Ketika menu halal menjadi sumber pertanyaan

Sebelum kami berangkat ke Singapura, Marketing Manager wilayah ASEAN bertanya ke setiap peserta apakah masing-masing peserta punya diet khusus? Dia menyadari bahwa Asia Tenggara sangat beragam, multietnis, multiagama. Orang India ada kemungkinan tidak memakan sapi, orang Budha ada kemungkinan vegetarian, orang Islam mengharuskan makanan yang halal. Karena itu saya meminta agar disediakan halal foods dan tolong diinfokan dan ditunjukkan lokasinya jika ada muslim prayer room di lokasi training.

Maka di welcome dinner saya menempati kursi spesial karena menjadi satu2nya peserta yang membutuhkan menu berbeda, halal foods dan di atas meja tertera muslim menu. Menjadi satu-satunya yang berbeda di antara 20-an orang tentu mengundang perhatian. Saat itulah Javiera yang berasal dari Peru dan kini menetap di Amerika Serikat mulai bertanya-tanya. Kenapa kamu meminta makanan khusus? Kenapa kamu tidak memakan daging babi? Apakah alasannya sama dengan orang India/Hindu yang tidak memakan daging sapi? Saya pun berusaha menjelaskan sebisanya tentang konsep makanan halal dan berusaha mencari persamaannya dengan kosher orang Yahudi dengan harapan ia pernah mendengarnya sehingga lebih mudah memahaminya.

Hidangan pembuka di Marina Rafles, Tuas, Singapura

Dari soal makanan akhirnya diskusi meluas ke banyak hal. Kenapa ketika beribadah kamu harus menghadap ke arah tertentu? Apakah isinya Ka’bah? Apakah kamu percaya Jesus? Dan bagian yang membuatnya amazed adalah ketika saya menerangkan bahwa kami percaya/mengimani kerasulan Yesus/Isa a.s. dan juga rasul-rasul lain yang populer di kalangan orang Katolik seperti Abraham, Moses, David, Solomon, Isaac, Samuel, dll. Mempercayai rasul-rasul tersebut adalah pilar keimanan. Jika kami menolaknya makan kami bukan muslim lagi.

Apalagi ketika kuceritakan bawah muslim juga mempercayai konsep virgin birth, bahkan ada chapter di dalam Al-Quran yang bernama Maryam/Mary/Maria. Berulangkali dia berkata, “Oh, really?”, “I never thought about that.”, “I never heard it before.” Dia berkata bahwa berada di tengah lingkungan yang mayoritas Katolik di Peru membuatnya kurang memiliki infomasi tentang agama-agama lain terutama Islam.

Esoknya pertanyan-pertanyaan yang tidak jauh berbeda saya dapatkan di shuttle bus dalam perjalanan pulang dari training ke hotel. Kali ini berasal dari Jeon Hyok, orang Kristen yang berasal dari Korea Selatan. Bahkan kali ini topik yang ditanyakan lebih spesifik, seputar masalah penyaliban/crucifixion, di mana Jesus saat ini dan tentu saja keyakinan bahwa Jesus/Isa akan datang lagi menjelang hari kiamat. Dan lagi-lagi ia terkejut ketika kukatakan bahwa sebagai muslim kami meyakini bahwa Isa a.s. akan datang kembali ke dunia menjelang hari kiamat. Sebelumnya ia tidak menyangka bahwa muslim memiliki konsep keimanan semacam ini.

You know what? Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dua orang tadi adalah pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan ke Ahmad Deedat, dr Zakir Naik dan paling sering dibahas atau ditanyakan di Speaker Corner (thanks to brother Mansour and Hashim). Karena saya sering menonton video-video mereka di youtube maka saya memiliki bahan-bahan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka se-simple dan seringkas mungkin agar mudah dipahami dan mudah bagi saya menerangkannya dalam bahasa Inggris (my English is not good).

Ketemu nasi kuning di Jumbo Restaurant, Ion Mall, Singapura

Menu makan siang di 3M Customer Application and Experience Laboratory, Woodlands, Singapura

Advertisements

Pancalang Kuningan – spot terbaik untuk melihat Gunung Ciremai

Dari sebuah jalan kecil di tengah sawah di belakang Polsek Pancalang, Kuningan, kita akan mendapatkan kombinasi dari tiga buah lansekap berbeda yang jika disatukan akan menciptakan harmoni keindahan alam yaitu, sawah, perkebunan/pepohonan dan Gunung Ciremai sebagai background.

Hasilnya? Seperti kita kita lihat di bawah ini.

Gunung Ciremai dilihat dari Pancalang, Kuningan

Sawah di Pancalang, Kuningan

Ciplukan

Lapangan sepakbola di Pancalang

Tipikal jalan-jalan di perkampungan di Pancalang

Belanja hemat di Fajar Toserba – Kuningan

Sejak si Emil masuk boarding school di Husnul Khotimah 2 Pancalang, setidaknya sebulan sekali ke Kuningan untuk menjenguk si Emil. Kami biasa ijin keluar pondok selama beberapa jam untuk jalan2 di sekitar Kuningan, makan di luar dan berbelanja barang-barang kebutuhan sehari-hari Emil.

Tempat belanja favorit kami adalah Fajar Toserba. Awalnya kami hanya berbelanja ATK kemudian iseng-iseng masuk ke barang-barang kebutuhan sehari-hari. Karena biasa berbelanja di A******* dan I******** diriku hafal harga-harga sabun, pasta gigi dan sabun cuci. Ternyata harga barang-barang tersebut di Fajar jauh lebih murah.

Sejak itu diriku ikut-ikutan berbelanja di Fajar Toserba. Satu lagi yang membuat diriku nyaman berbelanja di Fajar adalah slogannya yang bertajuk “Sahabat Ummat”. Nuansa islami terlihat dari pramuniaganya yang semuanya berhijab dan berkopiah. Ditambah lagi lagu-lagu islami diputar untuk menemani pengunjung berbelanja.

Karena lokasinya yang berdekatan dengan Husnul Khotimah 1 dan Al-Multazam boarding school maka Fajar Toserba menjadi favorit para santri dan orang tua mereka untuk berbelanja. Di tahuna ajaran baru ketika santri baru masuk maka Fajar Toserba akan ramai sekali.

Fajar Toserba – Kuningan

Sawah berundak di Situhiang Bogor

Meski tidak terlalu jauh dari Jakarta akses ke Desa Situhiang tidak cukup mudah. Kemacetan, jalan rusak dan badan jalan yang sangat sempit menjadi kendala untuk mencapai Situhiang. Saking sempitnya, banyak ruas jalan yang hanya bisa dilalui satu mobil saja. Bahkan ketika berpapasan dengan motor, motor harus menepi untuk memberi kesempatan mobil lewat.

Situhiang, Puraseda, Bogor

Lokasi Desa Situhiang, Puraseda, Bogor

Berada pada ketinggian 500 – 600 mdpl membuat suasana Situhiang, Puraseda, Bogor terasa lebih adem dibanding Jadetabek yang berada ketinggian kurang dari 100 mdpl. Diapit oleh beberapa perbukitan dengan pepohonan yang masih rapat membuat udaranya terasa segar. Ceruk-ceruk di antara perbukitan menjadi tempat munculnya beberapa mata air yang menjadi sumber air bersih, irigasi bagi persawahan dan budidaya ikan.

Topografi Desa Situhiang

Topografi Desa Situhiang dan lima anak sungai

Desa ini cocok untuk aktivitas trekking. Kita bisa menyusuri jalan setapak yang mengikuti punggung perbukitan atau menyusuri sungai-sungai kecil. Konon, salah satu sungai yang menjadi sumber air bersih utama jika disusuri akan memakan waktu tiga sampai empat jam sampai di mata airnya.

Jika trekking dirasa terlalu berat maka kita masih bisa ber-hiking dengan mengikuti jalan setapak antar RT. Rumah-rumah di sini masih jarang. Sawah dan kebun masih mendominasi lansekap. Sawah berundak dengan latar perbukitan mengingatkan kita pada pemandangan serupa yang menjadi sangat populer dan ikonik yakni sawah berundak di Tegallalang, Ubud, Bali.

IMG_20181024_141017_HDR.jpg

Sawah berundak di Situhiang

Jika kita termasuk traveller yang anti-mainstream, Desa Situhiang boleh masuk ke dalam wish-list untuk kita kunjungi. Jangan membawa bekal terlalu banyak. Mari berbelanja makanan ringan dan minuman ke warung-warung kecil di sepanjang jalan. Ini adalah kontribusi kita untuk mendistribusikan pendapatan.

IMG_20181024_104147_HDR.jpg

Pemandangan dari madrasah di Situhiang

IMG_20181024_105707_HDR.jpgIMG_20181024_120430_HDR.jpg

 

Kisah Dr. Tung yang tidak bisa berbahasa Inggris

Sekitar akhir tahun 90-an menjelang Y2K (Gen X pasti tahu apa itu Y2K :D), Dr. Tung bekerja pada sebuah start-up biomedis yang mencoba untuk meniru produk Tegaderm dari 3M. Tegaderm ini adalah sejenis bahan perban yang dipakai untuk membalut luka setelah operasi, luka bakar minor dan luka lainnya. Tegaderm ini tidak tembus air tetapi masih memungkinkan oksigen untuk menembusnya sehingga mempercepat proses penyembuhan dan menjaga kesehatan kulit. Target mereka tidak muluk-muluk, hanya mencapai 1/3 kinerja Tegaderm saja.

Perusahaan start-up tersebut mengalami kesulitan keuangan dan membuat para penelitinya berusaha untuk mendapatkan pekerjaan di luar, termasuk di dalamnya Dr. Tung. Waktu itu temannya membawa dua lembar info lowongan yang digunting dari koran, 3M dan Applied Materials. Saat itu Applied Materials merupakan perusahaan besar di Taiwan seiring dengan pesatnya industri semikonduktor di sana.

Merasa bahwa dia yang pertama mendapatkan lowongan, teman Dr. Tung ini memilih Applied Materials dan menyerahkan lowongan 3M ke Dr. Tung. Dr. Tung sempat berpikir apa ini 3M – Minnesota Mining and Manufacturing. Lalu Dr. Tung teringat saat ia menyusun tesis dan memakai Magic tape dari 3M untuk menempelkan beberapa gambar ke halaman-halaman tesis sehingga ketika difotokopi tidak meninggalkan bayangan. Dia sudah mencoba berbagai macam selotip tetapi semuanya meninggalkan bayangan ketika difotokopi. Pantas saja Magic Tape ini lebih mahal dibanding tape lainnya. Saking miskinnya saat itu, Magic tape tersebut ia potong menjadi dua bagian sehingga bisa dipakai lebih banyak.

Dia berpikir untuk sekedar membuat tape menjadi invisible/tidak nampak ketika ditempel ke kertas saja ternyata tidak mudah. Terbukti banyak selotip lain tidak memiliki fitur tersebut. Unik juga 3M ini.

Ternyata lamaran Dr. Tung ke 3M diterima. Ia pun dipanggil untuk menjalani wawancara. Resepsionis menerimanya di kantor pusat dan memintanya untuk menunggu di lobby. Saat menunggu interview dengan HR dia memperhatikan si resepsionis menerima beberapa panggilan telepon dan beberapa di antaranya mungkin dari pelanggan yang berbahasa Inggris. Si resepsionis melayani klien tersebut dengan bahasa Inggris yang lancar.

“Ya Tuhan, kalau resepsioninya saja lancar berbahasa Inggris bagaimana dengan engineer-nya? Bagaimana dengan manager-managernya?”, Dr. Tung keder dan mulai mengeluarkan keringat dingin. Dr. Tung langsung menyadari bahwa kemampuan berbahasa Inggris-nya sangat buruk. Meski sebelumnya sudah berlatih dan mempersiapkan diri untuk menghadapi pertanyaan klise, “Please introduce yourself, in English”, kemampuan si resepsionis melayani pelanggan-pelanggannya dalam bahasa Inggris yang lancar membuat rasa percaya dirinya turun drastis.

Meski demikian Dr. Tung akhirnya diterima di 3M. Sepulang kerja dia mengambil kursus bahasa Inggris. Dalam perjalanan berangkat dan pulang dari tempat kerja ia berlatih di dalam mobil, bercakap-cakap sendiri dalam bahasa Inggris. Di rumah ia juga meminta istrinya untuk mengajak berbicara dalam bahasa Inggris. Ini untuk melatihnya menghadapi situasi sebenarnya ketika menhadapi lawan bicara berbicara dalam bahasa Inggris.

Kini Dr. Tung adalah laboratory head untuk wilayah Asia Tenggara. Berkat kegigihannya belajar bahasa Inggris ia mampu memimpin ratusan engineer dari beberapa negara dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai sarana komunikasi.

 

Teknologi Baru Pemadam Kebakaran pada Kapal Perang

Abstrak

Laporan akhir ini merangkum hasi penelitian yang merupakan kerjasama dari tiga negara, Kanada/Belanda/Swedia. Proyek FiST (New Technologies for Fire Suppression on Board Naval Craft) memiliki tiga area yang menjadi fokus penelitian: 1) sistem pemadam kebakaran permanen, 2)sistem pemadam kebakaran portabel yang dioperasikan secara manual, 3) pemadam kebakaran pada kapal selam.

Untuk sistem pemadam kebakaran permanen, dilakukan pengujian pemadaman kebakaran berskala besar untuk menguji efektivitas sistem pemadam dengan air bertekanan rendah pada ruangan berventilasi, efektivitas sistem pemadam dengan air bertekanan tinggi (pengabutan) pada kondisi terjadi kerusakan dan efektivitas sistem pemadam dengan air bertekanan tinggi (pengabutan) bersama dengan sistem pembanjiran (total flooding system) untuk perlindungan ruang penyimpanan amunisi.

Untuk sistem bertekanan tinggi, kerusakan disimulasikan dengan mengurangi jumlah nozel yang beroperasi, dengan mengurangi tekanan yang bekerja dan dengan memberikan kerusakan kepada beberapa pipa penyuplai air.

Penelitian ini melaporkan hasil dari pengujian kebakaran berskala besar memakai dua bahan pemadam, kabut air dan Novec 1230. Pemakaian kabut air bersama dengan Novec 1230 mengurangi kadar gas asam pada area pengujian. Efektivitas bahan pemadam kebakaran berupa gas, termasuk Novec 1230, karbon dioksida dan nitrogen untuk memadamkan kebakaran di dalam panel/lemari listrik juga diteliti. Penelitian ini meliputi analisa gas asam yang dihasilkan dari Novec 1230.

Untuk sistem pemadam kebakaran portabel yang dioperasikan secara manual, pengujian difokuskan pada efektivitas, toksisitas dan korosifitas bahan pemadam berupa aerosol. Teknologi lain berupa sistem busa-udara bertekanan, penggunaan bahan tambahan di dalam sistem pengabut air dan teknologi penghasil gas dingin juga dibahas dan didiskusikan.

Manfaat penelitian bagi Pertahanan dan Keamanan

Hasil pengujian pemadam kebakaran berskala penuh pada sistem kabut air bertekanan tinggi dan rendah memberikan Angkatan Laut Kanada dan personel pendukung teknis informasi yang relevan bagi pemilihan dan desain sistem pemadam kebakaran dengan air bagi kapal-kapal angkatan laut yang akan dibangun. Hasil-hasil penelitian didiskusikan dengan memperhatikan keunggulan dan kelemahan sistem-sistem pemadam kebakaran dan bagaimana jika mereka dipasang pada kapal mampu memberikan perlindungan kebakaran optimal. Pengujian pada sistem pemadam kebakaran yang mengalami kerusakan memberikan pengetahuan bagaimana kapasitas sistem yang tersisa bisa dioptimalkan.

Evaluasi Novec 1230 memberikan informasi selain efektivitasnya memadamkan kebakaran juga potensi masalah yang timbul dari hasil sampingan pemadaman kebakaran (thermal degradation products) terutama hidrogen fluorida (HF) dari bahan pemadam kebakaran ini dan pendekatan untuk mengurangi bahaya yang diakibatkan oleh pemakaian bahan pemadam ini.

Sistem pemadam kebakaran memakai bahan pemadam ganda kabut air & Novec 1230 mengindikasikan bahwa level HF bisa dikurangi secara signifikan jika dipakai bersamaan dengan sistem pemadam kebakaran berbahan air. Pengujian pemadaman kebakaran pada panel/lemari listrik menunjukkan bahwa ventilasi bisa digunakan untuk mengurangi level gas HF pada area dimana ia telah digunakan. Penelitian ini juga mengindikasikan bahwa prosedur memasuki kembali pada ruangan yang memakai bahan pemadam kebakaran baru seperti Novec 1230 harus direview dan dirubah untuk mengurangi potensi bahaya bagi kru kapal. Hasil pengujian sistem pemadam kebakaran portabel yang dioperasikan secara manual memberikan informasi baru tentang efektivitas bahan pemadam ini sebagai alat pemadam pertama dan potensi bahaya yang ditimbulkan dari pemakaiannya. Ini termasuk toksisitas dan korosifitas dari aerosol ketika terjadi kontak dengan permukaan logam dan papan sirkuit komputer.

Kompartemen pengujian sistem pemadam kebakaran dengan Novec 1230 & kabut air

Kesimpulan

Pada kondisi ideal, regulasi preskriptif bisa memberikan desain pemadam kebakaran berkualitas bagus. Sebaliknya, regulasi preskriptif bisa menghasilkan sistem terpasang yang jelek dan mahal untuk mengelola ancaman kebakaran pada kapal perang. Badan regulator, peneliti dan desainer harus menantang persyaratan preskriptif dan mencoba solusi yang lebih aman dan lebih baik ketika layak secara teknis dan keuangan.

Pada Proyek FiST, kami meneliti kriteria kinerja dimana tidak ada regulasi yang disarankan, sebagai contoh pada sistem kabut air yang mengalami kerusakan. Terdapat saran untuk memakai nozel bulkhead daripada nozel langit-langit, meningkatkan perlindungan lokal dengan layout yang lebih kokoh, meningkatkan kapasitas tersisa pada pompa dan kemampuan untuk menghubungkan sistem pengabut air dengan sistem utama pemadam kebakaran. Inovasi-inovasi ini mungkin akan bertentangan dengan regulasi preskriptif.

Lebih jauh, pengujian terhadap regulasi preskriptif untuk sistem pemadam kebakaran dengan air pada ruang penyimpanan amunisi mengindikasikan bahwa hal ini bisa mengarah pada sistem yang didesain dengan jelek. Desain yang jelek tidak hanya mempengaruhi sistem pemadam kebakaran keseluruhan tetapi juga mempengaruhi konstruksi kapal. Di masa lalu pada desainer harus mengatasi “free surface effects/perubahan stabilitas kapal yang disebabkan cairan yang bergerak bebas ” akibat air yang mengalir ke ruangan magazin/amunisi selama sistem pemadam dengan air bekerja.

Kanada mampu memverifikasi opsi desain yang sangat spesifik terhadap pemakaian Novec 1230. Pengetahuan untuk mengkombinasikan Novec 1230 dengan kabut air bisa diaplikasikan pada desain kapal mendatang atau pada saat kapal menajalani upgrade di tengah pemakaian. Di Swedia, pengetahuan ini telah dipalikasikan dalam desain sistem pemadam kebakaran pada kompartemen mesin kapal selam. Di Belanda, hasil penelitian FiST akan menjadi masukan pada saat pemilihan dan pembuatan layout sistem pmadam kabut air pada program pembangunan kapal baru dengan otomasi tingkat tinggi. Kami sedang meneliti peluang untuk mengembangkan metode praktis, aturan ibu jari dan alat-alat bagi perancang kapal untuk memanfaatkan pendekatan berdasarkan kinerja untuk pemadam kebakaran.

*Ini adalah cuplikan dan ringkasan dari laporan akhir berjudul “New Technologies for Fire Suppression on Board Naval Craft (FiST)” yang diterbitkan oleh Defence Research and Development Canada (Scientific Report / DRDC-RDDC-2015-R224 / September 2015) yang bisa diakses oleh siapa saja.

Minimax MX 1230 Fire Extinguishing System – salah satu contoh sistem komersial yang tersedia untuk aplikasi pemadam kebakaran di kapal (sumber: https://www.minimax.com/nl/en/downloads/41/en/)

 

HMS-Södermanland salah satu kapal selam yang kemungkinan memakai Novec 1230 pada saat mid-life upgrade (sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/V%C3%A4sterg%C3%B6tland-class_submarine)