Kok kalah sama anak buah?

Seorang rekan mampir ke mejaku.

“Mana ponsel barunya, Pak? Model apa yang diambil?”, ia bertanya.

“Ada di rumah. Buat istri, makanya tidak dipake. Modelnya L5.”, jawabku.

“Wahh, kalah sama anak buahnya yang pakai L9, dong.”, ia menimpali.

“Memang butuhnya segitu. Ga perlu yang terlalu canggih.”, jawabku sambil tersenyum.

Dalam kehidupan sehari-hari kita akan sering menemui peristiwa seperti itu. Orang-orang di sekitar kita akan membanding-bandingkan kita dengan atasan, bawahan, teman, tetangga dan lain-lain. Frasa yang sering dipakai adalah:

si itu memakai ini kenapa kenapa ente memakai yang itu

– anak buah ente barangnya lebih canggih tuh

– masak ga bisa mengikuti jejak si anu yang baru beli ini itu

– masak kalah sama si itu.

Yang paling tahu kebutuhan dan prioritas kita adalah kita sendiri. Apapun barang yang kita beli seharusya berasal dari kebutuhan kita bukan karena ingin terlihat lebih atau tidak mau kalah dengan orang lain yang mungkin dianggap posisinya ada di bawah kita.

LG Optimus L5

LG Optimus L5

sumber gambar: http://tecnotops.com/lg-optimus-l5

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s