Kandungan bakteri dan jamur pada pakaian bekas impor

Beberapa waktu lalu sempat terjadi kehebohan tentang pakaian bekas impor yang terindikasi mengandung bakteri dan jamur. Salah satunya dilansir situs berita online detik.com (Ngeri! Pakaian bekas impor mengandung bakteri dan jamur). Sayang berita tersebut tidak menyebutkan secara rinci bakteri-bakteri dan jamur-jamur apa saja yang terdapat dalam pakaian bekas tersebut yang dikategorikan membahayakan manusia.

Adakah barang atau tempat yang bebas dari bakteri dan jamur? Jawabannya tidak ada. Kecuali di tempat yang benar-benar hampa udara seperti angkasa luar atau tempat yang bersuhu sangat tinggi seperti ruang bakar dalam berbagai mesin atau tungku peleburan logam. Bahkan “clean room” milik NASA yang dikondisikan bebas partikel debu dan memiliki kelembapan sangat rendah (tanpa nutrien) masih memiliki koloni bakteri (1).

Bagaimana dengan lingkungan kita? Satu gram tanah mengandung sekitar 40 juta sel bakteri. Satu gram air bersih mengandung sekitar 1 juta sel bakteri(2).

Bagaimana dengan tubuh manusia? Menurut penelitian Gao Z, kulit manusia merupakan “kebun binatang bakteri”. Spesies bakteri yang biasa berkembang biak di kulit manusia adalah Staphylococcus, Micrococcus, Corynebacterium, Brevibacteria, Propionibacteria, dan Acinetobacter(3). Bahkan usus manusia bisa dianggap sebagai “hutan hujan tropis bakteri” karena begitu banyak dan beragamnya bakteri yang ada di sana. Terdapat setidaknya 100 trilyun sel bakteri di dalam usus manusia yang terdiri dari 400.000 spesies bakteri(4).

Melihat fakta tersebut seharusnya kita tidak usah terlalu cemas dengan adanya bakteri dalam benda apapun. Karena selama kita masih hidup di bumi yang memiliki udara dengan kelembabannya maka kita tidak akan terbebas dari bakteri. Yang bisa kita lakukan adalah mengurangi jumlah bakteri-bakteri pada benda-benda yang kita pakai dan makanan yang kita konsumsi dengan harapan sistim kekebalan tubuh kita mampu melawan dan menetralisirnya.

Karena itu saat kita membeli pakaian baru dari toko dianjurkan untuk mencucinya terlebih dahulu sebelum memakaianya. Apalagi jika kita membeli pakaian bekas. Untuk mengurangi bakteri yang bersarang di pakaian bekas, tambahkan deterjen lebih banyak agar daya larutnya semakin tinggi, bilas pakaian beberapa kali dan jemur langsung di bawah sinar matahari.

Pakaian bekas adalah alternatif bagi kita untuk mendapatkan barang bagus dengan harga murah. Artinya, jika para pemangku kepentingan (stakeholders) industri sandang bisa menyediakan pakaian baru yang bagus dan berharga murah maka pakaian bekas dengan sendirinya akan tidak laku. Caranya? Para pemangku kepentingan industri sandang pasti paham masalah ini. Tingkatkan efisiensi, hilangkan pungli, perpendek rantai birokrasi, kembangkan dan perkuat industri bahan baku sandang, dll. Tinggal mereka mau mengeksekusi atau tidak.

Selama belum tercapai kondisi tersebut, biarlah sebagian rakyat memilih pakaian bekas. Di mana pun di dunia ini barang-barang bekas akan tetap mempunyai nilai dan dicari. Tidak semua orang mampu dan bisa mengakses barang-barang baru. Bahkan di negara paling maju dan  paling sejahtera pun barang-barang bekas (termasuk pakaian) sangat laku dan diburu. Contohnya pasar barang bekas kirpputori di Finlandia.

Saya menulis postingan ini sambil memakai celana pendek bekas dari Korea Selatan yang saya beli di pasar pakaian bekas Towuti, Luwu Timur 🙂

*) Disadur dan dikembangkan dari artikel Microbes in the Human Body (The Marshall Plan Protocol Knowledge Base)

Referensi:

[1] Moissl C, Osman S, La Duc MT, Dekas A, Brodie E, DeSantis T, Venkateswaran K Molecular bacterial community analysis of clean rooms where spacecraft are assembled. FEMS Microbiol Ecol. 2007;61:509-21.

[2] Whitman WB, Coleman DC, Wiebe WJ Prokaryotes: the unseen majority. Proc Natl Acad Sci U S A. 1998;95:6578-83

[3] Gao Z, Tseng CH, Pei Z, Blaser MJ Molecular analysis of human forearm superficial skin bacterial biota. Proc Natl Acad Sci U S A. 2007;104:2927-32

[4] Yang X, Xie L, Li Y, Wei C More than 9,000,000 unique genes in human gut bacterial community: estimating gene numbers inside a human body. PLoS One. 2009;4:e6074

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s