih ringan dibanding penjual/supplier. Dalam beberapa hal ia adalah pengambil keputusan untuk menentukan berlanjut tidaknya transaksi bisnis artinya ia memegang kendali.

Bayangkan jika sudah terbiasa di posisi customer selama belasan atau bahkan puluhan tahun kemudian harus berganti posisi menjadi supplier dalam waktu yang singkat. Artinya kesempatan kita untuk beradaptasi terbatas sekali.

Itulah pengalaman yang saya alami ketika beralih profesi dari seorang mechanical design engineer di dalam pabrik yang biasa menentukan OK atau NG-nya produk dari supplier kemudian harus beralih menjadi supplier (technical service engineer) yang OK dan NG-nya ditentukan oleh orang lain. Technical service engineer ini adalah seorang engineer yang membantu sales dalam penjualan dari sisi engineering atau teknis.

Sempat gagap dan canggung karena cukup lama dididik dengan mental customer. Bahkan ada sedikit ketakutan saat terjun ke lapangan apakah akan lancar-lancar saja , apakah akan berhasil, bagaimana cara menghadapi customer, bagaimana menghadapi penolakan, dan sebagainya.

Kunci mengatasi hal tersebut ada tiga. Pertama, cari mentor seorang sales. Sales akan membimbing kita mengenali medan, menghadapi customer dan seluk beluk lapangan. Kedua, perkuat product knowledge. Dalam konteks sebagai technical service engineer, poin ini menjadi sangat penting karena customer membeli suatu produk biasanya berdasarkan pertimbangan safety, originality, money, pride, ease dan friendliness – SOMPEF. Sementara sales menonjol dan menguasai dari aspek friendliness (pendekatan personal, basa-basi) dengan customer dan aspek money (karena menguasai pricing) kita bisa mengisi mengisi pada aspek safety dan ease. Ketiga, perbanyak jam terbang. Semakin sering kita berhadapan dengan customer, semakin luas area penjelajahan kita di lapangan secara otomatis akan menambah wawasan, pengalaman dan pembelajaran yang akan meningkatkan rasa percaya diri. Bahkan di kemudian hari kita akan terbiasa menghadai customer seorang diri tanpa kehadiran sales.

Jadi, jangan takut menjadi orang lapangan!

Advertisements

Akibat nekat melamar posisi sales

Dua kali berpindah pekerjaan (keluar dari perusahaan) memberikan pengalaman bahwa mencari pekerjaan baru tidak selalu mudah. Dari perusahaan pertama sempat off tiga bulan sebelum mendapatkan pekerjaan baru. Dari perusahaan kedua masa off lebih lama lagi, lima bulan sebelum akhirnya mendapatkan pekerjaan di perusahaan sekarang.

Di perusahaan kedua, posisi yang saya dapatkan masih berhubungan bahkan masih sebidang dengan jenis pekerjaan sebelumnya. Setelah keluar dari perusahaan kedua ini, karena setelah melamar sana sini belum juga berhasil akhirnya memakai jurus sapu jagat. Posisi apapun dilamar. Termasuk retail, purchasing, warehousing, maintenance dan profesi yang paling saya hindari “sales”.

Justru dari posisi yang paling saya hindari dan paling jauh hubungan dengan bidang pekerjaan sebelumnya, yaitu sales, saya memperoleh kesempatan untuk membuktikan diri. Entah apa pertimbangan mereka saya yang tidak punya pengalaman sales tetapi dipilih menjadi kandidat untuk posisi tersebut.

Saya pun diinterview untuk posisi sales berbekal pengalaman di industri electronics & appliances. Si interviewer menilai saya tidak cocok untuk posisi sales karena background saya di dunia sales nol besar. Akan tetapi ia memberi kesempatan untuk mencoba posisi technical service engineer karena melihat pengalaman saya di bidang R&D untuk televisi dan kulkas. Setelah melalui proses seleksi yang cukup lama akhirnya saya pun mendapatkan posisi sebagai technical service engineer di perusahaan multinasional dari Amerika Serikat, 3M.

Yang ingin saya garis bawahi dan sampaikan kepada para pencari kerja adalah tetap semangat, perluas area pencarian bidang pekerjaan, jangan terpaku dengan bidang pekerjaan sebelumnya. Ibaratnya semakin banyak pintu yang kita ketuk semakin besar peluang kita untuk menemukan pintu yang dibukakan. Bahkan seandainya kita tidak berhasil masuk ke pintu tersebut bisa jadi ia akan merekomendasikan kita ke pintu lainnya karena ia melihat potensi kita.

Beberapa perusahaan tidak semata-mata melihat skill dari calon karyawannya tetapi juga karakternya. Karena itu jika kita yakin bahwa kita memiliki karakter bagus akan tetapi merasa skill masih kurang jangan ragu untuk melamar posisi apapun. Tunjukkan bahwa kita adalah pembelajar yang cepat dan siap belajar apapun. Perusahaan yang menyeimbangkan karakter dan skill memiliki motto, we hire character we develop skill. Artinya kita akan diberi kesempatan dan fasilitas untuk mengejar kekurangan skill yang dibutuhkan untuk pekerjaan kita.

Keep searching and applying!

Persaingan bebas menguntungkan konsumen – Fenomena Opang vs Ojek online

Kartel  bukan hanya monopoli pemodal besar. Layanan seperti ojek pun bisa melakukan praktik kartel. Sekarang mari kita simak definisi kartel. Kartel adalah kelompok produsen independen yang bertujuan menetapkan harga, untuk membatasi suplai dan kompetisi. Bukankah sebelum ada fenomena ojek online sebagian besar layanan ojek pangkalan melakukan praktik ini.

Ojek pangkalan membatasi kesempatan konsumen untuk mendapatkan harga yang kompetitif. Jika kita tidak jeli dengan menanyakan tarif di awal dan tidak gigih menawar maka bisa-bisa kita ditodong dengan tarif yang mahal atau bahkan tidak masuk akal.

Contoh paling nyata dari praktik ini adalah ojek di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Untuk keluar dari Bandara ke jalan poros biasanya tukang ojek memasang harga 40.000 rupiah. Jika kita menawar maka kita bisa mendapatkan harga 30.000 rupiah.

Jarak dari Bandara Sultan Hasanuddin ke jalan poros Maros – Makassar

Berapakah jarak dari Bandara Sultan Hasanuddin ke jalan poros? Melalui pengukuran jarak memakai aplikasi Google Maps jaraknya hanya 3 kilometer. Artinya harga per kilometer adalah 10.000 rupiah. Bandingkan dengan tarif taksi di Jakarta yang per kilometernya hanya 3.600 rupiah. Bisa jadi ini adalah tarif ojek (perkotaan) termahal di dunia.

Jelas konsumen sangat dirugikan karena mereka dikenai tarif super mahal. Kenapa bisa semahal itu? Karena ojek di sana mempraktikkan kartel. Mereka sengaja membatasi persaingan dan mengatur harga seenaknya.

Masking pada proses manufaktur

Pada sebagian besar industri yang memiliki proses blasting, etching, coating, spraying, plating, plasma spray dan paint stripping pasti dibutuhkan masking tape. Masking tape dibutuhkan untuk menutup area tertentu yang tidak boleh terkena salah satu proses di atas. Tujuannya bermacam-macam, untuk mencegah kerusakan pada proses blasting dan etching, untuk mencegah overspray atau pengecatan dengan beberapa warna berbeda pada proses pengecatan, untuk menghemat material pada proses plating.

Pada proses blasting, etching, coating, spraying, plating dan paint stripping, kondisi lingkungan (fisik, kimia dan temperatur) dan daya abrasinya berbeda-beda karena itu dibutuhkan berbagai jenis masking tape berbeda untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Sebagai contoh pada proses pain stripping (pengupasan cat) pada pesawat terbang memakai bahan kimia yang sangat keras sehingga beberapa komponen/bagian pesawat tidak boleh kena, misalnya jendela, lubang pitot tube, saluran masuk udara pada mesin turbofan, dll . Sedemikian kerasnya bahan kimia tersebut sehingga tidak ada masking tape dari bahan kertas ataupun plastik yang bisa bertahan sehingga dipakailah lembaran aluminium sebagai bahan masking tape.

Pengupasan cat pada pesawat terbang (sumber: http://www.crestchemicals.com/paint-removers-acidic.php)

Begitu juga pada proses powder coating dibutuhkan oven suhu tinggi untuk pengeringan. Pada suhu tersebut tidak ada masking tape dari bahan kertas yang bisa bertahan maka dipakailah masking tape dari bahan polyester.

Sementara itu pada  proses pengecatan basah di pabrik-pabrik biasanya proses pengeringan dilakukan pada suhu 100 derajad Celsius sehingga masking tape dari bahan kertas bisa dipakai.

Masking pada proses powder coating

Splicing pada proses manufaktur

Setiap industri manufaktur yang memakai bahan baku lembaran berupa roll pasti membutuhkan proses splicing. Industri manufaktur yang memakai bahan baku lembaran dalam bentuk roll antara lain: industri kertas (kertas putih, coklat, tissue), flexible packaging (flexographic, rotogravure), kertas karton, gypsum berlapis kertas, makanan dengan kemasan fleksibel.

Proses splicing atau penyambungan dibutuhkan ketika sebuah roll yang sedang diproses akan habis sehingga roll baru harus disambungkan dengan roll yang sedang berjalan tersebut. Agar produktivitas tidak terganggu maka proses penyambungan harus dilakukan tanpa menurunkan kecepatan atau malah menghentikan proses (zero speed). Agar splicing pada kecepatan penuh bisa dilakukan maka dibutuhkan mekanisme auto-splicer dan double tape untuk menyambung kedua lembaran dari roll berbeda tersebut.

Karena double tape memiliki kekuatan adesi yang berbeda-beda maka harus diuji terlebih dahulu kekuatan adesinya terhadap jenis material yang sedang diproduksi. Material seperti kertas, polyester biasanya lebih mudah menempel ke double tape dibanding polietilen atau polipropilen. Beberapa jenis double tape sengaja dirancang agar mudah menempel ke material polietilen dan polipropilen.

Kegagalan proses splicing bisa disebabkan oleh kesalahan pemilihan double tape, lebar tape yang terlalu sedikit, pemasangan yang salah, kualitas double tape yang tidak konsisten, dan lain-lain. Kegagalan proses splicing pada industri manufaktur berkecepatan tinggi tidak ditoleransi sama sekali. Sebagai contoh, pabrik kertas dengan kecepatan produksi kertas 1000 meter/menit, kegagalan proses splicing akan mengakibatkan downtime selama 25 – 30 menit. Downtime selama itu akan mengakibatkan kerugian setara 1 jumbo roll sepanjang 25000 – 30000 meter

Splicing pada industri flexible packaging (sumber: 3m.com)

Pada industri flexible packaging dengan metode rotogravure berkecepatan 300 meter/menit kegagalan splicing akan mengakibatkan downtime sekitar 10 – 20 menit. Artinya selama selang waktu tersebut terjadi kegagalan memproduksi sebanyak 3000 – 6000 meter.

Pada industri kertas karton (corrugated paper board) kecepatannya tidak terlalu tinggi akan tetapi pada proses produksinya terdapat proses pemanasan dengan uap sampai suhu 120 derjad Celsius. Maka double tape yang dipakai pada proses splicing selain harus kuat menyambung lembaran kertas juga harus tahan suhu tinggi.

Splicing pada industri kertas karton (corrugated paper board)

Selain downtime, kegagalan splicing akan menambah waste dari proses produksi karena material yang terproses tidak sempurna harus dibuang. Panjang material yang harus dibuang bervariasi tergantung dari panjang stasiun pada proses produk si dan lokasi terjadinya kegagalan splicing.

Kekuatan lem epoxy (epoksi)

Jika pekerjaan anda berhubungan dengan proses assembly/perakitan di industri, saya sarakan anda untuk mengunduh (download) Solutions for Your Assembly Challenges – 3M Industrial Adhesives & Tapes – Design & Production Guide.

Ebook tersebut akan memberikan panduan untuk mendapatkan solusi terbaik dari beberapa jenis perakitan yang memakai adhesive, seperti panel to frame, stiffener to panel, small joint assemblies, large surface lamination, mounting and trim attachment, dll.

Jika kita mencari adhesive paling kuat baik itu untuk menahan beban komponen itu sendiri (dead load) ataupun beban dari luar (load bearing) maka kita akan mendapatkan beberapa jenis toughened epoxy adhesive. Jenis lem epoxy yang selama ini dikenal rapuh dan tidak tahan beban kejut dimodifikasi sedemikian rupa sehingga ketangguhannya terhadap beban kejut menjadi sangat baik.

3M™ Scotch-Weld™ Toughened Epoxies

Kita ambil contoh DP420NS yang memiliki overlap shear strength sampai 4500psi pada suhu 24°C. Jika kita konversi ke satuan metrik maka akan didapatkan angka 316kg/cm². Artinya, ketika kita memiliki dua komponen yang kita rakit dengan metode single lap joint memakai adhesive ini ia akan mampu menahan beban (geser) 316 kilogram per sentimeter.

single lap joint

Single lap joint

Maka anda tidak perlu heran ketika lem epoksi ini mampu menahan beban seberat 14.550lb pada sebuah sambungan hook yang tidak terlalu lebar seperti pada video ini, Epoxy Adhesive Strength Demonstration.

Lem epoksi menahan beban 6,5 ton

Lem epoksi (3M DP420NS) menahan beban 6,5 ton

Yang harus diperhatikan adalah overlap shear strength dari sebuah adhesive berbeda-beda tergantung dari jenis bahan yang di-bonding dan perlakuan permukaan yang diberikan kepada bahan tersebut. Tabel di bawah ini diambil dari technical data sheet 3M DP420NS yang bisa diakses dari situs web 3M.

3M DP420NS OLS Table

Kekuatan geser dari beberapa jenis logam yang dilem dengan epoxy

Lapar mata versus lapar perut

Kemarin, 9 September 2017, saya mengikuti Monash University Doctoral Program Information Day di Hotel Fairmont, Jakarta. Saat lunch break saya memutuskan sholat dahulu karena waktu lunch break hanya 30 menit. Dengan dua lajur antrian dan peserta yang banyak saya pikir akan memakan waktu lama sehingga lebih efektif jika saya sholat dahulu dan mengantri ketika sudah sepi.

Ketika selesai sholat ternyata hidangan makan siang sudah habis. Saya pun mencari-cari menu yang tersisisa. Akhirnya dapat lah beberapa jenis buah dan dessert. Masih beruntung setelah buah dan dessert disantap ada sup asparagus tersisa.

Yang menyedihkan ketika saya berkeliling mencari-cari makanan yang masih tersisa, banyak piring teronggok dengan sisa-sisa makanan yang tidak termakan. Bahkan beberapa diantaranya adalah potongan lauk-pauk yang nilainya lebih berharga dibanding butiran nasi. Padahal sebutir nasi pun tidak boleh kita sia-siakan.

Inilah kebiasaan buruk orang Indonesia. Suka menyia-nyiakan dan tidak menghabiskan makanan yang ia ambil. Matanya selalu lebih lapar dibanding perutnya. Artinya porsi makanan yang diambil selalu lebih banyak daripada daya tampung perutnya karena menuruti mata(nafsu)nya.

monash university doctoral program information day

Selama ini yang selalu saya lihat adalah di jamuan makan pada acara-acara perkawinan dimana tamunya sangat beragam. Nahh ini, yang makan adalah calon-calon doktor dan master, orang-orang terdidik. Ternyata mentalnya sama saja dengan orang-orang awam dan kebanyakan. Boros!