Engineering styles|Bermacam gaya di dalam rekayasa dan pemecahan masalah

Jumlah masalah/persoalan yang bisa dipecahkan oleh perorangan semakin sedikit. Bukan hanya karena jumlah persoalan semakin banyak tetapi karena kemampuan otak manusia terbatas untuk menjangkau semua pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan bagi masalah tersebut. Jelas sekali bahwa pendekatan-pendekatan yang berlainan bagi pemecahan masalah dibutuhkan sepanjang peradaban, mulai dari pendekatan-pendekatan yang memperkuat dan memperhalus sistem-sistem sampai dengan pendekatan-pendekatan yang merombak dan menggantikan sistem-sistem.

Untuk mendapatkan semua pengetahuan yang dibutuhkan untuk memecahkan permasalahan yang rumit kita harus berkolaborasi. Di lain pihak, untuk berkolaborasi dan memecahkan permasalahan secara efektif kita harus mengetahui lebih banyak  dan hal-hal yang berlainan.

Tingkat dan gaya

Dua variabel kunci dalam pemecahan masalah adalah tingkat (level) dan gaya (style). Kita biasanya memilih tim desain maupun suatu proyek berdasarkan siapa yang mengetahui bidang itu dan seberapa baik performa seorang individu dalam suatu tugas. Kita menghargai dan mempromosikan individu berdasarkan seberapa banyak yang mereka kerjakan dan seberapa cepat mereka menyelesaikannya. Semua tingkatan tersebut mudah diukur, yangmana hal ini menjelaskan kenapa kita sangat bertumpu pada data-data tersebut untuk mengukur performa/kinerja dan membentuk sebuah tim.

curve style

Meski demikian ingkat hanyalah salah satu kepingan puzzle. Gaya pemecahan masalah sama pentingnya, tetapi sayangnya seringkali di salah arti ataupun salah kelola. Gaya pemecahan masalah (disebut juga gaya kognitif) adalah gaya seseorang yang cenderung memakai pendekatan kognitif untuk memecahkan permasalahan. Ini adalah kecenderungan seseorang untuk menggunakan sumber daya kognitifnya ketika berhadapan dengan permasalahan.

Untuk insinyur dan manajer insinyur, salah satu alat bantu untuk melihat gaya pemecahan masalah adalah melalui hubungannya dengan struktur. Secara umum, semakin adaptif seseorang, maka gaya pemecehan masalahnya semakin terstruktur. Semakin inovatif seseorang, maka gaya pemecahan masalahnya semakin tidak struktur dan semakin sedikit sedikit perhatiannya untuk mendapatkan konsensus di awal.

Nilai dalam pemecahan masalah adaptif adalah memberikan kontinyuitas dan stabilitas. Sebaliknya, pemecah masalah inovatif bertanggungjawab untuk berpikir secara tangensial dan mempertanyakan definisi dan sumsi permasalahan karena kecenderungan mereka untuk bekerja kurang terstruktur.

Nilai dalam pemecehan masalah inovatif adalah memberikan perubahan radikal terhadap tradisi ketika hal itu dibutuhkan dan memecahkan masalah melalui restrukturisasi dan meningkatkan fleksibilitas. Pemecah masalah inovatif seringkali mengubah sistem terlebih dahulu untuk memecahkan tantangan-tantangan. Dalam jangkan panjang, sebuah tim atau organisasi tanpa inovasi juga akan gagal, tetapi jalan ke arah tersebut berbeda.

Pemilahan tingkat dan gaya

Untuk mengerti situasi secara menyeluruh, sangat penting untuk menyadari bahwa gaya dan tingkat pemecahan masalah adalah independen. Pemilahan tingkat dan gaya tidak selalu mudah, karena seseorang mungkin meniru gaya pemecahan masalah yang berbeda dengankecenderungannya.

Ketika pertama kali dipresentasikan memalaui penelitian Kirton, banyak orang bertanya: Dalam rentang dua kutub pemecahan masalah Adaptif-Inovatif adakah gaya terbaik? Secara singkat: Tidak ada. Setiap gaya pemecahan masalah memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing ketika berhadapan dengan masalah tertentu.

Secara umum, Adaptif memiliki keunggulan ketika solusi bagi suatu malasah tersedia di dalam sistem yang sudah ada, meskipun ia mungkin juga akan gagal jika bergantung pada sistem tersebut terlalu lama.

Selanjutnya, tidak ada kombinasi terbaik dari gaya-gaya di dalam tim pemecah masalah. Tim dengan individu-individu yang segaya mungkin akan lebih mudah dikelola karena mereka siap bekerja sama, tetapi cakupan pemecahan masalah akan sempit. Bisa jadi mereka akan menyelesaikan suatu masalah dengan baik tetapi akan gagal ketika berhadapan dengan permasalah yang berbeda. Sebaliknya, tim dengan gaya berbeda-beda akan memiliki cakupan penyelesaian masalah yang luas sehingga menyelesaikan permasalahan yang berbeda-beda. Meski demikian, mereka sulit untuk dikelola.

Kebutuhan akan keanekaragaman ini timbul dari sifat struktur itu sendiri. Akhirnya, tantangan bagi pemimpin adalah untuk mengelola keanekaragaman tingkat dan gaya sebuah tim sedemikian sehingga seimbang antara manfaat dan biaya dari keanekaragaman anggota-anggota sambil tetap mengingat di dalam otaknya pemecahan terbaik adalah tujuannya.

Disarikan dari “The Substance of Our Styles,” oleh Kathryn Jablokow, untuk Mechanical Engineering, February 2007

Diterjemahkan oleh Irawan

Sumber: https://www.asme.org/engineering-topics/articles/business-communication/engineering-styles

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s