10 Keuntungan penerapan Standar-Standar ISO bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah

Standar Internasional ISO memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan-perusahaan di dunia, baik di negara maju maupun negara berkembang. Meski demikian  keuntungan-keuntungan itu tidak hanya untuk korporasi-korporasi besar dan bisnis-bisnis berskala besar saja.

Standar-standar ISO juga membantu perusahaan-perusahaan berskala kecil dan menengah. Sebagai contoh, standar-standar ISO telah mendorong pencapaian tertinggi bagi spesifikasi produk dan jasa. Standar-standar tersebut mampu meningkatkan efisiensi proses-proses. Mereka  membantu UMKM meningkatkan kualifikasi agar bisa berpartisipasi dalam jaringan pemasok global.

Ringkasnya,  standar-standar ISO bisa membantu UMKM berkompetisi dengan peluang-peluang bisnis besar di pasar global. Standar-standar ISO adalah kunci untuk membuka peluang-peluang di masa depan.

10 Good Things for SMEs

10 Good Things for SMEs

10 keuntungan yang diberikan standar-standar ISO bagi UMKM

1. Standar-standar membantu UMKM untuk berkompetisi di bidang yang sama dengan perusahaan-perusahaan besar

2. Standar-standar membuka pasar ekspor bagi produk-produk dan jasa-jasa yang ditawarkan UMKM

3. Standar-standar membantu menemukan praktik bisnis terbaik

4. Standar-standar menuju kepada efisiensi operasi-operasi bisnis

5. Standar-standar memberikan kredibilitas dan kepercayaan bagi pelanggan

6. Standar-standar membuka peluang-peluang bisnis dan penjualan baru

7. Standar-standar memberikan keunggulan kompetitif

8. Standar-standar membuat merek atau nama perusahaan dikenal secara internasional

9. Standar-standar membantu perkembangan perusahaan

10. Standar-standar memungkinkan pemakaian bahasa yang seragam dan baku antar berbagai sektor industri

Versi lengkap dan kisah-kisah sukses SME yang menerapkan standar-standar ISO bisa anda unduh dari 10 Good Things

2 responses to “10 Keuntungan penerapan Standar-Standar ISO bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah

    • Syarat khusus yang dimaksud seperti apa ya? Kita hanya dituntut untuk mempelajari, menerapkan (minimal 3 bulan untuk ISO 9001:2008) dan memperbaiki (setelah melakukan internal audit) suatu standar pada proses bisnis kita sebelum melakukan proses sertifikasi. Proses sertifikasi bisa dilakukan oleh lembaga sertifikasi dari pemerintah (misal: LSSM – Kemenperin) atau swasta (misal: TUV Rheinland). cmiiw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s