Prioritas pemasangan Passive Fire Protection pada Gedung Perkantoran dan Hotel

Bisa dipastikan bahwa sebagian besar bangunan pabrik, gedung dan hotel di Indonesia termasuk dalam Kelas Konstruksi 1. Menurut SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 21/SEOJK.05/2015, Kelas Konstruksi 1 didefinisikan, “Bangunan dikatakan berkonstruksi kelas 1 (satu) apabila dinding, lantai, dan semua komponen penunjang strukturalnya serta penutup atap terbuat seluruhnya dan sepenuhnya dari bahan yang tidak mudah terbakar. Jendela dan/atau pintu beserta kerangkanya, dinding partisi, dan penutup lantai boleh diabaikan.

Tarif premi asuransi kebakaran Hotel

Tarif premi asuransi kebakaran Hotel

Selain alasan keselamatan, membangun gedung yang memenuhi kategori Kelas Konstruksi Kelas 1 juga akan menghemat premi asuransi. Perbedaan premi asuransi kebakaran antara bangunan Konstruksi Kelas 1 dengan bangunan Konstruksi Kelas 2 cukup besar. Misalkan sebuah hotel berbintang 3 nilai propertinya 50 milyar rupiah, jika ia termasuk kategori Kelas Konstruksi 1 nilai preminya adalah 0.483% X 50 milyar =  120.750.00, jika ia masuk kategori Konstruksi Kelas 2 nilai preminya adalah 0.725% X 25 milyar = 181.250.000. Ada perbedaan premi sebesar 60.500.000 per tahun.

Idealnya sebuah bangunan yang termasuk dalam Kelas Konstruksi 1 ketika terjadi kebakaran tidak akan menimbulkan kerugian harta-benda dalam jumlah besar apalagi sampai menimbulkan korban jiwa. Selain terbuat dari bahan-bahan yang tidak mudah terbakar,  Undang-undang maupun Peraturan Pemerintah mewajibkan setiap bangunan selain rumah tinggal harus memiliki sistem perlindungan kebakaran aktif dan pasif. Pertanyaannya seberapa banyak bangunan yang memiliki sistem perlindungan kebakaran pasif?

Dari pengamatan beberapa kali ke gedung perkantoran, apartemen dan hotel, masih banyak yang belum memasang sistem perlindungan kebakaran pasif. Ada beberapa gedung sudah memasang sistem perlindungan kebakaran pasif tetapi kualitasnya sangat meragukan dan terlihat asal-asalan.

Di bagian mana seharusnya sistem perlindungan kebakaran pasif ini harus dipasang?

Sistem perlindungan kebakaran pasif atau passive fire protection ini harus dipasang pada setiap bukaan antar ruangan dan antar lantai. Bagian yang paling kritis dan diprioritaskan adalah mechanical & electrical shaft. Kenapa demikian? Karena M&E Shaft berupa kolom untuk mengakomodasi berbagai jalur mechanical seperti hydrant dan HVAC  dan electrical seperti power & communication lines yang membentang dari lantai dasar sampai puncak gedung. Tanpa adanya penyekatan antar lantai dengan sistem passive fire protection, M&E Shaft dan cabang-cabangnya bisa menjadi jalur penyebaran api, asap dan gas beracun saat terjadi kebakaran.

Penyebab timbulnya korban jiwa dalam peristiwa kebakaran

Penyebab timbulnya korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ( sumber: John R. Hall, Jr., Fire Analysis and Research Division, National Fire Protection Association, March 2011)

Menurut NFPA, penyebab utama terjadinya korban jiwa dalam setiap kebakaran bukan api tetapi karena menghirup asap dan gas beracun. Dalam banyak kasus kebakaran, korban jiwa juga terjadi pada ruangan dan lantai yang berbeda dengan lokasi terjadinya kebakaran, terutama pada lantai dan ruangan di atas lokasi kebakaran (Evaluaton of Fire Safety, p.178, D. Rashbash, et.al). Ini terjadi karena asap dan gas beracun dari lokasi kebakaran di suatu lantai menyebar ke lantai berikutnya mengikuti M&E Shaft.

Penyekatan bukaan antar lantai dan ruangan ini biasanya dikenal dengan istilah kompartemenisasi.

Contoh kompartemenisasi ruangan (http://akribiz.com/safety)

Contoh kompartemenisasi ruangan (sumber: http://akribiz.com/safety)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s