Sengketa budaya serumpun|Milik Indonesia atau milik dunia?

Asal-usul suatu budaya bisa kita lihat dari nama/bahasanya. Tidak mungkin kita mengatakan keris atau batik berasal dari Turki. Karena memang kedua kata tersebut tidak terdapat pada bahasa asli Turki.

Misalnya kita bertanya kepada orang-orang dari mana karate berasal, bisa dipastikan mereka akan menjawab dari Jepang. Begitu juga jika kita tanya mereka dari mana asal Tai Chi mereka pasti akan menjawab dari China.M

Masalahnya adalah ketika kata tersebut terdapat pada bahasa dari negara tetangga dan mereka juga memiliki atau mewarisi produk budaya tersebut maka klaim bahwa suatu produk budaya hanya milik salah satu negara saja menjadi sangat sulit. Apalagi jika kemudian terbukti bahwa di negara asalnya mereka hanya asal  klaim tanpa diikuti oleh pelestarian buadaya tersebut.

Kesenian Melayu (sumber: melayuonline.com)

Kondisi itulah yang banyak dialami oleh Indonesia dalam beberapa kali sengketa budaya dengan Malaysia. Sumatra dan semenanjung Malaya memang didiami oleh etnik serumpun, Melayu. Dan banyak juga penduduk dari berbagai bagian Nusantara yang kini menjadi wilayah Indonesia  yang merantau ke Malaya lalu menjadi warga negara Malaysia.

Orang Minang, Kerinci, Riau, Bawean, Aceh dan Bugis adalah contoh dari mereka yang merantau ke Malaya sejak puluhan bahkan ratusan tahu yang lalu sehingga tidak mengherankan jika budaya nya mirip atau bahkan sama dengan budaya leluhurnya di Indonesia. Jarang yang tahu bahwa sultan-sultan di semenanjung Malaya adalah keturunan dari sultan-sultan di Aceh dan Bugis.

Maka klaim Indonesia bahwa budaya tertentu hanya milik Indonesi saja menjadi kurang relevan. Klaim tersebut semestinya ditunjukkan dengan cara yang konstruktif. Misalnya pelestarian dan pengembangan sehingga dunia  mengenal Indonesia sebagai pusat dan puncak keindahan dari produk budaya tertentu. Maka bisa dipastikan bahwa pengakuan itu akan datang dengan sendirinya.

Coba kita baca majalah Readers Digest Indonesia edisi September 2011 tentang produk kuliner bernama rendang dari Sumbar. Rendang yang berada posisi kesebelas untuk makanan terlezat di dunia ini dikhawatirkan akan diklaim oleh Malaysia.

Kekhawatiran yang sangat tidak beralasan dan kekanak-kanakan mengingat banyak etnis Minang yang menjadi warga Malaysia. Apakah setelah menjadi warga Malaysia mereka tidak boleh lagi memakai atribut budaya nenek moyangnya.

Mari bersaing dengan fair.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s