Goa Cerme, Imogiri|Oase di selatan Jogja

Deretan perbukitan Imogiri yang merupakan bagian dari Pegunungan Sewu menawarkan oase bagi siapapun yang menyukai wisata outdoor. Dimulai dari Taman Makam Budayawan dan Seniman, lalu  komplek Makam Raja-Raja Mataram Islam, hingga Goa Cerme. Ketiga lokasi tersebut menawarkan kesegaran dengan vegetasi rapat dan pepohonan yang rindang.

Di Taman Makam Budayawan dan Seniman terdapat hutan kayu putih di bagian depannya. Di Makam Raja-Raja Mataram Islam di Kampung Pajimatan terdapat banyak pepohonan raksasa yang usianya mencapai ratusan tahun. Rindangnya pepohonan tersebut membuat pendakian ke area makam terasa lebih ringan karena udara terasa lebih sejuk.

Pemandangan menuju Goa Cerme

Pemandangan menuju Goa Cerme

Sementara Goa Cerme yang letaknya agak jauh dari kedua tempat tersebut menawarkan lansekap pertanian dengan ladang-ladang yang ditanami palawija, sayuran dan rempah-rempah. Jalan akses menuju goa ini berada di punggung-punggung bukit sehingga kita bebas memandang lansekap Kabupaten Bantul di kejauhan. Pemandangan lembah-lembah yang terdapat di sepanjang jalan menjadi ciri khas obyek wisata ini.

Pemandangan lembah di sisi jalan menuju Goa Cerme

Pemandangan lembah di sisi jalan menuju Goa Cerme

Rute menuju goa ini merupakan surga bagi pesepeda (goweser) spesialis nanjak. Tanjakannya tidak kalah dengan KM0. Bahkan view-nya jauuhh lebih bagus dan perawan. Lansekap sepanjang jalan justru menjadi daya tarik utama dibanding goanya terutama bagi pengunjung yang tidak berminat menlusuri goa.

Lembah di depan Goa Cerme

Lembah di depan Goa Cerme

Lingkungan sekitar goa sangat rindang, tertata rapi dan cukup bersih. Meski demikian masih juga banyak pengunjung yang membuang sampah sembarangan.

Goa Cerme, Imogiri

Goa Cerme, Imogiri

Goanya kurang menarik karena agak gelap. Butuh waktu beberapa saat agar dapat melihat pemandangan di dalam goa.Seperti kebanyak goa-goa kapur di Gunung Kidul, di dalam goa ini terdapat sungai bawah tanah yang menjadi sumber air bagi tempat wisata dan penduduk di bawahnya.

Beberapa orang yang sedang berdoa di mulut goa dengan sesajen bunga-bungaan menurut saya agak mengganggu pengunjung yang ingin menikmati pemandangan goa. Alangkah baiknya jika doa-doa tersebut dipanjatkan di tempat yang mulia, yakni masjid.

Ayo lestarikan hutan

Ayo lestarikan hutan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s