Berpindah-pindah pekerjaan – Banyak keuntungannya

Kemarin sempat mengobrol dengan teman seorang HR di perusahaan Jepang. Dia bercerita betapa sulitnya mencari seorang cost estimator. Refleks, otak ini langsung bekerja memilah-milah profil dari beberapa teman yang  cocok untuk posisi ini. Nihil. Tidak ada satupun. Selain teman HR tadi, sebelumnya ada dua teman lain yang masing-masing sedang membutuhkan production engineer dan sales.

Sore ini bertemu dengan teman lama, dulu sering gowes bersama. Bahkan kami pernah menggowes rute-rute yang cukup ekstrim dari segi jarak dan beratnya medan. Salah satunya bahkan digowes hanya berdua saja. Dari jam 7 pagi sampai jam 11 malam!

Teman gowes ini bercerita tentang pekerjaannya setelah keluar dari perusahaan tempat kami bekerja dulu. Mulai dari marketing, sales, sampai cost estimating. Setidaknya sudah lima perusahaan ia jelajahi dengan pengalaman meliputi produksi, control vendor, industrial engineering dan marketing tadi.

Dengan melihat luasnya pengalaman teman gowes tadi dan kesesuaiannya dengan profil yang dibutuhkan teman-teman kerja, artinya teman gowes ini memenuhi kriteria dari ketiga lowongan tersebut, production engineer, cost estimator dan sales. Seandainya teman gowes tadi seumur hidupnya hanya di bidang produksi maka pilihanya banyak. Tetapi karena ia pernah memegang dan mengeksekusi berbagai jenis pekerjaan berbeda maka ketika terdapat lowongan jenis-jenis pekerjaan tersebut dia layak untuk menjadi kandidat.

Kutu loncat bukan hal buruk dan negatif. Terutama jika di masing-masing dahan tempat ia hinggap ia berhasil meninggalkan legacy, prestasi ataupun achievments yang terukur dan diakui.

Kopi “O” khas Batam

Saya sudah berkunjung ke Batam tiga kali. Di tiap kunjungan tersebut saat makan siang atau malam, tak lupa selalu memesan Kopi “O”. Salah satu alasan karena di Bekasi atau Jakarta kopi murah didominasi oleh kopi sachet. 

Nahh di Batam kopi non-sachet tersebut dijual dengan harga yang masuk akal. Kisarannya 6-10 ribu per cangkir. Dan hampir semua warung makan menyediakan kopi tersebut. Sementara di Bekasi atau Jakarta kopi non-sachet biasanya hanya ada di kafe. Tahu sendiri kan harga makanan dan minuman di kafe kurang ramah bagi kantong.

Rasa kopinya kental dibanding kopi hitam sachetan merek terkenal. Gulanya tidak terlalu banyak dan selalu dibiarkan dalam kondisi belum teraduk alias masih mengendap di bagian bawah cangkir/gelas. Jika kita suka kopi pahit sebaiknya tidak usah diaduk.

Bekerja ditemani kopi O

Kopi O dan Mie Tarempa

Perpustakaan Keliling Bunda

Ketika melihat buku-buku bocah semakin banyak terpikir untuk berbagi dengan anak-anak di sekitar rumah. Kebetulan di sore hari Bunda mengantar Kamilah dan Emil mengaji. Nahh buku-buku tersebut bisa dibawa lalu saat anak-anak istirahat dari mengaji mereka bisa membacanya di emperan masjid.

Dipilihlah beberapa buku yang tidak terlalu tebal dan banyak gambar. Alasannya supaya anak- anak bisa segera menyelesaikan bacaannya dan buku-buku bergambar lebih menarik.

Ternyata buku-buku yang dibawa Bunda laris dan disukai anak-anak. Beberapa anak yang belum menyelesaikan bacaannya berpesan agar besok dibawa lagi.

Sebagian koleksi perpustakaan keliling Bunda

Membaca buku saat istirahat mengaji

Produk berteknologi tinggi dan industri dalam negeri

Ketika sebuah produk manufaktur dibuat, bias dipastikan sebagian besar bahan baku dan bahan penunjang proses produksinya memakai bahan-bahan yang tersedia di dekat fasilitas produksi. Dengan kata lain memakai bahan-bahan domestik karena lebih dekat dan biasanya lebih murah. Pada saat pengembangan produk, lebih mudah untuk bekerja sama dengan produsen bahan-bahan baku dan penunjang domestik daripada produsen dari negara lain (impor). Kecuali bahan-bahan tersebut tidak tersedia di daam negeri.

Efeknya adalah ketika produk manufaktur tersebut selesai dibuat, service manual dari produk tersebut biasanya mencantumkan bahan-bahan domestik yang telah dipakai dalam proses pengembangan maupun produksinya.

Bagaimana jika produk manufaktur tersebut adalah sebuah pesawat terbang yang terdiri dari ribuan komponen berteknologi tinggi yang proses perawatannya harus mengikuti service manual tanpa ada toleransi sedikitpun?

Maka ketika pesawat terbang tersebut telah terbang ke negara lain selama ia dipakai maka akan tetap memberikan pasar bagi industri di negara asalnya karena proses perawatannya “harus” memakai bahan-bahan dari negara asal. Mungkin saja bahan-bahan untuk perawatan pesawat tersebut memiliki padanan dari negara lain akan tetapi selama ia tidak direkomendasikan dalam service manual maka kecil kemungkinannya akan dipakai .

Review film Jason Bourne

30 Juli 2016, di Cinemaxx Orange County Lippo Cikarang

Setelah menunggu sekian lama akhirnya tetralogi Bourne menjadi kenyataan. Komentar saya: resep lama, alur yang hampir serupa, lokasi yang tidak jauh berbeda.

Di Jason Bourne kita disuguhi cyber-intelligence dan cyber-army yang semakin canggih. Bagian ini sudah ada sejak Bourne Identity. Melalui bagian ini kita bisa melihat perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan jaringan mulai jaman monitor tabung sampai ke monitor sentuh.

Setting lokasi juga masih berkisar di Langley Virginia, Berlin, London dan tambahan lokasi baru di Athena, Reykjavik, Israel dan sedikit di perbatasan Albania-Yunani.

Komentar terakhir. Film ini cukup mengobati kerinduan penggemar Bourne tetapi tidak ada kejutan baru yang berarti. Bourne Legacy justru memberi warna baru terutama pada segmen di Alaska ketika berjibaku melawan drone.

Oh ya, tokoh favorit saya Heather Lee alias Alicia Vikander. She looks smart and innocent meski bagian akhir film ini justru menunjukkan betapa berbahayanya ia .

Selamat menonton!

 

Prioritas pemasangan Passive Fire Protection pada Gedung Perkantoran dan Hotel

Bisa dipastikan bahwa sebagian besar bangunan pabrik, gedung dan hotel di Indonesia termasuk dalam Kelas Konstruksi 1. Menurut SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 21/SEOJK.05/2015, Kelas Konstruksi 1 didefinisikan, “Bangunan dikatakan berkonstruksi kelas 1 (satu) apabila dinding, lantai, dan semua komponen penunjang strukturalnya serta penutup atap terbuat seluruhnya dan sepenuhnya dari bahan yang tidak mudah terbakar. Jendela dan/atau pintu beserta kerangkanya, dinding partisi, dan penutup lantai boleh diabaikan.

Tarif premi asuransi kebakaran Hotel

Tarif premi asuransi kebakaran Hotel

Selain alasan keselamatan, membangun gedung yang memenuhi kategori Kelas Konstruksi Kelas 1 juga akan menghemat premi asuransi. Perbedaan premi asuransi kebakaran antara bangunan Konstruksi Kelas 1 dengan bangunan Konstruksi Kelas 2 cukup besar. Misalkan sebuah hotel berbintang 3 nilai propertinya 50 milyar rupiah, jika ia termasuk kategori Kelas Konstruksi 1 nilai preminya adalah 0.483% X 50 milyar =  120.750.00, jika ia masuk kategori Konstruksi Kelas 2 nilai preminya adalah 0.725% X 25 milyar = 181.250.000. Ada perbedaan premi sebesar 60.500.000 per tahun.

Idealnya sebuah bangunan yang termasuk dalam Kelas Konstruksi 1 ketika terjadi kebakaran tidak akan menimbulkan kerugian harta-benda dalam jumlah besar apalagi sampai menimbulkan korban jiwa. Selain terbuat dari bahan-bahan yang tidak mudah terbakar,  Undang-undang maupun Peraturan Pemerintah mewajibkan setiap bangunan selain rumah tinggal harus memiliki sistem perlindungan kebakaran aktif dan pasif. Pertanyaannya seberapa banyak bangunan yang memiliki sistem perlindungan kebakaran pasif?

Dari pengamatan beberapa kali ke gedung perkantoran, apartemen dan hotel, masih banyak yang belum memasang sistem perlindungan kebakaran pasif. Ada beberapa gedung sudah memasang sistem perlindungan kebakaran pasif tetapi kualitasnya sangat meragukan dan terlihat asal-asalan.

Di bagian mana seharusnya sistem perlindungan kebakaran pasif ini harus dipasang?

Sistem perlindungan kebakaran pasif atau passive fire protection ini harus dipasang pada setiap bukaan antar ruangan dan antar lantai. Bagian yang paling kritis dan diprioritaskan adalah mechanical & electrical shaft. Kenapa demikian? Karena M&E Shaft berupa kolom untuk mengakomodasi berbagai jalur mechanical seperti hydrant dan HVAC  dan electrical seperti power & communication lines yang membentang dari lantai dasar sampai puncak gedung. Tanpa adanya penyekatan antar lantai dengan sistem passive fire protection, M&E Shaft dan cabang-cabangnya bisa menjadi jalur penyebaran api, asap dan gas beracun saat terjadi kebakaran.

Penyebab timbulnya korban jiwa dalam peristiwa kebakaran

Penyebab timbulnya korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ( sumber: John R. Hall, Jr., Fire Analysis and Research Division, National Fire Protection Association, March 2011)

Menurut NFPA, penyebab utama terjadinya korban jiwa dalam setiap kebakaran bukan api tetapi karena menghirup asap dan gas beracun. Dalam banyak kasus kebakaran, korban jiwa juga terjadi pada ruangan dan lantai yang berbeda dengan lokasi terjadinya kebakaran, terutama pada lantai dan ruangan di atas lokasi kebakaran (Evaluaton of Fire Safety, p.178, D. Rashbash, et.al). Ini terjadi karena asap dan gas beracun dari lokasi kebakaran di suatu lantai menyebar ke lantai berikutnya mengikuti M&E Shaft.

Penyekatan bukaan antar lantai dan ruangan ini biasanya dikenal dengan istilah kompartemenisasi.

Contoh kompartemenisasi ruangan (http://akribiz.com/safety)

Contoh kompartemenisasi ruangan (sumber: http://akribiz.com/safety)

Teknologi baru yang menyelamatkan lingkungan (hutan)

Sore itu ada sales call dari potential customer di daerah Mustika Jaya, Bekasi. Siapa sangka dibalik pagar tinggi yang menutupi penampakan separo bangunan terdapat worshop dengan berbagai macam mesin perkakas presisi (CNC). Ia adalah perusahaan yang bergerak di bidang machinery dengan konsep made by order. Salah satu spesialisasinya adalah membuat mesin roll forming untuk berbagai macam profil baja ringan.

Menurut penuturan engineer-nya, akhir-akhir ini pesanan mesin roll forming seperti tiada habisnya. Bahkan ada salah satu perusahaan yang sudah memesan total 30 mesin sampai saat ini. Customernya tersebar di area Jakarta, Surabaya, Medan dan Makassar.

Foordeck Roll Forming Machine (sumber: http://persadhata.co.id)

Foordeck Roll Forming Machine (sumber: http://persadhata.co.id)

Jika kita amati berbagai macam brosur, banner ataupun iklan rumah terbaru salah satu spesfikasinya adalah “rangka atap baja ringan”. Bisa dipastikan rumah-rumah yang dibangun saat ini semakin jarang yang memakai rangka kayu. Kini harga kayu semakin mahal, kualitasnya sulit dikontrol dan rawan terhadap serangan rayap maupun serangga penggerek.

Peralihan dari rangka kayu ke rangka baja ringan tentu sangat menggembirakan karena mengurangi laju penebangan hutan. Andai teknologi dan produk baja ringan ini sudah populer dan ekonomis sejak sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu bisa kita bayangkan berapa juta batang pohon yang bisa diselamatkan?

Kalau kita concern dan prihatin dengan semaki berkurangnya luas hutan huan tropis kita tentu kita sudah memetakan sejak awal berbagai macam kemungkinan yang bisa mengurangi konsumsi kayu. Salah satunya adalah subtitusi kayu sebagai bahan bangunan ke bahan lain yang lebih tahan lama, murah dan mudah aplikasinya. Sayangnya pemetaan semacam itu jarang kita lakukan ataupun jika ada tidak terpublikasi dan terealisasi menjadi kebijakan ataupun aksi nyata.

Karena itu tidak heran jika negara-negara maju selalu meng-endorse dan memberi insentif bagi teknologi-teknologi baru yang bisa menjadi solusi bagi permasalah terkini seperti penghematan energi dan sumber daya alam. Mereka memiliki foresight atau future technology outlook yang selalu diupdate menyesuaikan dengan perkembangan teknologi terkini dengan berbagai kemungkinan aplikasi di masa depan.