Pentingnya pengetahuan dan ketrampilan menulis

Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan dua kasus terkait ketrampilan/pengetahuan/pemahaman berbahasa/menulis yang menurut saya sangat memprihantinkan.

Pertama, sebuah sales letter yang dikirim oleh perusahaan konsultan dan pelatihan. Perusahaan tersebut menawarkan berbagai macam topik/keahlian yang ditawarkan kepada para profesional yang berkecimpung di industri. Topiknya bermacam-macam mulai dari Purchasing, Manajemen Rantai Suplai, General Affairs hingga Sistem Kontrol dan Perencanaan Manufaktur.

Yang menyedihkan, daftar topik training yang berjumlah 23 macam itu terlihat berantakan. Penyebabnya adalah jenis dan ukuran font tidak seragam. Itupun masih ditambah dengan pemakaian huruf besar dan kecil yang tidak konsisten. Supaya tidak penasaran saya tampilkan screenshotnya.

Jenis dan ukuran font berantakan

Jenis dan ukuran font berantakan

Dalam dunia profesi ketrampilan menulis/berkaitan erat dengan citra perusahaan. Dari kasus pertama bagaimana saya bisa yakin bahwa perusahaan tersebut excellent sesuai dengan namanya XXXX EXCELLENCE jika sales letternya amburadul seperti itu? Jangan-jangan trainingnya juga amburadul?

Kedua, sebuah draft tesis yang ditulis tanpa jeda dan paragraf. Sampai-sampai dosen pembimbing saya berkomentar, “You mau bercerita apa di sini? Bagaimana orang bisa paham jika ditulis tanpa jeda dan paragraf? ”

Kasus kedua ini lebih parah. Bagaimana mungkin sebuah karya ilmiah ditulis tanpa alinea dan paragraf?

Seketika itu juga saya kembali menyadari pentingnya pelajaran menulis waktu kita masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Saat itu kita diajari bahwa tiap paragraf terdiri dari kalimat pokok dan kalimat penjelas. Awal kalimat pertama dibuat masuk ke dalam untuk memperjelas perpindahan antar paragraf.

Dalam dunia pendidikan, ketrampilan menulis ini erat kaitannya dengan penyampaian gagasan dan kekuatan argumen yang hendak kita bangun. Bagaimana mungkin pembaca akan memahami gagasan dan argumen kita jika kita menulisnya tanpa jeda? Tanpa alinea dan paragraf? Jangan-jangan argumen yang kita bangun tidak fokus karena tanpa paragraf dan alinea berarti tanpa pokok pikiran?

Dua kasus di atas membuktikan bahwa pengetahuan dan ketrampilan berbahasa (dalam hal ini menulis) tidak bisa kita remehkan. Pengetahuan dan ketrampilan menulis mutlak dikuasai. Hal-hal mendasar seperti di atas mestinya sudah terpatri dalam memori kita.

 

One response to “Pentingnya pengetahuan dan ketrampilan menulis

  1. setuju banget nih. apalagi untuk penulisan ilmiah atau bisnis. akan mencerminkan kompetensi seseorang / perusahaan. Tapi sayangnya masih banyak yang ga perduli untuk urusan begini. Bayangkan untuk penulisan kata “di” saja banyak sekali orang Indonesia yang salah penempatannya. Contoh : di atas dan dibaca, orang sering salah mana yang diberi spasi dan mana yang tidak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s