Formula disinfektan – Hati-hati bekerja dengan bahan kimia – Belajar membaca GHS pictogram

Ramai orang membagikan resep atau formula membuat disinfektan secara mandiri. Yang harus dipahami adalah ketika disinfektan mampu membunuh bakteri atau mikroba maka dalam konsentrasi yang lebih tinggi ia juga bisa menimbulkan efek buruk bagi manusia mulai dari iritasi kulit, ganggunan pernafasan sampai keracunan dan hilang kesadaran.

Dari beberapa formula disinfektan yang berliweran di FB maupun WA ada yang memakai bahan dari Hidrogen Peroksida dan Benzalkonium Klorida. Ketika mendengar bahan-bahan yang namanya terasa asing seperti di atas seharusnya memicu pertanyaan dalam diri kita, bahan apakah ini, apa efek negatifnya, apakah beracun dan pertanyaan lainya.

Cara mudah untuk mengetahui suatu bahan kimia berbahaya atau tidak adalah melalui GHS Pictogram. GHS Pictogram dari beragam bahan kimia bisa kita dapatkan dari wikipedia setelah kita lakukan pencarian bahan kimia spesifik tersebut.

Bahan pembuat disinfektan

Tampilan informasi GHS Pictogram di Wikipedia

Buku-buku yang lebih murah dari sebungkus nasi – Diskon buku 90%

Sudah lama tidak nge-mall. Begitu ada jadwal kunjungan ke pelanggan di daerah Slipi maka kumanfaatkan untuk mampir ke Plaza Semanggi. Tujuan utama sekedar window shopping, ngopi dan mencari tempat sholat. Dulu ini adalah mall elit di Jakarta karena lokasinya yang sangat strategis.

Sampai di mall jam 12-an waktu yang seharusnya ramai tetapi kondisi di dalam mall tidak begitu ramai, baik oleh pengunjung maupun gerai. Gerai-gerai banyak yang tutup. Kondisinya mirip dengan Ratu Plaza ketika diriku sempat mampir beberapa tahun yang lalu.

Ketika sampai di atrium lantai dasar rupanya sedang ada bazaar buku oleh Gramedia. Diskonnya gila-gilaan, sampai 90%. Buku-buku dengan harga sampai 100.000 menjadi 10.000, buku-buku dengan harga 101.000 – 300.000 menjadi 20.000 dan buku-buku di atas 300.000 menjadi 30.000 saja. Bandingkan dengan harga sebungkus nasi padang dengan lauk ayam goreng yang harganya 15.000. Lebih murah kan?

Setelah menjelajahi semua rak buku akhirnya diriku mendapatkan tiga buah buku dengan harga 20.000 dan empat buah buku dengan harga 10.000. Total belanja 100.000 untuk tujuh buku. Gila, ya?! Tujuh buku dengan harga 100.000 saja!!

Buku 10.000:

Sukses Jadi Nomer 1 – Eileen Rachman, Hampir Fotografi – Jerry Aurum, Cintaku Negeriku – Erizeli Bandaro, The Travelling Students – Maisya Farhati

Buku 20.000:

Drone Foto & Videografi – Prof Dr Alex Papilaya, Jukung Lintas Nusantara – Effendy Soleman, Surga Bawah Laut – Fransiska Anggraini

Buku murah Gramedia

Koppi

Menempelkan PVC Cable Duct dan DIN Rail/Circuit Breaker Rail tanpa sekrup

Dalam sebuah Panel Kontrol Listrik banyak memakai Cable Duct untuk menata dan mengarahkan kabel agar rapi. DIN Rail atau Circuit Breaker Rail membantu penyusunan dan bongkar-pasang Circuit Breaker menjadi sangat mudah.

Selama ini pemasangan Cable Duct dan Rail masih banyak yang memakai sekrup. Kekurangan dari metode pemasangan ini adalah membutuhkan proses pengeboran, terjadi korosi karena coating terkupas, menghasilkan geram (potensi short), kurang kuat karena yang memegang Cable Duct dan Rail adalah titik-titik sekrup.

Untuk mengatasi hasl tersebut, pemasangan Cable Duct dan Rail bisa memakai 3M VHB Tape. Seri yang disarankan adalah 3M VHB Tape 5952 karena daya rekatnya meski ke permukaan powder coating sangat kuat.

Keunggulan dari pemsangan Cable Duct dan Rail memakai 3M VHB Tape adalah: proses sangat cepat, lebih kuat karena yang memegang Cable Duct dan Rail lebih luas – jika ada beban maka akan dibagi sepanjang area bonding, tidak menyebabkan korosi (tidak melukai powder coating dan tidak ada kontak langsung – galvanic corrossion), jauh lebih mudah (tanpa pengeboran), tidak membutuhkan tools khusus.

Dummy, Cable Duct dan DIN Rail yang ditempel ke panel dengan 3M VHB Tape 5952

3M VHB Tape 5952

Cable Duct ditempel ke permukaan pelat (powder coated) dengan 3M VHB tape 5952

Tiga alasan membeli buku

Sebuah buku dibeli karena;

penting

bagus

murah

Nahh, kali ini diriku membeli sebuah buku jarena harganya murah, 25.000 rupiah saja. Buku berjudul “Diari Karyawan Galau” ini menggambarkan pernak-pernik kehidupan karyawan. Buku yang awalnya masuk kategori murah ini akhirnya naik level menjadi “bagus” karena isinya menghibur dan membuat senyum-senyum. Dan akhirnya levelnya menjadi agak penting karena membuat pembacanya melakukan refleksi.

Diari Karyawan Galau

 

Note: gambar mencomot dari Gramedia. sebagai balasannya saya kasih hyperlink ke situs web mereka 🙂

Imajinasi membuatku hafal peta

Rumah orangtuaku hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari pasar kecamatan, tetapi saat aku masih di Sekolah Dasar jarang sekali kami berbelanja ke pasar. Alasannya tidak ada sarana transportasi yang murah dan masal untuk mengantarkan ke pasar karena kami tinggal di desa. Tetapi alasan utamanya karena kami jarang memiliki uang lebih yang bisa dibelanjakan di pasar.

Ke pasar hanya saat momen-momen penting seperti menjelang hari raya atau menjelang acara selamatan yang banyak membutuhkan bahan-bahan pembuat kue dan makanan yang tidak dijual di warung terdekat. Dan kami ke pasar harus dengan berjalan kaki menyusuri rel kereta api Malang – Singosari. Terima kasih kepada Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch–Indië yang telah membangun jalur kereta api ini. Pulangnya baru kami naik dokar/delman jurusan Pasar Singosari – Karangploso.

Nah, pas kelas empat Sekolah Dasar, ketika sedang ke pasar dan secara tidak sengaja mampir ke sebuah lapak yang biasa menjual buku-buku murah semacam Kamus Inggris – Indonesia 1 Trilyun, Kitab Mujarobat Asli, buku-buku primbon/ramalan/tafsir mimpi, aneka resep masakan, aneka buku-buku silat/kungfu dan buku-buku semacam itu, mataku tertuju kepada sebuah buku berjudul Atlas Indonesia dan Dunia untuk SD – SMA. Diriku merengek agar dibelikan buku tersebut dan untung harganya murah sekali.

Berbekal peta tersebut diriku kemudian melanglang dunia menyusuri 27 propinsi di Indonesia, negara-negara Asia Tenggara, Asia, Australia, Eropa, Afrika, Amerika Utara dan Amerika Selatan. Peta tersebut menjadi semacam buku sakti yang mampu mengantarkanku ke tempat-tempat nun jauh di sana. Ditambah lagi pada masa tersebut diriku mulai akrab dengan pesawat radio dan mulai bekenalan dengan siaran radio-radio gelombang pendek dari BBC, VOA, ABC, Deutche Welle, RNW/Ranesi, maka setiap siaran radio-radio tersebut memberitakan sebuah peristiwa di sebuah negara atau benua maka aku akan berusaha mencari lokasinya di buku Atlas yang kumiliki.

Lama-lama diriku menjadi hafal nama-nama kota di Pulau Jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya beserta lokasi relatifnya pada sebuah propinsi atau pulau. Sejak awal diriku memiliki kesadaran geografis bahwa Indonesia ini sedemikian luasnya. Selanjutnya diriku mulai hafal negara-negara di dunia beserta ibu kotanya. Meski demikian Afrika dan Karibia adalah bagian yang paling tidak hafal karena pada masa tersebut kedua wilayah tersebut jarang terdengar maupun diberitakan pada berbagai peristiwa dunia.

Ketika di bangku SMA, salah seorang guru bahasa Inggrisku memberikan quiz:

What is the capital city of Chile? What is the capital city of Peru? What is the capital city of Columbia? Kulibas semua pertanyaan tersebut. Entah penggemar sepak bola atau karena berita tentang kartel obat bius dari Amerika Selatan sedang gencar, guruku suka memberi pertanyaan tentang negara-negara Amerika Latin 🙂 Guruku pun kagum karena dari satu kelas hanya diriku yang bisa menjawab semua pertanyaan dengan sempurna. Lha diriku sudah memelototi buku atlas/peta sejak kelas 4SD dan hobi itu masih berlanjut sampai aku SMA 😀

WYSIWYG yang seringkali menjadi WYSINAWYG

WYSIWYG alias what you see is what you get atau yang didapat adalah apa yang terlihat, awalnya adalah istilah bagi perangkat lunak komputer untuk editing tulisan atau dokumen. Nahh, saya juga memakai istilah tersebut untuk produk-produk makanan dari gerai-gerai/warung-warung yang dijual  secara online.

Seringkali apa yang tergambar di foto menu tidak sama dengan yang kita dapatkan. WYSIWYG pun akhirnya menjadi WYSINAWYG (dibaca “wiz-ii-nei-wig”), what you is what you get akhirnya menjadi what you see is not always what you get.

Dari beberapa kali belanja makanan memakai fasilitas Go-Food, ada dua warung makanan yang mengirimkan makanan sesuai gambar foto, yaitu Rumah Makan Padang Doa Bundo dan Gokana Ramen & Teppan, keduanya ada di Lippocikarang.

Beberapa warung lainnya, makanan yang terkirim tidak sesuai foto. Paling banyak kasus pengurangan porsi, misal lalapan terlalu sedikit, potongan daging/ayam lebih kecil, dan semisalnya.

Gokana Beef