You can’t choose random parts anymore | Resiko aktivitas cost saving

Cost saving (penghematan atau pengurangan biaya) yang kebablasan bisa menjadi bumerang di kemudian hari. Ada dua pengalaman menarik ketika berinteraksi dengan beberapa perusahaan yang mengekspor barang-barangnya.

Sebuah perusahaan pembuat hydraulic hose (selang hidrolik) dikomplain buyernya di Jepang karena memakai random tape (selotip pasaran) untuk mengikat label pada selang hidrolik. Si buyer memaksa perusahaan tersebut untuk melampirkan technical data sheet (TDS) dari tape tersebut.

Tentu saja selotip pasaran tidak memiliki TDS. Kalaupun ia harus menguji sendiri selotip tersebut untuk menyusun TDS biasanya pasti akan mahal dan membutuhkan waktu lama sedangkan ia harus mengejar pengiriman. Akhirnya ia berpaling kepada sebuah produsen tape ternama untuk mendapatkan tape yang memenuhi spesifikasi sekaligus memiliki TDS yang bisa dipertanggungjawabkan.

Kini yang harus dipikirkannya adalah bagaimana me-rework ribuan komponen untuk memenuhi jadual pengiriman yang mendesak.

Kasus kedua terjadi pada perusahaan yang memproduksi nylon fabric untuk ban. Buyer-nya komplain karena tape yang ia pakai tercerai berai menjadi serpihan yang mengotori fabric. Dengan alasan yang sama, cost saving, produsen fabric ini memakai random tape pada saat proses winding (penggulungan fabric). Rupanya setelah mengalami tekanan dari beberapa lapisan fabric pada saat proses penggulungan ditambah lagi dengan peningkatan/penurunan suhu saat proses shipping (dikirim ke negara empat musim), tape tersebut hancur.

Produsen fabric tersebut kini juga berpaling kepada sebuah produsen tape ternama untuk mendapatkan solusi bagi permasalahan tersebut. Produsen tape tersebut memiliki kapasitas untuk melampirkan technical data sheet bagi setiap produknya sehingga pemilihan tape tidak lagi dilakukan secara acak tetapi memiliki pertimbangan teknis.

Bisa jadi cost saving yang diperoleh kedua perusahaan di atas hanya beberapa ratus atau ribu rupiah per komponen atau proses. Akan tetapi damage cost yang akibat unpredictable outcome atau kerusakan produk bisa jadi sangat besar. Pengiriman yang tertunda, biaya rework dan menurun atau rusaknya reputasi di mata buyer nilainya sangat besar.

FMEA dan Risk Analysis harus disertakan dalam setiap aktivitas cost saving.

Cost saving. Sumber: business.directenergy.com

Cost saving. Sumber: business.directenergy.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s