Romantika profesi (Buruh – Majikan – Abdi Negara)

Si Buruh sering menyindir si Abdi Negara sebagai orang yang minim etos kerja. Si Buruh dengan Majikan Baru sering menyindir temannya, yaitu si Buruh dengan Majikan Lama sebagai orang yang tidak berkembang, terlelap dalam zona nyaman, tidak berbakat bahkan sebagian mengibaratkan sebagai kayu mati (dead-wood).

Sementara itu Buruh yang sukses menjadi Majikan menyindir teman-temannya yang masih berstatus Buruh sebagai Orang-Orang Gajian yang menadahkan tangan di akhir bulan (makanya ada buku Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian). Akhirnya si Abdi Negara menyindir para Majikan sebagai kapitalis yang suka memanipulasi laporan keuangan dan mangkir pajak.

Siklus Buruh-Majikan-Abdi Negara ini kita nikmati saja🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s