Product Life Cycle Management (PLM) – Kenapa industri manufaktur dan jasa sangat membutuhkannya?

PLM adalah kesatuan pengontrolan dan pengelolaan semua data dan proses yang berhubungan dengan produk atau jasa sepanjang siklus hidup produknya (dari tahap desain sampai pejualan dan pemakaian oleh konsumen). Secara teknis, PLM menyatukan semua aplikasi tunggal yang menunjang proses pembuatan produk seperti CAD, CAE, CAM dan PDM dan aplikasi-aplikasi terkait seperti Enterprise Resource Planning (ERP), Manufacturing Execution Systems (MES), atau Supply Chain Management (SCM) di dalam sebuah sistem yang lengkap.(sumber)

Pada sebuah perusahaan elektronik dari Korea Selatan, semua aplikasi tunggal dan aplikasi pendukung yang jumlahnya puluhan disatukan dalam PLM (memakai Enovia dari Dassault System) dan hanya diperlukan satu akun pengguna dan satu password untuk mengaksesnya yang diistilahkan dengan Single Sign On.

3ds enovia

Kenapa perusahaan manufaktur ataupun jasa membutuhkan PLM?
Saat ini industri manufaktur maupun jasa menghadapi tantangan dan persaingan yang sangat besar. Siklus hidup produk yang semakin pendek, produk yang makin bervariasi dan terkustomisasi, pesaing yang semakin kompetitif, regulasi yang semakin ketat dan operasi yang yang mencakup berbagai negara membuat kebutuhan akan sebuah sistem yang mampu mengelola timbunan data dari setiap tahap pembuatan produk maupun aplikasi-aplikasi pendukung menjadi sangat mendesak.

Indikasi paling mudah sebuah perusahaan membutuhkan PLM jika mereka menghadapi salah satu atau lebih permasalahan seperti ini,
– engineer kesulitan mencari gambar produk revisi terakhir,
– pertukaran data antar departemen tidak lancar
– butuh waktu lama untuk mencari sebuah dokumen ataupun gambar produk
– gambar produk tidak terintegrasi dengan bill of materials (BOM)
– perubahan desain produk tidak terimplementasikan pada manual konsumen
– sering terjadi kesalahan informasi teknis maupun gambar produk
– produk menjadi semkin kompleks sehingga data-data produk tidak memungkinkan dikelola secara manual
– pada saat audit mengalami kesulitan dalam menunjukkan dokumen-dokumen ataupun catatan-catanan yang disyaratkan dalam klausul Sistem Manajemen Mutu

Berdasarkan pengalaman, sebuah peruasahaan yang tidak mengaplikasikan PLM maka ia akan membutuhkan waktu tigal kali lebih lama (bahkan lebih, tergantung hafalan atau ingatan engineer) untuk mengakses gambar produk dibanding perusahaan yang meimplementasikan PLM. Peluang untuk terjadinya kesalahan informasi sangat besar. Ini bukan sekedar teori tetapi benar-benar terjadi, sebuah perusahaan elektronik dari Jepang salah membuat mold karena gambar yang dikirim ke moldmaker ternyata bukan versi terbaru sehingga ada perbedaan dimensi produk sebesar 5 mm. Akibatnya harus dibuat core-cavity baru pada mold sehingga proyek mengalami kemunduran dan terkena biaya tambahan dari moldmaker. Masih di perusahaan yang sama, terjadi kesalahan dimensi radius pada pada pembuatan mold kedua ternyata radius produk yang dihasilkan dari mold hanya 6 mm padahal produk aktual dari mold pertama radiusnya 12 mm.

Pada kasus lain, seorang engineer merevisi gambar sebuah komponen tetapi hasil revisi tersebut hanya disimpan di folder PC-nya bukan di sebuah folder bersama yang biasa dijadikan tempat menyimpan gambar-gambar komponen. Pada saat engineer tersebut tidak masuk dan dibutuhkan revisi pada komponen tersebut maka engineer lain mengakses gambar komponen dari folder bersama yang sebenarnya tidak terupdate. Setelah gambar tersebut dikirim ke suplier lalu dicoba pada lini assembly maka terjadilan masalah ketidaksesuaian assembly.

Semua permasalahan di atas terjadi karena perusahaan terebut mengelola gambar produknya secara manual. Mereka masih memakai gambar 2D meskipun proses desainnya memakai gambar 3D. Alasannya gambar 2D lebih mudah direvisi dibanding gambar 3D. Sebuah alasan yang tidak pas sebenarnya. Karena pada perangkat CAD 3D mereka memiliki sifat asosiatif, artinya perubahan pada gambar 3D akan terimplementasikan secara otomastis pada gambar 2D.

Jadi proses desain pada perusahaan tersebut adalah gambar 3D -> gambar 2D (memakai aplikasi Creo Element) -> gambar 2D (memakai aplikasi Auto CAD). Dari proses tersebut bisa kita lihat dengan mudah terjadi pemborosan akuisisi perangkat lunak. Jika mereka memakai perangkat lunak 3D Creo sebenarnya tidak diperlukan lagi perangkat lunak 2D AutoCAD.
Dalam perjalanan produksi masal, gambar terakhir dalam format Auto CAD 2D inilah yang dijadikan data dan direvisi. Padahal kita tahu saat membuat mold kita membutuhkan gambar 3D. Bisa kita bayangkan seandainya telah terjadi revisi gambar sebanyak lima kali dan itu semua hanya dilakukan pada gambar 2D AutoCAD tanpa menyentuh sama sekali gambar 3D maka gambar 3D tidak terupdate sama sekali. Pada saat dibutuhkan mold kedua karena kapasitas mold pertama tidak mencukupi maka kita akan kelimpungan karena revisi-revisi gambar tidak dilakukan pada gambar 3D. Maka data gambar 3D menjadi usang .

Product Lifecycle Management (sumber: http://www.vui-inc.com/vui/consultingServicesBus.php)

Product Lifecycle Management (sumber: http://www.vui-inc.com/vui/consultingServicesBus.php)

Jika perusahaan terbut mengimplementasikan PLM atau minimal PDM kesalahan seperti itu tidak akan terjadi karena pada saat mengakses gambar, sistem PLM atau PDM akan memastikan bahwa gambar yang ditampilkan atau diunduh adalah versi terbaru. Dengan sistem PLM pula dipastikan hanya ada sebuah data tunggal untuk setiap komponen (sistem check-in dan check-out memastikan hanya ada satu orang yang bisa mengedit data pada waktu yang sama). Tidak akan terjadi kasus di mana revisi terakhir ada di sebuah PC lokal sementara pada folder data bersama tidak terrevisi.

Dengan sistem PLM pula setiap engineer yang mengakses bill of materials bisa langsung mendapatkan gambar sebuah komponen tanpa harus menyusuri folder demi folder secara manual. Cukup dengan klik dua kali pada nomer komponen pada bill of materials.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s