Indeks daya saing industri manufaktur global

Menarik untuk mencermati hasil survei dari Deloitte pada tahun 2013 terhadap 550 CEO dari perusahaan manufaktur global yang tersebar di Amerika, Asia, Eropa dan Australia. Pada saat dilakukan survei (2013) para CEO menempatkan Indonesia berada pada peringkat 17 dan Vietnam berada pada peringkat 18. Ketika disodorkan pertanyaan daya saing lima tahun ke depan maka Indonesia naik ke posisi 11 sementara Vietnam berada pada posisi 10 (Tabel 1 halaman 2).

Secara sederhana kita dapat mengartikan bahwa para CEO perusahaan manufaktur global melihat bahwa Vietnam lebih menjanjikan bagi industri manufaktur pada tahun 2018 dan seterusnya. Indonesia yang sebelumnya berada di atas Vietnam belum melakukan usaha yang cukup untuk menjaga keunggulan industri manufakturnya sehingga disalip Vietnam.

Faktor apa yang paling penting bagi daya saing industri manufaktur suatu negara? Para CEO melihat bahwa Talent-driven innovation sebagai faktor yang paling penting. Talent-driven innovation diartikan sebagai 1) kualitas dan ketersediaan ilmuwan, periset dan insinyur dan 2) kualitas dan ketersediaan tenaga kerja terlatih.

Talent driven-innovation diukur dari 1) science scores, 2) math scores, 3) jumlah paten per sejuta penduduk, 4) jumlah riset per sejuta penduduk dan 5) indeks inovasi.

Pekerjaan rumah kita adalah memperbaiki kelima faktor di ataskita agar daya saing kita tidak tergeser.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s