Terlalu serius mengasuh anak-anak

Ba’da sholat tarawih saya menengok rak buku dan mencari-cari buku yang belum sempat terbaca. Pilihan jatuh pada buku “Subhanallah, Wonderful Islam”.

Yang menarik adalah ketika saya membuka secara acak halamannya, langsung menuju ke bagian tentang pengasuhan anak. Pemahaman saya bahwa anak-anak boleh sedikit nakal dan bebas berimajinasi mendapatkan pembenaran. Berikut cuplikannya.

======================

Jika anak-anak tidak diijinkan bersikap bebal dan dungu, ia tidak akan menjadi dirinya sendiri. Tidak ada yang mengesankan dan mengejutkan lagi, sehingga mereka akan kehilangan imajinasi mereka. Mereka akan menjadi terlalu serius karena mereka tahu seperti itulah sikap yang diinginkan dan diharapkan dari mereka. Padahal secara hati-hati anak-anak harus diijinkan memainkan peran dalam cerita-cerita dan imajinasinya. Mereka harus bisa menemukan jalan untuk menyalurkan kreativitasnya secara terkontrol.

Anak-anak sedang berimajinasi tentang bendungan, pekerjaan sipil, pelabuhan dan kapal-kapal

Anak-anak sedang berimajinasi tentang bendungan, pekerjaan sipil, pelabuhan dan kapal-kapal

Untuk dapat merasakan ketakjuban dan kebahagiaan, seorang anak harus merasa bahwa orang tua mereka membiarkan mereka berkelana dalam kegembiraan dan kreativitas bermain.

Orang tua harus bisa membuka pikiran bahwa kesalahan yang dilakukan anak-anak kadang bagus agar mereka belajar dan tumbuh. Orang tua harus cukup fleksibel dalam menetapkan pola asuh dan membiarkan anak-anak bermain di kandang misalnya, atau berhenti sejenak dalam perjalanan pulang sekolah untuk memetik bunga rumput liar di pinggir jalan.

Orang tua harus mendorong anak-anak agar dapat mengungkapkan perasaan atau menceritakan kekhawatirannya. Orang tua juga harus bersikap terbuka dan responsif. Orang tua tidak seharusnya bilang, “Kamu ini bodoh!” Namun seharusnya mengatakan, “Kamu sedang memainkan hal bodoh, ya?”

Cucu-cucu Rasulullah saw. senang bermain bersama beliau dan beliau akan bermain seperti anak kecil. Bahkan, mereka kadang memanjat punggung beliau ketika sedang shalat dan beliau tidak marah kepada mereka.

Kita tahu Rasulullah saw. senang bermain bersama anak-anak, betapa beliau mengizinkan anak-anak menaiki punggungnya. Bahkan dalam suatu kesempatan beliau menggendong anak kecil dari luar batas kota hingga masuk kota Madinah dan anak-anak lain bergelayut pada lengan dan bahkan pada kaki beliau.🙂

Seperti anak-anak

Muawiyah bin Abu Sufyan memiliki tali yang dikalungkan di lehernya oleh seorang anak (seperti tali lasso yang dimainkan seorang koboi). Gabalah bin Saheem bertanya, “Kenapa kau lakukan itu?!” Dia bermaksud memperingatkan Khalifah karena bermain-main dengan anak kecil. Mendengar itu Muawiyah berkata, “Diamlah. Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Barangsiapa memiliki anak, hendaklah ia bermain bersama anaknya seolah-olah ia anak-anak juga.”

 

Suhanallah Wonderful Islam - Soumy Ana

Suhanallah Wonderful Islam – Soumy Ana

*Subhanallah, Wonderful Islam oleh Soumy Ana, terbitan Cicero Publishing

** Soumy Ana – penulis multi talenta – membahas dan menjelaskan rasa takjub secara detil dan menyeluruh, lengkap dengan kisah-kisah menarik yang membantu orang tua untuk bisa menjaga rasa takjub pada diri anak.

Sebagai seorang muallaf, Soumy Ana mengagumi Islam di setiap sisinya, mulai dari panggilan adzn hingga tetes air hujan. Semua membuatnya takjub, meski seorang muslim kadang menganggapnya biasa. Terasa sekali sentuhan agama yang secara harmonis dipadukan dengan paparan praktis, membahas seluruh dimensi rasa takjub beserta ilustrasi yang menarik.

One response to “Terlalu serius mengasuh anak-anak

  1. Ternyata begitu besarnya yaa manfaat bermain untuk anak-anak. Mungkin cara bijaknya adalah orang tua selalu mendampingi saat anak-anak bermain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s