Produk elektronik|Tidak sekuat dulu tetapi fitur semakin banyak dan harga semakin murah

Jika sebagian orang bersikukuh bahwa produk-produk jaman dahulu lebih kuat daripada sekarang memang tidak salah. Sebagian besar produk-produk generasi awal memang over-design. Didesain dengan kekuatan yang berlebihan.

Kenapa demikian? Ini dikarenakan teknologi manufaktur dahulu belum sebanyak dan semaju sekarang. Sebagai contoh mekanisme pemutar kaset dari tahun 70-an semuanya menggunakan pelat besi. Tetapi kini hampir semuanya terbuat dari plastik.

Ini disebabkan pada tahun 70-an teknologi injection molding untuk memproses plastik belum semaju sekarang sehingga engineer atau desainer jaman dahulu tidak mempunya pilihan lain kecuali membuatnya dari pelat besi. Selain itu karena serba manual dan mekanis maka komponen-komponennya pun berukuran besar, tebal dan kaku. Sudah besar, tebal, kaku, dari logam pula. Tidak heran meski terjatuh dari meja produk tersebut masih bisa berfungsi dengan baik.

Karena diproduksi serba kuat maka ia membutuhkan bahan yang lebih banyak dan kuat sehingga harganya pun mahal. Tidak heran jika produk-produk jaman dahulu meski berteknologi sederhana tetapi harganya mahal. Hal ini salah satunya disebabkan oleh biaya bahan dan biaya produksi yang cukup tinggi. Karenanya pada jaman itu sedikit sekali orang yang mempunyai radio apalagi televisi.

Adanya tuntutan konsumen untuk mebuat barang-barang lebih murah, teknologi elektronik yang semakin maju dan akhirnya beranjak ke digitalisasi, lalu didukung dengan alat-alat permesinan dan teknologi manufaktur yang semakin canggih akhirnya mendorong produk-produk elektronik menjadi semakin kecil dan padat.

Ukurannya yang semakin kecil membuatnya semakin sulit dibuat dari logam akan tetapi pada saat yang bersamaan plastik menawarkan solusinya. Apalagi ketika digitalisasi menggantikan teknologi analog maka sedikit demi sedikit komponen mekanik menghilang dari produk-produk elektronik.

Bahkan tombol fisik yang dulunya merupakan peralatan mekanik yang seolah-olah tidak akan tergantikan meski sudah memasuki era digital kini digantikan oleh tombol sentuh.Kini beberapa fungsi mekanik yang tersisa pada alat-alat elektronik hanyalah pengait-pengait untuk mengunci kompartemen baterai ,mekanisme pengunci pada slot kartu memori dan sekrup-sekrup untuk merakit komponen dengan kuat.

Plastik yang lebih murah, lebih ringan, mudah dibentuk dan mudah didaur ulang pun akhirnya menggantikan logam sebagai bahan utama produk-produk elektronik. Sebagai perbandingan kemampuan daur ulang ini tampak pada ilustrasi berikut.
Misalnya terjadi kesalahan produksi pada komponen dari logam maka agar logam tersebut bisa dipakai lagi untuk memproduksi komponen yang sama ia harus dilebur dulu, dirol lagi sampai mencapai ukuran yang disyaratkan, baru dimesin lagi. Sebelum dilebur itu ia harus melewati pengumpul besi-besi tua sehingga terkumpul dalam jumlah besar baru dikirim ke peleburan besi.

Jika hal tersebut terjadi pada plastik maka tidak memerlukan alur sepanjang itu agar bisa digunakan lagi. Produk yang rusak, cacat atau salah bisa langsung dicincang menjadi serpihan atau pellet dan bisa langsung dicetak lagi.

Meskipun plastik tidak sekuat logam akan tetapi ia memiliki kekuatan lain yang disukai banyak orang, yakni mudah dibentuk, ringan dan sebagian lebih murah dibanding logam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s