Saatnya beralih ke salam satu jari

Kita menyaksikan beberapa pentolan musik keras akhirnya memilih jalan hidup yang lebih bermakna. Dari kehidupan bebas nilai mereka berpindah ke jalan lurus, religius.

Sebagian dari mereka ada yang meninggalkan sama sekali dunia musik, sebagian lainnya menjadikan musik sebagai media dakwah. Kita mengenal Hari Mukti, Edi Kemput, Gito Rollies dan Opick. Dari nama-nama tersebut hanya Hari Mukti yang benar-benar meninggalkan dunia musik.

Dibanding dengan jenis musik lainnya, pada masa kejayaan musik rock Indonesia,  lirik-lirik musik rock lebih cerdas dan bermakna. Musik rock lebih memiliki muatan ideologi, lebih kritis dan lebih tanggap terhadap berbagai isu nasional maupun global. Mungkin dengan latar belakang penciptaan dan penghayatan lirik-lirik yang kreatif dan kritis itu akhirnya sebagian dari musisi rock menemukan ideologi yang lebih bermakna.

Musik memang sekedar sarana dan media dalam menyampaikan pesan. Seperti halnya Native Deen yang mengubah lirik-lirik rap dan hiphop yang vulgar menjadi lirik-lirik Islami, beberapa band yang berada di jalur musik super keras memberi muatan religius pada lirik-lirik mereka. Musisi-musisi tersebut bergabung dengan komunitas seniman bawah tanah lain yang memiliki kepedualian yang sama kini mengidentikkan diri dengan underground tauhid.

Rotor – Eleven Keys

Masuknya Islam sebagai ideologi musikus garis keras bisa dirunut kembali ke tahun 1995 ketika Rotor merilis album Eleven Keys  di mana salah satu lagunya yang berjudul sama berbicara tentang 5 Rukun Islam dan 6 Rukun Iman. Sebelumnya di awal tahun 90-an, Power Metal grup rock ternama asal Surabaya, sangat terkenal dengan lagu bermuatan religi yang berjudul Pengakuan.

Meskipun nilai-nilai islami tidak menjadi mainstream musik dari Power Metal ataupun grup rock lainnya, hadirnya lagu tersebut memberi penyadaran bagi penggemar musik rock di Indonesia bahwa musik rock ternyata bisa luwes ketika berbicara tentang agama (Islam).

Di masa kini, pada jalur musik super keras Tengkorak adalah pelopor bagi islamisasi musik rock. Tengkorak yang merasa sadar telah diperalat oleh ideologi awal musik super keras yang bersumber dari nilai-nilai budaya pop, okultisme, nihilisme dan anti agama akhirnya berubah haluan. Salah satu pentolan Tengkorak, Ombat, bahkan aktif berkampanye membendung arus sekulerisme liberalisme dan pluralisme bersama gerakan Indonesia Tanpa JIL.

Jika selama ini musik rock identik dengan salam tiga jari (tanduk setan), kini mereka menggantinya dengan salam satu jari yang merupakan simbol tauhid.

Salam satu jari!!!

2 responses to “Saatnya beralih ke salam satu jari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s