Sawah berundak di Situhiang Bogor

Meski tidak terlalu jauh dari Jakarta akses ke Desa Situhiang tidak cukup mudah. Kemacetan, jalan rusak dan badan jalan yang sangat sempit menjadi kendala untuk mencapai Situhiang. Saking sempitnya, banyak ruas jalan yang hanya bisa dilalui satu mobil saja. Bahkan ketika berpapasan dengan motor, motor harus menepi untuk memberi kesempatan mobil lewat.

Situhiang, Puraseda, Bogor

Lokasi Desa Situhiang, Puraseda, Bogor

Berada pada ketinggian 500 – 600 mdpl membuat suasana Situhiang, Puraseda, Bogor terasa lebih adem dibanding Jadetabek yang berada ketinggian kurang dari 100 mdpl. Diapit oleh beberapa perbukitan dengan pepohonan yang masih rapat membuat udaranya terasa segar. Ceruk-ceruk di antara perbukitan menjadi tempat munculnya beberapa mata air yang menjadi sumber air bersih, irigasi bagi persawahan dan budidaya ikan.

Topografi Desa Situhiang

Topografi Desa Situhiang dan lima anak sungai

Desa ini cocok untuk aktivitas trekking. Kita bisa menyusuri jalan setapak yang mengikuti punggung perbukitan atau menyusuri sungai-sungai kecil. Konon, salah satu sungai yang menjadi sumber air bersih utama jika disusuri akan memakan waktu tiga sampai empat jam sampai di mata airnya.

Jika trekking dirasa terlalu berat maka kita masih bisa ber-hiking dengan mengikuti jalan setapak antar RT. Rumah-rumah di sini masih jarang. Sawah dan kebun masih mendominasi lansekap. Sawah berundak dengan latar perbukitan mengingatkan kita pada pemandangan serupa yang menjadi sangat populer dan ikonik yakni sawah berundak di Tegallalang, Ubud, Bali.

IMG_20181024_141017_HDR.jpg

Sawah berundak di Situhiang

Jika kita termasuk traveller yang anti-mainstream, Desa Situhiang boleh masuk ke dalam wish-list untuk kita kunjungi. Jangan membawa bekal terlalu banyak. Mari berbelanja makanan ringan dan minuman ke warung-warung kecil di sepanjang jalan. Ini adalah kontribusi kita untuk mendistribusikan pendapatan.

IMG_20181024_104147_HDR.jpg

Pemandangan dari madrasah di Situhiang

IMG_20181024_105707_HDR.jpgIMG_20181024_120430_HDR.jpg

 

Advertisements

Kisah Dr. Tung yang tidak bisa berbahasa Inggris

Sekitar akhir tahun 90-an menjelang Y2K (Gen X pasti tahu apa itu Y2K :D), Dr. Tung bekerja pada sebuah start-up biomedis yang mencoba untuk meniru produk Tegaderm dari 3M. Tegaderm ini adalah sejenis bahan perban yang dipakai untuk membalut luka setelah operasi, luka bakar minor dan luka lainnya. Tegaderm ini tidak tembus air tetapi masih memungkinkan oksigen untuk menembusnya sehingga mempercepat proses penyembuhan dan menjaga kesehatan kulit. Target mereka tidak muluk-muluk, hanya mencapai 1/3 kinerja Tegaderm saja.

Perusahaan start-up tersebut mengalami kesulitan keuangan dan membuat para penelitinya berusaha untuk mendapatkan pekerjaan di luar, termasuk di dalamnya Dr. Tung. Waktu itu temannya membawa dua lembar info lowongan yang digunting dari koran, 3M dan Applied Materials. Saat itu Applied Materials merupakan perusahaan besar di Taiwan seiring dengan pesatnya industri semikonduktor di sana.

Merasa bahwa dia yang pertama mendapatkan lowongan, teman Dr. Tung ini memilih Applied Materials dan menyerahkan lowongan 3M ke Dr. Tung. Dr. Tung sempat berpikir apa ini 3M – Minnesota Mining and Manufacturing. Lalu Dr. Tung teringat saat ia menyusun tesis dan memakai Magic tape dari 3M untuk menempelkan beberapa gambar ke halaman-halaman tesis sehingga ketika difotokopi tidak meninggalkan bayangan. Dia sudah mencoba berbagai macam selotip tetapi semuanya meninggalkan bayangan ketika difotokopi. Pantas saja Magic Tape ini lebih mahal dibanding tape lainnya. Saking miskinnya saat itu, Magic tape tersebut ia potong menjadi dua bagian sehingga bisa dipakai lebih banyak.

Dia berpikir untuk sekedar membuat tape menjadi invisible/tidak nampak ketika ditempel ke kertas saja ternyata tidak mudah. Terbukti banyak selotip lain tidak memiliki fitur tersebut. Unik juga 3M ini.

Ternyata lamaran Dr. Tung ke 3M diterima. Ia pun dipanggil untuk menjalani wawancara. Resepsionis menerimanya di kantor pusat dan memintanya untuk menunggu di lobby. Saat menunggu interview dengan HR dia memperhatikan si resepsionis menerima beberapa panggilan telepon dan beberapa di antaranya mungkin dari pelanggan yang berbahasa Inggris. Si resepsionis melayani klien tersebut dengan bahasa Inggris yang lancar.

“Ya Tuhan, kalau resepsioninya saja lancar berbahasa Inggris bagaimana dengan engineer-nya? Bagaimana dengan manager-managernya?”, Dr. Tung keder dan mulai mengeluarkan keringat dingin. Dr. Tung langsung menyadari bahwa kemampuan berbahasa Inggris-nya sangat buruk. Meski sebelumnya sudah berlatih dan mempersiapkan diri untuk menghadapi pertanyaan klise, “Please introduce yourself, in English”, kemampuan si resepsionis melayani pelanggan-pelanggannya dalam bahasa Inggris yang lancar membuat rasa percaya dirinya turun drastis.

Meski demikian Dr. Tung akhirnya diterima di 3M. Sepulang kerja dia mengambil kursus bahasa Inggris. Dalam perjalanan berangkat dan pulang dari tempat kerja ia berlatih di dalam mobil, bercakap-cakap sendiri dalam bahasa Inggris. Di rumah ia juga meminta istrinya untuk mengajak berbicara dalam bahasa Inggris. Ini untuk melatihnya menghadapi situasi sebenarnya ketika menhadapi lawan bicara berbicara dalam bahasa Inggris.

Kini Dr. Tung adalah laboratory head untuk wilayah Asia Tenggara. Berkat kegigihannya belajar bahasa Inggris ia mampu memimpin ratusan engineer dari beberapa negara dengan menggunakan bahasa Inggris sebagai sarana komunikasi.

 

Teknologi Baru Pemadam Kebakaran pada Kapal Perang

Abstrak

Laporan akhir ini merangkum hasi penelitian yang merupakan kerjasama dari tiga negara, Kanada/Belanda/Swedia. Proyek FiST (New Technologies for Fire Suppression on Board Naval Craft) memiliki tiga area yang menjadi fokus penelitian: 1) sistem pemadam kebakaran permanen, 2)sistem pemadam kebakaran portabel yang dioperasikan secara manual, 3) pemadam kebakaran pada kapal selam.

Untuk sistem pemadam kebakaran permanen, dilakukan pengujian pemadaman kebakaran berskala besar untuk menguji efektivitas sistem pemadam dengan air bertekanan rendah pada ruangan berventilasi, efektivitas sistem pemadam dengan air bertekanan tinggi (pengabutan) pada kondisi terjadi kerusakan dan efektivitas sistem pemadam dengan air bertekanan tinggi (pengabutan) bersama dengan sistem pembanjiran (total flooding system) untuk perlindungan ruang penyimpanan amunisi.

Untuk sistem bertekanan tinggi, kerusakan disimulasikan dengan mengurangi jumlah nozel yang beroperasi, dengan mengurangi tekanan yang bekerja dan dengan memberikan kerusakan kepada beberapa pipa penyuplai air.

Penelitian ini melaporkan hasil dari pengujian kebakaran berskala besar memakai dua bahan pemadam, kabut air dan Novec 1230. Pemakaian kabut air bersama dengan Novec 1230 mengurangi kadar gas asam pada area pengujian. Efektivitas bahan pemadam kebakaran berupa gas, termasuk Novec 1230, karbon dioksida dan nitrogen untuk memadamkan kebakaran di dalam panel/lemari listrik juga diteliti. Penelitian ini meliputi analisa gas asam yang dihasilkan dari Novec 1230.

Untuk sistem pemadam kebakaran portabel yang dioperasikan secara manual, pengujian difokuskan pada efektivitas, toksisitas dan korosifitas bahan pemadam berupa aerosol. Teknologi lain berupa sistem busa-udara bertekanan, penggunaan bahan tambahan di dalam sistem pengabut air dan teknologi penghasil gas dingin juga dibahas dan didiskusikan.

Manfaat penelitian bagi Pertahanan dan Keamanan

Hasil pengujian pemadam kebakaran berskala penuh pada sistem kabut air bertekanan tinggi dan rendah memberikan Angkatan Laut Kanada dan personel pendukung teknis informasi yang relevan bagi pemilihan dan desain sistem pemadam kebakaran dengan air bagi kapal-kapal angkatan laut yang akan dibangun. Hasil-hasil penelitian didiskusikan dengan memperhatikan keunggulan dan kelemahan sistem-sistem pemadam kebakaran dan bagaimana jika mereka dipasang pada kapal mampu memberikan perlindungan kebakaran optimal. Pengujian pada sistem pemadam kebakaran yang mengalami kerusakan memberikan pengetahuan bagaimana kapasitas sistem yang tersisa bisa dioptimalkan.

Evaluasi Novec 1230 memberikan informasi selain efektivitasnya memadamkan kebakaran juga potensi masalah yang timbul dari hasil sampingan pemadaman kebakaran (thermal degradation products) terutama hidrogen fluorida (HF) dari bahan pemadam kebakaran ini dan pendekatan untuk mengurangi bahaya yang diakibatkan oleh pemakaian bahan pemadam ini.

Sistem pemadam kebakaran memakai bahan pemadam ganda kabut air & Novec 1230 mengindikasikan bahwa level HF bisa dikurangi secara signifikan jika dipakai bersamaan dengan sistem pemadam kebakaran berbahan air. Pengujian pemadaman kebakaran pada panel/lemari listrik menunjukkan bahwa ventilasi bisa digunakan untuk mengurangi level gas HF pada area dimana ia telah digunakan. Penelitian ini juga mengindikasikan bahwa prosedur memasuki kembali pada ruangan yang memakai bahan pemadam kebakaran baru seperti Novec 1230 harus direview dan dirubah untuk mengurangi potensi bahaya bagi kru kapal. Hasil pengujian sistem pemadam kebakaran portabel yang dioperasikan secara manual memberikan informasi baru tentang efektivitas bahan pemadam ini sebagai alat pemadam pertama dan potensi bahaya yang ditimbulkan dari pemakaiannya. Ini termasuk toksisitas dan korosifitas dari aerosol ketika terjadi kontak dengan permukaan logam dan papan sirkuit komputer.

Kompartemen pengujian sistem pemadam kebakaran dengan Novec 1230 & kabut air

Kesimpulan

Pada kondisi ideal, regulasi preskriptif bisa memberikan desain pemadam kebakaran berkualitas bagus. Sebaliknya, regulasi preskriptif bisa menghasilkan sistem terpasang yang jelek dan mahal untuk mengelola ancaman kebakaran pada kapal perang. Badan regulator, peneliti dan desainer harus menantang persyaratan preskriptif dan mencoba solusi yang lebih aman dan lebih baik ketika layak secara teknis dan keuangan.

Pada Proyek FiST, kami meneliti kriteria kinerja dimana tidak ada regulasi yang disarankan, sebagai contoh pada sistem kabut air yang mengalami kerusakan. Terdapat saran untuk memakai nozel bulkhead daripada nozel langit-langit, meningkatkan perlindungan lokal dengan layout yang lebih kokoh, meningkatkan kapasitas tersisa pada pompa dan kemampuan untuk menghubungkan sistem pengabut air dengan sistem utama pemadam kebakaran. Inovasi-inovasi ini mungkin akan bertentangan dengan regulasi preskriptif.

Lebih jauh, pengujian terhadap regulasi preskriptif untuk sistem pemadam kebakaran dengan air pada ruang penyimpanan amunisi mengindikasikan bahwa hal ini bisa mengarah pada sistem yang didesain dengan jelek. Desain yang jelek tidak hanya mempengaruhi sistem pemadam kebakaran keseluruhan tetapi juga mempengaruhi konstruksi kapal. Di masa lalu pada desainer harus mengatasi “free surface effects/perubahan stabilitas kapal yang disebabkan cairan yang bergerak bebas ” akibat air yang mengalir ke ruangan magazin/amunisi selama sistem pemadam dengan air bekerja.

Kanada mampu memverifikasi opsi desain yang sangat spesifik terhadap pemakaian Novec 1230. Pengetahuan untuk mengkombinasikan Novec 1230 dengan kabut air bisa diaplikasikan pada desain kapal mendatang atau pada saat kapal menajalani upgrade di tengah pemakaian. Di Swedia, pengetahuan ini telah dipalikasikan dalam desain sistem pemadam kebakaran pada kompartemen mesin kapal selam. Di Belanda, hasil penelitian FiST akan menjadi masukan pada saat pemilihan dan pembuatan layout sistem pmadam kabut air pada program pembangunan kapal baru dengan otomasi tingkat tinggi. Kami sedang meneliti peluang untuk mengembangkan metode praktis, aturan ibu jari dan alat-alat bagi perancang kapal untuk memanfaatkan pendekatan berdasarkan kinerja untuk pemadam kebakaran.

*Ini adalah cuplikan dan ringkasan dari laporan akhir berjudul “New Technologies for Fire Suppression on Board Naval Craft (FiST)” yang diterbitkan oleh Defence Research and Development Canada (Scientific Report / DRDC-RDDC-2015-R224 / September 2015) yang bisa diakses oleh siapa saja.

Minimax MX 1230 Fire Extinguishing System – salah satu contoh sistem komersial yang tersedia untuk aplikasi pemadam kebakaran di kapal (sumber: https://www.minimax.com/nl/en/downloads/41/en/)

 

HMS-Södermanland salah satu kapal selam yang kemungkinan memakai Novec 1230 pada saat mid-life upgrade (sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/V%C3%A4sterg%C3%B6tland-class_submarine)

Menempel busa (foam) dengan 3M Super 77 Spray Adhesive

Ini adalah percobaan kecil-kecilan untuk mengetahui kekuatan dan kecepatan rekat lem semprot 3M Super 77 Spray Adhesive.

Gambar 1. Foam disemprot dengan 3M Super 77

Lembaran foam kami potong menjadi balok-balok kecil dan kami semprot tipis dengan lem ini (gambar 1). Setelah 30 detik potongan foam kami satukan (gambar 2). Setelah 1 menit setelah penyatuan kami coba untuk memisahkan potongan foam di bagian tengah yang menyatu karena lem. Semua potongan foam yang kami coba untuk dipisahkan robek di bagian foam-nya.

Gambar 2. Foam disatukan setelah 30 detik dari penyemprotan

Artinya adhesive ini sangat kuat menyatu sehingga yang robek justru foam itu sendiri. Dibanding dengan jenis lem kuning biasa, tidak perlu menunggu lama agar bisa ditempel/disatukan. Dan dalam waktu 1 menit setelah penempelan adhesive/lem ini sudah melekat kuat.

Gambar 3. Foam robek saat dicoba untuk dipisahkan 1 menit setelah penempelan.

Hasil yang sama juga diperoleh dengan memakai 3M 27 Spray Adhesive yang daya rekatnya sesuai technical data sheet berada di bawah Super 77. Dua kemasan di atas adalah kemasan lama. Kini 3m mengeluarkan kemasan baru seperti link di bawah ini.

3M Super 77 Spray Adhesive dan 3M 27 Spray Adhesive kemasan aerosol can ini cocok untuk proyek DIY maupun industri dengan volume yang tidak terlalu besar.

Sungai Cipager, Mandirancan Kuningan

Ketika dalam perjalanan dari Linggajati ke Indomaret Mandirancan kami melewati Jembatan Cipager. Mata ini langsung tertuju ke sungai di bawahnya yang berair jernih dan berbatu-batu besar. Sudah lama sekali kami tidak bermain-main di sungai. Terakhir kali di Salo Bulucenrana dan Salo Bila, Sulawesi Selatan dua tahun lalu.

Kami mampir ke warung di dekat jembatan yang menjual kelapa muda, makanan ringan dan buah-buahan lokal (pisang, sirsak) yang nampaknya dipetik dari kebun di sebelahnya. Setelah puas menyeruput air kelapa dan daging kelapa muda (7500/buah) kami memutuskan untuk mengeksplorasi sungai di bawah jembatan.

Kelapa muda 7500/buah, @ Cipager, Mandirancan Kuningan

Setelah melewati pematang sawah kami sampai di sungai. Jam 1 siang dan teriknya musim kemarau membuat bebatuan terasa panas sekali karena kami menapakinya dengan bertelanjang kaki. Bebatuan tersebut menjadi pijakan untuk mengeksplorasi sungai sekaligus menjadi tempat duduk sambil merendam kaki. Kami memilih tepian sungai yang rindang karena dinaungi sebatang pohon akasia atau mungkin pohon sono.

Sawah @ Mandirancan, Kuningan

Persis di bawah jembatan tampak seorang pemancing sedang menanti ikan menyambar umpannya. Sayang, persis di bawah jembatan tampak karung-karung dan kantong-kantong plastik sampah yang dibuang dari atas jembatan. Perilaku tidak tahu diri, jorok dan tidak bertanggung jawab ini memang sudah menjadi ciri khas orang Indonesia.

Cipager, Mandirancan Kuningan

Tempe paling enak di Cikarang dan Jakarta

Sejak merantau ke Jabodetabek mulai tahun 2002, jarang sekali saya menemukan tempe yang rasa dan teksturnya seenak tempe Malang. Berbagai warteg, warpad dan resto jarang ditemukan tempe yang enak.

Di Malang jika tempe terlalu banyak campuran atau terlalu lunak maka segera tidak laku. Konsumen kapok membelinya. Mudah sekali untuk mencari alternatif karena selain di warung dan pasar, tempe dijajakan berkeliling dengan sepeda.

Salah satu ciri tempe yang bagus adalah ketika dijadikan kering tempe atau orek bisa digoreng sampai kering dan renyah. Jika terlalu banyak campuran maka tempe akan selalu basah.

Pagi ini ketika berbelanja di warung, sengaja saya memilih tempe yang agak kecil dengan bungkus plastik dengan alasan porsinya pas untuk satu orang. Tampilannya bersih, padat, dengan bulir kedelai yang tampak menonjol dengan ukuran besar. Ukuran tempenya P x L x T = 16cm x 8cm x 2,5cm.

Setelah digoreng, benar-benar maknyuss. Teksturnya padat, rasanya gurih, bulir kedelainya terasa renyah.

Temper Super – KTM Tempe – Belakang Parkiran SGC. Terbuat dari kedelai berkualitas dan diolah secara higienis. Untuk pemesanan hubungi 08 588 388 0 388. Produksi Kotima Cikarang.

Harganya?? Sangat ramah di kantong, 3 ribu rupiah saja.

Tempe goreng dengan bahan dari KTM Tempe

Tempe Super – KTM Tempe – Produksi Kotima Cikarang