Quick count versus Real count | Sampel versus Populasi

Brothers and sisters masih ingat pelajaran statistik?

Dalam sebuah penelitian seringkali kita tidak dapat mengamati seluruh individu dalam suatu populasi karena keterbatasan biaya, waktu, pengamat, maupun cakupan wilayah penelitian yang terlalu luas. Oleh karena itu suatu penelitian atau survei menggunakan sample. Sampel adalah bagian dari populasi yang dipakai untuk menggambarkan/menyimpulkan kondisi populasi secara keseluruhan.

 

Populasi dan Sampel (sumber: http://analisis-statistika.blogspot.com)

Populasi dan Sampel (sumber: http://analisis-statistika.blogspot.com)

 

Sampel yang terlalu kecil menyebabkan hasil penelitian atau survei tidak bisa menggambarkan kondisi populasi yang sebenarnya. Begitu juga sampel yang tidak mewakili kondisi demografi/kependudukan Indonesia akan menghasilkan error yang lebih besar lagi (misalnya survei hanya dilkakukan di Jawa atau kota-kota besar di luar Jawa).

 

Generalisasi (sumber: statistikian.blogspot.com)

Generalisasi (sumber: statistikian.blogspot.com)

 

Data dari KPU jumlah total TPS di Indonesia adalah 516.142. Sekarang mari kita cek berapa jumlah sample yang dibutuhkan untuk menghasilkan margin of error 1% dengan memakai rumus Slovin.

1 slovin formula

 

n = 516142/(1+516142*0.01^2) = 9810. Jadi untuk mendapatkan tingkat akurasi 99% terhadap populasi sebanyak 516.142 diperlukan sampel sejumlah 9.810.

Pertanyaannya? Adakah lembaga survei yang melakukan survei yang melakukan sampling sampai 9.810 TPS sesuai dengan sebaran geografis Indonesia?Adakah lembaga survei yang memiliki surveyor sampai 9.810 orang?

Lalu dengan margin of error 1% dari 516142 TPS maka akan ada kemungkinan kesalahan sebesar 5161 TPS. Angka 5161 TPS ini tentu besar sekali. Apalagi dengan kondisi Pemilihan Presiden yang bersaing ketat seperti ini.

Artinya adalah selama data Real Count (Populasi) dari KPU belum keluar maka masing-masing pihak boleh mempercayai hasil survei atau Quick Count yang menjadi rujukan masing-masing. Ketika hasil Real Count KPU keluar maka semua hasil Quick Count (sample) dari lembaga survei manapun harus tunduk kepada hasil Real Count KPU (Populasi) dengan margin of error nyaris 0%.

Referensi:

1. http://pemilihan.info/daftar-pemilih-sementara-pemilu-2014.html

2. http://analisis-statistika.blogspot.com/2012/09/menentukan-jumlah-sampel-dengan-rumus.html

3. http://www.statisticshowto.com/how-to-use-slovins-formula/

4. http://statistikian.blogspot.com/2012/10/populasi-dan-sampel.html

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s