Tempat sampah raksasa bernama sungai Bila

Sungai-sungai besar di Sulawesi sangat berjasa dalam memberikan kemakmuran bagi orang-orang yang tinggal di sepanjang aliran sungainya. Kontribusi utamanya adalah sebagai bahan baku air minum, pengairan bagi puluhan ribu hektar sawah dan perikanan.

Salah satu sungai tersebut adalah Sungai Bila yang mengalir di kabupaten Sidenreng Rappang. Selain sebagai pemasok air bagi Danau Tempe di kabupaten Wajo, sungai Bila merupakan sumber pengairan utama bagi sawah-sawah yang berada di Sidenreng Rappang dan Wajo.

Sungai Bila melintas di Tanrutedong

Sayang kelangsungan sungai Bila sebagai penyangga kehidupan terancam karena dijadikan tempat pembuangan sampah. Jika kita perhatikan jembatan sungai Bila yang berada di Tanrutedong akan kita dapatkan sampah-sampah yang tersangkut saat dibuang ke sungai. Bisa dikatakan semua orang di kelurahan ini membuang sampahnya ke sungai Bila. Mereka menaruh sampah-sampahnya ke dalam karung lalu diangkut dengan motor dan dilemparkan ke sungai dari atas jembatan.

Air susu dibalas air tuba

Sangat disayangkan jika mereka yang selama ini menggantungkan hidupnya dari sungai ini baik langsung maupun tidak langsung justru menjadi perusak sungai. Selain penebangan hutan di hulu sungai, praktik pembuangan sampah ke sungai ini yang berkontribusi bagi pendangkalan Danau Tempe. Tidak sekedar mendangkalkan danau, pembuangan sampah ini juga berpotensi meracuni ekosistem danau.

Sampah-sampah rumah tangga yang dibuang ke sungai bisa dipastikan mengandung BahanBerbahaya dan Beracun mengingat tidak ada pemilahan sampah-sampah. Benda apapun yang dikategorikan tidak bisa dipakai lagi (misalnya baterai, botol-botol pembasmi hama, pembungkus deterjen dll) pasti akan masuk ke karung sampah dan dihanyutkan ke sungai.

Sampah-sampah tersangkut pada pipa jembatan Sungai Bila, Tanrutedong

Pemahaman di atas harus diberikan agar orang-orang menghentikan pembuangan sampah ke sungai. Akan tetapi tidak bisa hanya sekedar memberikan pemahan dan himbauan, pemerintah harus menyediakan fasilitas pembuangan sampah bagi warga Tanrutedong. Dimasa mendatang praktik pembuangan sampah ke sungai ini akan semakin sering dan masif mengingat Tanrutedong kini semakin ramai dan padat.

3 responses to “Tempat sampah raksasa bernama sungai Bila

  1. Padahal, selama ini air sungai selalu menjadi kebutuhan sehari–hari masyarakat kecil terutama untuk keperluan mandi dan mencuci pakaian, ‘’Karena itu perlu menjadi perhatian kita bersama, terutama pemerintah. Kalau tidak dicarikan solusinya tentang pembuangan sampah ini maka pencemaran lingkungan bisa saja terjadi dalam waktu dekat ini, sudah menjadi kebiasan warga membuang sampah seperti itu karena tidak tersedianya tempat penampungan atau pembuangan sampah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s