Kenapa barang (baru ataupun bekas) dari Korea Selatan selalu laris manis?

Dua bulan yang lalu saya berkesempatan berkunjung ke Desa Sorowako, Kecamatan Nuha Kabupaten Luwu Timur. Desa ini adalah lokasi tambang nikel terbesar di Indonesia yang dioperasikan oleh perusahaan tambang besar dari Brazil, Vale. Vale merupakan perusahaan tambang yang termasuk Fortune Global 500 di peringkat 218.

Yang menarik adalah, banyak karyawan perusahan tambang ini (dan keluarganya) yang gemar berbelanja barang-barang bekas dari Korea Selatan yang dijual di pasar-pasar di sekitar lokasi tambang. Salah satu alasan mereka berbelanja barang-barang bekas selain kualitas bagus dan harga murah adalah desain atau model barang-barang bekas tersebut sangat bagus.

Jika kita amati barang-barang konsumen dari Korea Selatan, desainnya memang bagus-bagus. Desain Korea Selatan terlihat stylish, luwes, simple, fungsional, tidak bulky atau kaku.

Kenapa bisa demikian? Sejak dari tahun 1970-an Korea Selatan menjadikan desain produk sebagai salah satu faktor keunggulan produk-produk industri mereka. Presiden Korea Selatan saat itu Park Jung Hee mencanangkan gerakan modernisasi dan pembangunan masyarakat, Saemaul Undong, salah satu isinya adalah menjadikan desain sebagai senjata andalan untuk menembus pasar ekspor.

Perkembangan industri desain Korea Selatan

Perkembangan industri desain Korea Selatan (sumber: wipo.int)

Berkat kerja keras dan usaha yang berkesinambungan, kini Korea Selatan memetik hasilnya. Produk-produk elektronik Korea Selatan merajai pasar, menggeser produk-produk Jepang, Eropa dan Amerika Serikat salah satunya karena keunggulan desainnya. Bahkan di sektor otomotif kini mereka mulai menguntit Jepang.

Desain merupakan bagian dari Inovasi (sumber: wipo.int)

Desain merupakan bagian dari Inovasi (sumber: wipo.int)

Keunggulan desain Korea Selatan itu salah satunya tercermin dari data penghargaan desain tahunan iF Design Awards. Dua perusahaan ternama dari Korea Selatan, Samsung dan LG, masing-masing menempati peringkat pertama dan ketiga sebagai perusahaan yang paling sering memenangkan iF Design Awards. Dua perusahaan ternama dari Jepang, Sony dan Panasonic masing-masing berada di peringkat keempat dan kelima. Sedangkan Apple dari Amerika Serikat berada di peringkat ketujuh.

Satu-satunya pemain dari Barat di papan atas adalah Philips. Philips berada di peringkat kedua. Jika kita amati, produk-produk Philips (terutama Home Appliances) memiliki “selera desain” yang sama dengan rivalnya dari Korea Selatan.

iF Design Awards - Peringkat perusahaan (sumber: http://www.ifdesign.de/ranking_tabellen_e)

iF Design Awards – Peringkat perusahaan (sumber: http://www.ifdesign.de/ranking_tabellen_e)

Oh ya, dari pasar bekas tersebut saya mendapatkan sebuah sling bag eksklusif berwarna hitam eks Korea Selatan. Bagaimana dengan kandungan bakteri di dalam tas tersebut? Saya sudah menyikat dan menjemurnya di bawah terik matahari.🙂

USNS Sling bag (bekas)

USNS Sling bag (bekas)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s