Kadang-kadang kita butuh orang galak

Sore itu, 26 Agustus 2012, para pemudik membeludak di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Di terminal keberangkatanan para pemudik yang akan terbang memenuhi emperan bandara. Antrian terjadi pada dua buah mesin pemindai sinar X. Apalagi setelah salah satu mesin dihentikan operasinya akibat barang bawaan salah satu penumpang yang berupa cairan tumpah dan membasahi conveyor belt.

Antrian yang lebih panjang lagi terjadi di konter checkin. Di konter checkin Batavia Air antriannya termasuk yang paling panjang akibat hanya dilayani satu konter checkin. Mestinya ada lebih dari satu konter checkin yang buka karena penerbangan jam 14:15 dialihkan ke penerbangan jam 18:20.

Entah karena malas antri, capek atau tidak tahu, tiba-tiba beberapa penumpang nyelonong langsung memotong antrian di depan. Untung di bagian depan ada penumpang yang galak. Mereka yang tiba-tiba nyelonong langsung disemprot oleh seorang tante, “Ibu-ibu ini bagaimana? Ini bandara internasional. Bukan pasar tradisional. Kenapa tidak bisa mengantri? Jangan main serobot begini!” Merasa bersalah, mereka tersenyum kecut lalu menuju ke ujung antrian.

Mengantri dengan tertib memang belum menjadi budaya sebagian besar orang Indonesia. Untungnya ada tante galak sehingga edukasi tentang antrian kali ini lebih mengena dibanding sekedar himbauan atau teguran🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s