Tips lulus S2 dengan cepat (tepat waktu)

Tips lulus S2 dengan cepat ini dihimpun dari beberapa senior dan dosen.

1. Temukan research interest sejak awal. Research interest bisa berbasis paten ataupun pekerjaan kita sendiri. Dari paten-paten (banyak bertebaran di dunia maya) tersebut bisa kita lakukan modifikasi atau perbaikan yang menambah kinerja ataupun dayagunanya. Berbagai masalah yang terdapat di tempat kerja kita juga bisa diangkat sebagai bahan tesis. Permasalahan ataupun topik tersebut tidak perlu yang luar biasa asalkan ada unsur novelitas/keterbaruan dan kita membahasnya secara mendalam.

2. Rajin mengumpulkan dan membaca literatur sejak awal. Sebuah tesis sebaiknya memiliki referensi dengan komposisi 80% jurnal ilmiah dan 20% buku referensi. Untuk jurnal imiah sebaiknya terbitan 5 tahun terakhir dan buku terbitan 10 terakhir. Kemutakhiran referensi ini akan meningkatkan bobot tesis kita terutama ketika dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.

Gambar dipinjam dari shutterstock.com

3. Disarankan untuk membuat roadmap tesis dan mendapat persetujuan dari dosen pembimbing. Selain akan memandu kita dalam melakukan penelitian, roadmap ini juga untuk melindungi kita agar tidak keluar dari alur penelitian karena bisa jadi dosen pembimbing meminta data ataupun eksperimen di luar roadmap kita.

4. Rajin kuliah dan mengerjakan tugas. Pemahaman dan wawasan kita tentang suatu mata kuliah tidak bisa hanya dinilai dalam beberapa jam melalui UTS dan UAS. Sebaliknya melalui paper dan studi literatur hal tersebut bisa dinilai. Jangan heran jika ada beberapa dosen memberikan nilai E walupun seseorang mendapatkan nilai A untuk UTS dan UAS karena mahasiswa tersebut tidak mengerjakan tugas-tugas ataupun paper yang diminta.

5. Peraturan baru mensyaratkan bahwa mahasiswa S2 bisa lulus setelah mempunyai publikasi ilmiah pada sebuah jurnal nasional terakreditasi yang sesuai dengan bidang keilmuannya. Masalahnya adalah jurnal ilmiah nasional yang bermutu tidak banyak jumlahnya dan terbitnya pun hanya 2-4 kali dalam setahun. Bisa anda bayangkan betapa panjangnya daftar tunggu yang terjadi. Andai sebuah jurnal terbit 3x dalam setahun dan setiap volumenya memuat  15 judul maka dalam setahun hanya ada 45 judul. Bandingkan dengan banyaknya mahasiswa S2.

6. Kenali karakter dosen pembimbing dan buatlah kesepakatan sejak awal tentang cara-cara asistensi atau bimbingan. Apakah bisa melalui email, sms, telepon ataukan harus selalu menghadap langsung. Ada kasus dimana seorang mahasiswa mengalami kesulitan dalam bimbingan karena terjadi kesalahpahaman dimana dosen pembimbing merasa tersinggung karena di-sms mahasiswanya sehingga sampai akhir bimbingan hubungan di antara keduanya kurang harmonis.

7. Di luar negeri lazimnya nama dosen pembimbing ditulis paling akhir dalam tesis. Sebaliknya, di Indonesia beberapa dosen mungkin ingin agar namanya diletakkan di urutan pertama karena ingin mendapatkan kredit utama dari publikasi ilmiah tersebut. Hal seperti ini harus disepakati sejak awal siapa yang harus diletakkan di urutan pertama (peneliti utama).

Semoga tips ini berguna bagi anda dan juga saya. Salam lifelong learning🙂

3 responses to “Tips lulus S2 dengan cepat (tepat waktu)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s