Karyawan baru – Antara ketrampilan dan karakter

Menemukan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi  bukanlah pekerjaan mudah.  Jika saya diminta untuk memilih antara ketrampilan dan karakter maka saya akan memilih karakter. Mudah bagi kita untuk melatih ketrampilan seseorang dengan memberikan program pelatihan ataupun magang. Lalu, apakah mungkin karakter seseorang kita bentuk secara instan dengan pelatihan ataupun magang (jika ada)? Tentu saja tidak. Karakter terbentuk melalui proses yang lama.

Untuk kebutuhan jangka pendek dan mendesak bisa saja kita berfokus kepada ketrampilan calon karyawan. Tetapi jika kita berorientasi kepada jangka panjang maka kita juga harus melihat karakter karyawan tersebut.

Mereka yang berkarakter baik mudah untuk berkembang dan dikembangkan. Sementara karyawan dengan ketrampilan tinggi akan tetapi berkarakter buruk, ketrampilannya bisa cepat usang dan bahkan kinerja bisa merongrong tim secara keseluruhan manakala ia gagal menjadi anggota tim yang baik. Apalagi jika karyawan tersebut merupakan adalah ujung tombak organisasi yang berhadapan secara langsung dengan pelanggan maka karakter yang baik menjadi tidak bisa ditawar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s